Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Perkuat Kesiapan Operasional, IPC TPK Gandeng Perusahaan Pelayaran Global

Rahmatul Fajri
22/12/2025 20:06
Perkuat Kesiapan Operasional, IPC TPK Gandeng Perusahaan Pelayaran Global
Kapal MV Hai Yun IPC TPK.(Dok. IPC TPK)

PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) memperkuat kesiapan operasional di penghujung tahun 2025 dengan melayani tambahan layanan adhoc (Adhoc Service) dari perusahaan pelayaran global, CMA CGM. Langkah ini diambil sebagai respons atas lonjakan permintaan pengiriman barang internasional serta untuk memitigasi keterbatasan ruang muat (space constraint) pada periode puncak (peak season).

Kapal MV Hai Yun, yang melayani rute Shanghai-Jakarta-Singapura, terpantau telah bersandar di Terminal Operasi 3 IPC TPK Tanjung Priok pada Minggu (21/12) pukul 15.00 WIB.

Corporate Secretary IPC TPK, Pramestie Wulandary, menjelaskan bahwa pembukaan layanan tambahan ini merupakan bagian dari strategi kolaborasi efektif perusahaan dengan para mitra shipping line.

"IPC TPK berkomitmen menjadi mitra strategis dengan menyediakan layanan terminal yang fleksibel dan responsif terhadap kebutuhan pasar. Layanan adhoc ini menjadi solusi cepat untuk menutup kekurangan kapasitas angkut tanpa mengganggu jadwal layanan reguler," ujar Pramestie melalui keterangan resminya, Senin (22/12).

Kapal MV Hai Yun yang berbendera Singapura ini memiliki dimensi panjang (LOA) 170 meter dan lebar 28 meter. Dalam kunjungannya, tercatat aktivitas bongkar muat sebanyak 742 boxes petikemas dilakukan sebelum kapal melanjutkan pelayarannya ke Singapura.

Untuk menjamin efisiensi, IPC TPK menerapkan sistem berthing on arrival, yang memungkinkan kapal langsung bersandar saat tiba tanpa waktu tunggu yang lama. "Dukungan layanan berbasis perencanaan terpadu ini penting untuk menjaga kelancaran arus logistik nasional," tambahnya.

Optimalisasi kapasitas angkut dari Tiongkok dan Intra-Asia ini dinilai sangat strategis. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Tiongkok masih mendominasi sebagai tujuan ekspor nonmigas terbesar Indonesia dengan nilai mencapai US$52,45 miliar atau berkontribusi sebesar 23,51% pada periode Januari-Oktober 2025.

Pramestie menegaskan, ketersediaan layanan pelayaran yang andal di terminal pelabuhan menjadi faktor kunci dalam menjaga daya saing ekspor nasional.

Sebagai anak perusahaan Subholding PT Pelindo Terminal Petikemas, IPC TPK saat ini mengelola operasional di enam area kerja strategis, yakni Tanjung Priok, Pontianak, Panjang, Palembang, Teluk Bayur, dan Jambi.
(H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik