Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
Proyek Waste-to-Energy (WTE) Danantara kini memasuki fase penentuan menjelang pengumuman pemenang lelang tahap pertama yang dijadwalkan pada Februari 2026. Dari total 24 peserta yang mengikuti proses seleksi, hanya empat pihak yang akan ditetapkan sebagai pemenang sebelum proyek berlanjut ke tahap groundbreaking pada Maret 2026 dan fase ekspansi pada pertengahan tahun.
Dengan timeline yang semakin dekat, perhatian pelaku pasar mulai meningkat. Spekulasi pun berkembang terkait siapa saja yang akan lolos sebagai pemenang. Analis pasar Thomas William (Towils) menyebut adanya kemungkinan kejutan dalam hasil akhir.
“Selama ini yang dirumorkan kan OASA, TOBA, MHKI. Tapi yang saya dengar justru bisa saja bukan nama-nama itu. Ada kemungkinan yang dapat malah DAAZ. Ini masih rumor ya, belum ada konfirmasi resmi. Kita lihat saja nanti benar atau tidak,” ujarnya dalam kanal YouTube Ajaib CuanTalks Podcast.
Nama yang dimaksud adalah PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ). Munculnya spekulasi ini memicu diskusi baru di kalangan investor, mengingat sebelumnya perusahaan tersebut tidak termasuk dalam daftar utama rumor awal proyek WTE. Seiring beredarnya isu tersebut, sempat terjadi peningkatan volume transaksi pada saham terkait, meski hingga kini belum ada pernyataan resmi mengenai posisi perusahaan dalam konsorsium tahap pertama.
Di sisi lain, proyek WTE Danantara menetapkan standar seleksi yang ketat. Peserta diwajibkan memiliki pengalaman mengoperasikan fasilitas WTE dengan kapasitas minimal 1.000 ton per hari serta memiliki rekam jejak operasional dan pemeliharaan yang teruji. Dari aspek finansial, perusahaan juga harus menunjukkan struktur ekuitas yang kuat, aset memadai, serta rasio utang yang sehat.
Kriteria tersebut secara alami menyaring peserta menjadi kelompok pemain dengan kapasitas industri yang solid. Dalam proyek berskala besar seperti ini, periode menjelang pengumuman pemenang kerap diwarnai ekspektasi tinggi dan sensitivitas pasar, termasuk spekulasi serta pergerakan volume transaksi.
Namun demikian, hasil akhir tetap akan ditentukan melalui pengumuman resmi, termasuk nilai kontrak, skema pembiayaan, serta struktur proyek yang disepakati.
Terlepas dari dinamika pasar jangka pendek, proyek WTE Danantara dinilai memiliki dampak strategis terhadap pengelolaan sampah nasional, ketahanan energi, serta arah investasi pada sektor transisi energi. Jika berjalan sesuai rencana, proyek ini berpotensi menjadi bagian penting dalam perubahan struktural ekosistem energi dan lingkungan di Indonesia.
Februari 2026 akan menjadi titik penentu, apakah hasilnya sejalan dengan ekspektasi pasar, atau justru menghadirkan kejutan sebagaimana yang kini mulai dirumorkan. (E-3)
Lanskap pasar keuangan global pada 2026 diperkirakan memasuki fase baru yang lebih kompleks.
Presiden Prabowo Subianto akan menghadiri sarasehan ekonomi Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat 13 Februari.
Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Projo mengingatkan pemerintah untuk mewaspadai sinyal bahaya menyusul keputusan lembaga pemeringkat internasional Moody’s Investors Service.
Masih banyak trader masuk ke pasar saham tanpa pemahaman matang sehingga cenderung mengambil keputusan emosional.
Penguatan ini terjadi setelah saham REAL sempat terkoreksi menyusul sanksi administratif yang dikenakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Dalam tradisi Tiongkok kuno, feng shui berkembang sebagai sistem penataan ruang berbasis pengelolaan energi (qi) untuk menjaga keseimbangan antara manusia, lingkungan, dan kekuasaan.
Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah menjalin kerja sama strategis dengan PT Borneo Indobara (BIB) melalui penandatanganan perjanjian jual beli REC.
Penunjukan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita sebagai anggota Dewan Energi Nasional memberikan kepastian arah kebijakan ketahanan energi bagi sektor industri.
Upaya efisiensi operasional di sektor pelayaran mulai menghasilkan dampak nyata bagi kinerja lingkungan.
PT Multi Harapan Utama (MHU), anak usaha MMSGI, terus memperkuat penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam kegiatan pertambangannya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved