Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
BOTOL minum reusable kerap dianggap pilihan sehat, ramah lingkungan, dan hemat biaya. Namun sebuah studi dari WaterFilterGuru (2022) mengungkap fakta mengejutkan: botol yang jarang dicuci bisa menyimpan hingga 20,8 juta unit pembentuk koloni (CFUs) bakteri, 40.000 kali lebih banyak dibandingkan dudukan toilet.
Sebagian bakteri memang tidak berbahaya. Tapi strain seperti E. coli dan Staphylococcus aureus dapat memicu masalah kesehatan serius. Kondisi hangat dan lembap di dalam botol menciptakan sarang ideal bagi kuman, apalagi jika botol sering dibawa ke gym atau terpapar keringat dan panas.
Selain bakteri, botol kotor juga bisa ditumbuhi jamur, menimbulkan bau menyengat, dan mengubah rasa minuman. Dengan kata lain, botol yang terlihat bersih bisa jadi bom waktu bagi kesehatan.
Pembersihan Harian (Sabun & Air):
Pembersihan Mingguan (Deep Cleaning):
Keringkan total dengan posisi terbuka. Kelembapan yang terjebak akan memicu jamur.
Tutup Botol:
Aman Dicuci dengan Dishwasher?
Jika botol tetap berbau meski dicuci, muncul jamur, retak, atau berubah bentuk, sebaiknya segera ganti. Retakan kecil bisa jadi sarang bakteri yang sulit dibersihkan. (Z-10)
Uji coba sistem guna ulang (reusable) untuk kemasan makanan dan minuman yang dilaksanakan di Kementerian Koordinator Bidang Pangan RI dan Universitas Paramadina
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved