Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
DAMPAK gelombang tinggi di perairan utara 1,35-2,5 meter, ribuan nelayan di Pantura Jawa Tengah sudah sepekan berhenti melaut, sehingga untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka terpaksa bekerja serabutan.
Pemantauan Media Indonesia Minggu (4/1) ribuan kapal nelayan masih disandarkan di sejumlah pelabuhan perikanan dan muara sungai di sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah dari mulai Pekalongan, Batang, Kendal, Semarang, Demak, Jepara, Pati dan Rembang karena cuaca buruk dan gelombang tinggi di perairan utara.
Sejak akhir Desember lalu, para nelayan di Pantura terutama pengguna perahu/kapal berukuran kecil dan sedang memilih untuk berhenti melaut, sehingga untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka terpaksa bekerja serabutan dari mulai berdagang keliling, butuh bangunan maupun pekerjaan lain yang tidak membutuhkan ketrampilan khusus.
"Sudah sepekan tidak melaut karena gelombang tinggi dan cuaca buruk, kemarin mencoba berangkat tapi gelombang capai 2 meter dan badai sehingga terpaksa pulang lagi," kata Triyono,45, nelayan di Bandengan, Jepara.
Hal serupa juga diungkapkan Sukardi,50, nelayan di Wedung, Kabupaten Demak bahwa gelombang tinggi dan badai di perairan utara sejak akhir Desember lalu memaksa ribuan nelayan berhenti melaut, sehingga untuk memenuhi kebutuhan hidup terpaksa bekerja serabutan. "Saya jual cilok keliling untuk mengisi waktu dan memenuhi kebutuhan," tambahnya.
Nelayan lain di Mangkang Kulon, Kota Semarang Suryanto mengaku sejak gelombang tinggi ada 500 nelayan di daerah ini tidak melaut, sebagian besar memilih bekerja sebagai buruh bangunan di kawasan industri baik di Kendal maupun Batang, jatebavtidak mempunyai ketrampilan dan modal untuk usaha lainnya.
Demikian juga diungkapkan Haryono, nelayan di Pantai Roban, Batang bahwa pada ktdim baratan ini gelombang di perairan utara dapat mencapai 2,5 meter,bsehingga nelayan dengan kapal atau perahu kecil berkapasitas dibawah 40 PK tidak akan berani melaut sementara waktu, sehingga untuk memebuhi ke kebutuhan terpaksa berhutang ke bos ikan.
Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang Sediyanto membenarkan kondisi gelombang tinggi 1,25-2,5 meter terjadi di perairan utara Jawa Tengah saat ini, sehingga hal ini cukup berisiko terhadap aktivitas pelayaran terutama kapal nelayan saat kecepatan angin diatas 15 knot.
"Selain gelombang tinggi cukup berisiko terhadap aktivitas pelayaran, air laut pasang (rob) dengan ketinggian maksimum 1 meter juga kembali berlangsung di perairan utara Jawa Tengah hingga berdampak banjir di sejumlah daerah di Pantura," ujar Sediyanto Minggu (4/1).
Gelombang tinggi di perairan utara tersebut, ungkap Sediyanto, berlangsung setiap hari di seluruh kawasan perairan seperti Pekalongan-Kendal, Semarang-Demak, Jepara, Karimunjawa dan Pati-Rembang, sehingga para nelayan terutama menggunakan kapal berukuran kecil dan sedang memilih berhenti melaut untuk sementara waktu. (H-2)
BMKG menyatakan bahwa dinamika atmosfer yang masih signifikan dalam beberapa hari ke depan berpotensi meningkatkan risiko terjadinya bencana hidrometeorologi.
BMKG keluarkan peringatan dini cuaca Jakarta 16 Februari 2026. Jaksel status Siaga hujan lebat, Kepulauan Seribu waspada petir. Cek detailnya.
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan peningkatan curah hujan di wilayah Indonesia pada periode 15 hingga 21 Februari 2026
Hasil analisis atmosfer terkini menunjukkan adanya penguatan Monsun Asia yang membawa aliran angin baratan cukup dominan di wilayah Indonesia.
BMKG menetapkan status waspada untuk DKI Jakarta pada Minggu 15 Februari 2026. Simak rincian prakiraan cuaca dan potensi hujan lebat di sini.
BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca Jakarta hari ini, 14 Februari 2026. Waspada potensi hujan disertai kilat dan angin kencang di seluruh wilayah DKI.
Gandeng BMKG, PT KAI Pantau Cuaca Demi Keselamatan Perjalanan Kereta Api Masa Angkutan Lebaran 2026
Berdasarkan analisis BBMKG Denpasar, monsun Asia diprakirakan masih akan memberikan pengaruh kuat disertai dengan terbentuknya pola pertemuan angin
Hasil analisis BMKG memperlihatkan kemunculan gelombang frekuensi rendah dan gelombang ekuatorial Rossby yang aktif di sekitar wilayah NTB
Potensi cuaca ekstrem di Jawa Tengah, cukup merata di kawasan pegunungan, dataran tinggi, Jawa Tengah bagian timur, Pantura, dan Solo Raya.
New York City berduka setelah 18 orang tewas akibat suhu beku ekstrem yang melanda selama 13 hari.
BMKG memperingatkan potensi hujan lebat disertai angin kencang dan petir di sejumlah wilayah Sulawesi Utara hingga 15 Februari 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved