Rabu 25 Mei 2022, 13:04 WIB

Pensiun Dini PLTU Batu Bara akan Mencegah Kematian Dini 14,5 Juta Jiwa

Fetry Wuryasti | Humaniora
Pensiun Dini PLTU Batu Bara akan Mencegah Kematian Dini 14,5 Juta Jiwa

ANTARA/NOVA WAHYUDI
Sebuah kapal tongkang pengangkut batu bara melintas di Sungai Musi, Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (14/5/2022).

 

ANALSISI terbaru yang diterbitkan oleh lembaga think tank yang berbasis di Jerman, New Climate Institute, menyebutkan sebanyak 14,5 juta kematian dini akibat polusi udara dapat dihindari jika dunia berhenti mengoperasikan dan tidak lagi membangun PLTU batu bara yang ada dalam tahap pembangunan pra-konstruksi, hingga tahun 2050.

Untuk Indonesia sendiri diperkirakan sebanyak 110 ribu kematian dini dapat dihindari dengan melakukan hal yang sama.

Hasil analisis atas temuan tersebut diluncurkan melalui sebuah web interaktif - AIRPOLIM webtool (https://ambitiontoaction.net/airpolim/) yang mengacu dari basis data PLTU batu bara yang beroperasi di 24 negara sekitar, yang mencakup lebih dari 90% dari total pembangkit di seluruh dunia atau sekitar 2000 gigawatt (GW) dan masih dalam tahap perencanaan atau prakonstruksi sekitar 400 GW.

Baca juga: Indonesia Siap Tawarkan Solusi Resiliensi Berkelanjutan di GPDRR 2022

Upaya tersebut juga akan memberikan manfaat ekonomi sebesar 16,3 triliun dollar AS. Nilai itu setara dengan menyelamatkan sekitar 425 juta tahun kehidupan, atau memperoleh tambahan 20 hari untuk setiap 7,9 miliar populasi global saat ini.

Para peneliti menunjukkan bahwa pembangkit batu bara yang ada di seluruh dunia berkontribusi terhadap lebih dari 900 ribu kematian dini per tahun.

Salah satu penulis studi, Harry Fearnehough, menekankan pentingnya sinergi antara mengambil tindakan untuk memerangi perubahan iklim dan mendorong perbaikan besar dalam kesehatan di seluruh dunia:

“Kita semua sadar betapa merusaknya pembangkit listrik batu bara bagi iklim dan bahwa sebagai komunitas global, kita perlu segera melepaskan ketergantungan pada batu bara untuk memenuhi kebutuhan energi kita. Analisis yang kami lakukan memberikan gambaran global tentang manfaat kesehatan yang dapat diwujudkan dengan mendorong agenda transisi energi yang mendesak, serta menampilkan data dampak dari tingkat nasional, hingga ke detail unit PLTU batu baru,” Kata Harry, Rabu (25/5). (H-3)

AIRPOLIM webtool (https://ambitiontoaction.net/airpolim/) juga menunjukkan analisis dampak kesehatan global yang merugikan dari PLTU batu bara didominasi oleh Tiongkok.

Tiongkok menyumbang lebih dari setengah PLTU batu bara global saat ini. Pengoperasian pembangkit batu bara di Tiongkok saja menyebabkan lebih dari 720 ribu kematian dini per tahun dan para peneliti memperkirakan bahwa pengoperasian pembangkit batu bara yang ada dan yang direncanakan di Tiongkok dapat menyebabkan 21 juta kematian dini selama tiga dekade mendatang tanpa tindakan untuk menguranginya konstruksi dan penggunaan PLTU batu bara. (H-3)

Baca Juga

dok.ist

Tekan Deforestasi, Plana Usung Produk Non-Kayu

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 27 Juni 2022, 08:05 WIB
MEMBAWA misi menekan laju deforestasi dan turut mengurangi sampah plastik, Plana meluncurkan produk yang terbuat dari sekam gabah padi dan...
dok.panitia

Sumatra Utara Juara Umum Pesparawi Nasional XIII

👤Ardi T Hardi 🕔Senin 27 Juni 2022, 07:55 WIB
PESTA Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIII secara resmi ditutup, kontingen Sumut juara umum dan berhak membawa Pila Bergilir...
dok.ist

Sandiaga Uno Membatik di Rumah Adat Puri Melayu Tebing Tinggi Sumut

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 27 Juni 2022, 06:00 WIB
MENPAREKRAF Sandiaga Uno mengunjungi rumah adat Puri Melayu Sri Menanti di Tebing Tinggi, Sumatera Utara. Di sana, Sandiaga Uno sempat...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya