Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas I Hang Nadim Batam mengimbau nelayan dan pengguna jasa transportasi laut untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang tinggi di perairan Kepulauan Riau (Kepri).
Berdasarkan prakiraan BMKG Maritim, ketinggian gelombang di sejumlah perairan Kepri diprakirakan berada pada kategori sedang, yakni mencapai 2,5 meter. Sementara itu, gelombang di Perairan Utara Kepulauan Natuna berpotensi mencapai 2,7 meter atau masuk kategori tinggi.
“Waspada potensi ketinggian gelombang hingga 2,5 meter di Perairan Batam, Bintan, Lingga, Natuna, dan Anambas. Sedangkan di Perairan Utara Kepulauan Natuna gelombang dapat mencapai 2,7 meter,” ujar Anna seorang Forecaster on Duty BMKG Hang Nadim Batam dalam laporan cuaca maritim, Senin (5/1).
BMKG menjelaskan, kondisi gelombang tersebut dipengaruhi oleh pola angin yang bertiup cukup kuat di wilayah perairan Kepri. Kecepatan angin di beberapa wilayah laut diprakirakan berkisar antara 4 hingga 29 kilometer per jam.
Meski secara umum masih tergolong aman untuk pelayaran, BMKG mengingatkan nelayan tradisional, kapal kecil, dan pengguna perahu agar lebih berhati-hati, terutama saat melintasi perairan terbuka.
Selain gelombang tinggi, BMKG juga mencatat adanya belokan angin (shearline) di sekitar wilayah Kepulauan Riau yang mendukung pertumbuhan awan hujan. Kondisi ini berpotensi memicu hujan lokal dengan intensitas ringan hingga sedang, bahkan dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di beberapa wilayah.
BMKG turut mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah Kabupaten Lingga dan Kabupaten Natuna, yang berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada siang hari.
Masyarakat pesisir dan pelaku aktivitas laut diimbau untuk terus memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG serta menunda pelayaran apabila kondisi cuaca dinilai tidak aman. (H-3)
BMKG Batam imbau masyarakat Kepri waspada gelombang tinggi 17 Februari 2026 saat Gerhana Matahari Cincin. Hujan ringan juga diprediksi terjadi.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait meningkatnya potensi gelombang tinggi di wilayah perairan Kepulauan Riau (Kepri).
MEMASUKI awal tahun 2026, tekanan inflasi di Kepulauan Riau (Kepri) perlu diwaspadai seiring masih tingginya harga pangan serta tren kenaikan harga emas dunia.
Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menetapkan UMK Batam 2026 sebesar Rp5.357.982, naik Rp368.382 dibandingkan UMK tahun 2025 yang sebesar Rp4.989.600.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Kepulauan Riau pada Minggu (30/11), pukul 16.10 WIB.
BMKG Palembang peringatkan potensi gelombang tinggi hingga 2,5 meter di perairan Sumsel & Banyuasin pada 18-21 Februari 2026. Simak risiko pelayarannya.
BMKG peringatkan gelombang tinggi 1,25–2,5 meter di perairan Sumatera Utara 18–20 Feb 2026. Nelayan diminta waspada terhadap keselamatan pelayaran.
BMKG Batam imbau masyarakat Kepri waspada gelombang tinggi 17 Februari 2026 saat Gerhana Matahari Cincin. Hujan ringan juga diprediksi terjadi.
Cuaca ekstrem tersebut berupa hujan deras yang diikuti dengan angin kencang. Kondisi tersebut bisa menimbulkan terjadinya gelombang tinggi yang berbahaya untuk nelayan
Gelombang tinggi 1,25-2,5 meter disertai hujan badai juga masih berlangsung di perairan utara dan selatan Jawa Tengah pada Kamis (5/2) hingga cukup berisiko terhadap aktivitas pelayaran.
POTENSI cuaca ekstrem merata di 33 daerah di Jawa Tengah, Rabu (4/2). Gelombang tinggi hingga 2,5 meter dan air laut pasang (rob) masih berlangsung di perairan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved