Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait meningkatnya tinggi gelombang laut di wilayah perairan Kepulauan Riau (Kepri). Peringatan gelombang tinggi tersebut berlaku mulai Sabtu, 24 Januari 2026, hingga Selasa, 27 Januari 2026.
Peringatan dini ini disampaikan melalui Stasiun Meteorologi Kelas III Maritim Natuna dan Stasiun Meteorologi Bandara Hang Nadim Batam sebagai langkah antisipasi terhadap potensi risiko keselamatan pelayaran dan aktivitas masyarakat pesisir.
Dalam edaran resminya, BMKG menjelaskan bahwa peningkatan tinggi gelombang dan kecepatan angin dipengaruhi oleh meningkatnya intensitas penjalaran massa udara. Selain itu, aktivitas monsun Asia turut berkontribusi terhadap memburuknya kondisi cuaca maritim di wilayah Kepri.
BMKG mencatat, pola angin di wilayah utara Kepulauan Riau umumnya bertiup dari arah utara hingga timur dengan kecepatan berkisar 8 hingga 25 knot. Sementara itu, di wilayah selatan Kepulauan Riau, angin bertiup dengan kecepatan antara 4 hingga 20 knot.
Berdasarkan prakiraan cuaca maritim, gelombang laut dengan kategori sedang diperkirakan terjadi hampir merata di seluruh perairan Kepulauan Riau. Namun, perairan Kepulauan Karimun menjadi pengecualian dari kondisi tersebut.
Pada Sabtu, 24 Januari 2026, tinggi gelombang diprediksi mencapai 2,4 meter. Selanjutnya, pada Minggu, 25 Januari 2026, tinggi gelombang diperkirakan menurun menjadi 2,3 meter, dan kembali menurun hingga 1,9 meter pada Senin, 26 Januari 2026.
Selain itu, BMKG juga memperingatkan potensi gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter yang berpeluang terjadi di sejumlah perairan strategis, meliputi perairan utara, barat, timur, dan selatan Kepulauan Natuna, perairan Kepulauan Anambas dan perairan Natuna–Anambas, serta perairan Kepulauan Bintan, Lingga, Tambelan, hingga Subi–Serasan.
Prakirawan BMKG, Asrul Saparuddin, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya nelayan dan pelaku transportasi laut. Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut berpotensi membahayakan perahu nelayan saat kecepatan angin mencapai 15 knot dengan tinggi gelombang 1,25 meter.
“Selain itu, kondisi ini juga berisiko bagi kapal tongkang apabila kecepatan angin mencapai 16 knot dengan tinggi gelombang 1,5 meter,” katanya, Sabtu (24/1).
BMKG mengimbau masyarakat agar terus memantau informasi cuaca terbaru dan mengutamakan keselamatan selama beraktivitas di laut. (H-3)
Saat ini, kondisi cuaca Indonesia dipengaruhi oleh dua sistem bibit siklon yang terpantau di wilayah utara dan selatan.
Wilayah Batam yang merupakan daerah kepulauan dengan mobilitas laut yang tinggi membuat kondisi cuaca menjadi salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan.
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kesiapsiagaan, terutama bagi mereka yang berada di wilayah dengan potensi hujan lebat hingga sangat lebat.
Masyarakat diharapkan waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat muncul secara tiba-tiba akibat kombinasi dinamika atmosfer ini.
BMKG mengimbau masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi.
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang akibat cuaca ekstrem ini.
BMKG mencatat sedikitnya 20 gempa bumi berkekuatan magnitudo 2,1 hingga 4,1 terjadi di berbagai wilayah Indonesia pada Selasa (10/3) dini hari.
BMKG merilis peringatan dini cuaca Jakarta Selasa 10 Maret 2026. Waspada potensi hujan petir di Jaksel dan Jaktim serta angin kencang di Jakarta Utara.
Potensi cuaca ekstrem hari ini di antaranya di wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, serta Kabupaten Bolaang
BMKG Balikpapan merilis peringatan dini cuaca ekstrem di Kaltim. Potensi hujan lebat, banjir, dan longsor mengintai Balikpapan hingga Berau pada 9-11 Maret 2026.
BMKG memprediksi musim kemarau di NTB mulai April 2026 akan lebih kering dari biasanya. Simak wilayah terdampak dan imbauan resminya di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved