Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
GELOMBANG setinggi hingga 4 meter disertai hujan badai berpotensi di perairan Jawa Tengah Sabtu (20/12) berisiko terhadap aktivitas pelayaran dan cuaca ekstrem berpotensi merata di 30 daerah diminta untuk diwaspadai karena dapat berdampak bencana hidrometeorologi.
Cuaca di Jawa Tengah pada pagi umumnya berawan, namun memasuki siang, sore hingga awal malam hujan ringan-sedang kembali mengguyur secara merata dengan waktu bervariasi, bahkan cuaca ekstrem yakni hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir berpotensi di 30 daerah.
Gelombang tinggi 2,5-4 meter di perairan selatan dan ketinggian 1,25-2,5 meter di perairan utara berpotensi disertai hujan badai dan sambaran petir cukup berisiko terhadap aktivitas pelayaran baik itu kapal nelayan, tongkang maupun penyeberangan antar pulau terutama saat kecepatan angin diatas 15 knot.
"Awas, gelombang tinggi di perairan selatan dan utara Jawa Tengah Sabtu (20/12), karena berpotensi disertai hujan badai dan sambaran petir," kata Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang Sediyanto.
Selain itu gelombang tinggi dan cuaca buruk, menurut Sediyanto, air laut pasang (rob) dengan ketinggian 0,9 meter juga kembali meningkat pada pukul 21.00-24.09 WIB di perairan utara, sehingga hal ini dapat berdampak banjir di sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah seperti Pekalongan, Batang, Kendal, Semarang, Demak, Jepara dan Pati.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Arif N mengatakan bahwa cuaca ekstrem yakni hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir di Jawa Tengah kembali meningkat pada Savtu (20/12), sehingga diminta warga untuk waspada bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor, banjir dan angin puting beliung.
Potensi Caca ekstrem di Jawa Tengah di akhir pekan ini, ungkap Arif, cukup merata tersebar di puluhan daerah baik itu di kawasan pegunungan, dataran tinggi, Jawa Tengah bagian timur, barat, Tengah,selatan,butara dan Solo Raya. "Awas bencana hidrometeorologi sebagai dampak cuaca ekstrem tersebut," ujarnya.
Daerah berpotensi cuaca ekstrem di Jawa Tengah, lanjut Arif, yakni Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Purworejo, Wonosobo, Mungkid, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Karanganyar, Sragen, Grobogan, Blora, Kudus, Ungaran, Temanggung, Kajen, Pemalang, Slawi, Brebes, Magelang, Surakarta, Salatiga, Tegal, Bumiayu, Majenang dan Ambarawa.
"Angin bertiup dari arah barat ke utara dengan kecepatan 10-25 kilometer per jam, suhu udara berkisar 18-32 derajat celcius dan kelembaban udara berkisar 60-95 persen," tambahnya. (H-2)
Ribuan kapal dan perahu nelayan di sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah masih bertahan sandar di sejumlah pelabuhan perikanan dan muara sungai akibat gelombang tinggi dan badai.
Dampak siklon tropis Taliah di Samudera Hindia Selatan Jawa menyebabkan meningkatkan kecepatan angin di Jawa Tengah hingga menimbulkan gelombang tinggi.
Gelombang tinggi di perairan selatan Jawa Tengah 1,25-3 meter pada siang dan pada malam dapat mencapai 4 meter.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved