Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
KERAP dianggap sebagai hal yang sepele, tetapi memakai sepatu di dalam rumah rupanya membawa dampak signifikan bagi kesehatan. Faktanya, profesor dari Indiana University, Gabriel Filippelli, mengungkapkan bahwa terdapat bukti dengan menggunakan sepatu di dalam rumah dapat meningkatkan penyebaran kuman di rumah.
Ia menjelaskan bahwa terdapat penelitian yang mengambil sampel dari bagian bawah sepatu dan sekitar 99% sepatu menunjukkan hasil positif untuk material tinja. Bahkan, yang paling dikhawatirkan adalah penyebaran bakteri E. coli dari penggunaan sepatu tersebut.
Studi menunjukkan bahwa alas kaki dapat membawa ratusan ribu kuman, bersama dengan jejak tinja, bahan kimia, dan alergen yang dapat bertahan di lantai selama berhari-hari.
Penelitian dari University of Arizona menemukan bahwa 96% sol sepatu membawa bakteri Coliform dan sekitar 27% membawa E.coli yang dikaitkan dengan infeksi saluran pencernaan dan saluran kemih.
Studi lain mengukur rata-rata 421.000 unit bakteri yang menempel di bagian luar sepatu biasa dengan hingga 99% diantaranya berpindah ke lantai yang bersih hanya dalam beberapa langkah.
Studi pada 2016 pun menemukan hingga 40% sol sepatu di lingkungan nonperawatan kesehatan terkontaminasi oleh _Clostridium difficile_ yang merupakan jenis bakteri penyebab diare.
Profesor studi lingkungan University of Colorado, Jill Litt, juga menjelaskan bahwa residu pestisida dan logam berat, seperti timbal, tembaga, dan seng, dapat terbawa masuk melalui sepatu.
Oleh karena itu, alas kaki di dalam rumah menjadi wadah kuman yang terselubung dan mampu membawa kuman-kuman tersebut di area rumah yang dapat membahayakan keluarga.
Selain mencegah dengan melepas sepatu atau alas kaki di luar area dalam rumah, Anda juga harus menjaga kebersihan rumah dengan memastikan rumah bebas debu.
Para ahli menilai bahwa menyedot debu atau menyapu terlebih dahulu hanya akan mengaduk semua racun dan menyebarkan ke udara. Sebagai gantinya, Anda dapat menggunakan pel basah untuk menjaga kebersihan rumah.
Anda dapat membersihkan permukaan horizontal secara lebih teratur dengan kain lembab. Jika Anda tinggal di rumah dengan kadar timbal tinggi, gunakan metode tiga ember, yaitu satu ember untuk larutan pembersih serbaguna, satu ember untuk membilas, dan satu lagi untuk ember kosong.
Anda dapat mulai mengepel dari titik terjauh dari pintu karena konsentrasi kuman tertinggi berada di area pintu masuk bagian dalam.
Untuk area berkarpet, Anda dapat menggunakan alat yang memiliki filter udara partikulat efisiensi tinggi (HEPA) untuk menyedot debu.
(Mirror/H-3)
Studi ungkap botol minum reusable bisa 40.000 kali lebih kotor dari toilet. Simak cara membersihkannya agar tetap aman dan higienis.
DELAPAN anak mengalami keracunan makanan parah sejak 12 Juni setelah mengonsumsi produk daging dari dua bisnis di kota utara Saint-Quentin, Prancis.
E. coli adalah bakteri yang umumnya ditemukan di usus manusia dan hewan berdarah panas. Sebagian besar jenis E. coli tidak berbahaya, namun beberapa jenis dapat mengeluarkan racun
Wabah keracunan E. coli yang dengan cepat menyebar dan terkait dengan burger Quarter Pounder di McDonald's kini telah meningkat menjadi 75 kasus, naik dari 49 sebelumnya.
Sekitar 40% MPASI terkontaminasi E.coli sehingga harus diperhatikan proses pembuatan dan penyimpanannya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved