Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
GELOMBANG tinggi dan air laut pasang (rob) di perairan utara Jawa Tengah masih berlangsung Rabu (7/1) berdampak terganggunya aktivitas pelayaran hingga ribuan nelayan terjerat rentenir dan kegiatan warga di kawasan pesisir sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah.
Pemantauan Media Indonesia Rabu (7/1) ribuan kapal dan perahu nelayan di sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah masih bertahan sandar di sejumlah pelabuhan perikanan dan muara sungai, gelombang tinggi yang masih berlangsung disertai hujan badai mengakibatkan ribuan nelayan berhenti melaut sejak Desember lalu.
Warga berada di kawasan pesisir Pantura Jawa Tengah juga tidak dapat tenang karena air laut pasang dengan ketinggian maksimum 1 meter berlangsung pada malam sekitar pukul 20.00-24.00 WIB. "Kalau malam harus terjaga dan tidak dapat tidur nyenyak, karena banjir datang pada malam hingga dini hari," ujar Kasno,45, warga Sriwulan, Kabupaten Demak.
Hal serupa juga diungkapkan Anjani,38, warga Kaliwungu , Kendal mengaku khawatir banjir semakin meninggi akibat air laut pasang yang berlangsung pada malam hari, meskipun tidak melakukan kegiatan malam namun banjir kerap masuk ke dalam rumah dengan ketinggian mencapai 50 centimeter.
Sementara itu Waluyo,50, nelayan di Wedung, Demak mengungkapkan sudah cukup lama menganggur tidak melaut, karena gelombang tinggi disertai hujan badai terjadi di perairan utara cukup berisiko terhadap aktivitas pelayaran, sehingga untuk memenuhi kebutuhan sebagian besar nelayan muda bekerja serabutan.
"Jika kondisi seperti ini, kami hidup mengandalkan hutang ke bos ikan atau pinjam ke bank titik dengan jaminan perahu bermesin 40 PK untuk bertahan hidup dan dikembalikan setelah kembali melaut," ujar Waluyo.
Nelayan lain Suryono,55, nekayan di Wonokerto, Pekalongan mengaku pada kondisi gelombang tinggi ini ada ribuan nelayan di Pantura Jawa Tengah tidak berani melaut dan memilih istirahat, sedangkan untuk menopang kebutuhan terpaksa berhutang ke pemilik (bos) kapal yang dibayar saat kembali melaut.
Demikian juga Karmidi, nelayan lain di Sarang, Rembang mengungkapkan situasi sulit akibat gelombang tinggi ribuan nelayan dihadapi kesulitan karena tidak ada pendapatan, sehingga memaksakan diri mencari jalan pintas untuk memenuhi kebutuhan dengan meminjam uang dari rentenir. "Gelombang di pantai sekitar 1,5 meter, tetapi di tengah bisa 3 meter," imbuhnya.
Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang Shafira Tsanyfadhila Rabu (7/1) mengatakan selain air laut pasang pada makam hari, kondisi perairan utara Jawa Tengah masih bergejolak dengan ketinggian 1,25-2,5 meter sehingga cukup beresiko terhadap aktivitas pelayaran terutama nelayan dan tongkang saat kecepatan angin diatas 15 knot.
"Waspada terhadap gelombang tinggi dan rob di perairan utara, karena cukup berisiko terhadap aktivitas baik pelayaran maupun transportasi," ujar Shafira Tsanyfadhila.
Sejumlah kawasan perairan utara, ungkap Shafira Tsanyfadhila, terjadi gelombang tinggi seperti Pekalongan-Kendal, Semarang-Demak, Jepara, Karimunjawa, Pati-Rembang, juga air laut pasang berdampak terhadap terganggunya aktivitas warga di pesisir sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah terutama transportasi. (H-2)
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Sti Nenot'ek, mengatakan, saat ini Bibit Siklon Tropis 97S yang berada di wilayah utara Benua Australia
Dari 27 kota dan kabupaten di Jawa Barat, tujuh wilayah diprakirakan akan diguyur hujan lebat hingga hujan sangat lebat. Sedangkan, 18 wilayah hujan sedang dan hujan lebat
Bencana banjir dipicu cuaca ekstrem di Kudus dan Patimeluas, di Kabupaten Kudus merendam 8 desa di 4 kecamatan dan Kabupaten Pati merendam dan 59 desa di 15 kecamatan
Pasca-longsor Citeureup, Bogor,BMKG ingatkan potensi pergerakan tanah di Jawa Barat Selatan hari ini 13 Januari 2026 serta potensi cuaca ekstrem dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi.
BMKG memperingatkan potensi hujan lebat hingga sangat lebat akibat cuaca ekstrem yang meluas di berbagai wilayah Indonesia pada periode 13–19 Januari 2026.
Cuaca ekstrem berpotensi di 27 daerah Salasa (13/1) warga di Pantura dan Jateng bagian tengah diminta waspada terhadap bencana hidrometeorologi dan gelombang tinggi.
Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) selama sepekan ke depan.
Cuaca ekstrem yang terjadi beberapa hari telah menyebabkan banyaknya bencana longsor, banjir, pohon tumbang.
Meski beberapa bagian pesawat dan korban telah terlihat, proses evakuasi belum dapat dilakukan akibat cuaca ekstrem dan kondisi medan yang berat di lokasi.
Sejak pagi hujan ringan-sedang sudah mengguyur sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah, memasuki siang, sore hingga awal malam intensitas hujan berpeluang meningkat.
Banjir di Pekalongan mengganggu operasional kereta api. KAI mencatat refund tiket penumpang mencapai Rp3,5 miliar akibat pembatalan perjalanan.
BMKG: gelombang tinggi disertai hujan badai masih berlangsung di perairan utara Jawa Tengah hingga Minggu (18/1) ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved