Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Inisiatif Guna Ulang Kemasan Berdampak Nyata, 4.500 Sampah Sekali Pakai Terhindarkan

Basuki Eka Purnama
06/12/2025 07:12
Inisiatif Guna Ulang Kemasan Berdampak Nyata, 4.500 Sampah Sekali Pakai Terhindarkan
Ilustrasi(Freepik)

UJI coba sistem guna ulang (reusable) untuk kemasan makanan dan minuman yang dilaksanakan di Kementerian Koordinator Bidang Pangan RI dan Universitas Paramadina mencatatkan keberhasilan signifikan dalam periode satu bulan. 

Program ini berhasil menghindari sekitar 4.500 kemasan sekali pakai, sebuah bukti nyata potensi penghematan material dan pengurangan beban sampah di sektor konsumsi harian institusi.

Hasil uji coba ini dipaparkan oleh inisiator program, Enviu, bersama para mitra dalam sebuah forum di Artotel Gelora Senayan, Jakarta, Jumat (5/12).

Perubahan Perilaku dan Kepercayaan Institusi

Meskipun kedua lokasi percontohan menerapkan pendekatan yang berbeda sesuai kebutuhan operasional, keduanya menunjukkan tren positif dalam perubahan perilaku pengguna.

MI/HO--Pemaparan hasil uji coba sistem guna ulang (reusable) untuk kemasan makanan dan minuman yang dilaksanakan di Kementerian Koordinator Bidang Pangan RI dan Universitas Paramadina

Survei terhadap 82 responden di dua lokasi tersebut menunjukkan bahwa inisiatif ini tidak hanya berdampak ekologis, tetapi juga mendorong perubahan budaya konsumsi. 

Sebanyak 92% pengguna merasa kesadaran mereka terhadap isu lingkungan meningkat, sementara 85% menilai penggunaan kemasan guna ulang sebagai bentuk perhatian institusi pada keberlanjutan.

Asisten Deputi Ekonomi Sirkular dan Dampak Lingkungan di Kementerian Koordinator Bidang Pangan RI, Rofi Alhanif, menilai uji coba ini memberikan gambaran penting bagi lingkungan pemerintah.

"Uji coba ini berhasil memberikan pembelajaran penting mengenai bagaimana sistem kemasan guna ulang dapat dilakukan di lingkungan kami, dan membangun kepercayaan institusi kami untuk melanjutkan penerapannya secara mandiri," ujarnya.

Kolaborasi Perkuat Tanggung Jawab Kolektif

Dari sisi akademis, Ketua Koperasi Civitas Akademika Universitas Paramadina, Adrian Wijarnako, menyampaikan bahwa skala uji coba yang terbatas justru membantu memetakan risiko. Kekhawatiran awal terkait potensi kehilangan kemasan ternyata tidak terbukti.

Menurutnya, kolaborasi antara pengelola kampus, mahasiswa, dan mitra sangat krusial. 

"Melalui kolaborasi antar pihak dan pelibatan aktif mahasiswa justru menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kepemilikan semua pihak," ungkap Adrian.

Kebutuhan Pendekatan Kolaboratif

Venture Builder Enviu, Firda Istania, menekankan bahwa polusi kemasan sekali pakai merupakan persoalan kompleks yang memerlukan pendekatan kolaboratif. 

Ia menegaskan bahwa praktik minim sampah hanya dapat dicapai jika seluruh pemangku kepentingan terlibat secara aktif, mulai dari UMKM kantin, staf operasional, hingga para pengguna.

"Masalah polusi kemasan sekali pakai itu adalah hal yang sangat kompleks dan membutuhkan pendekatan kolaboratif, agar kita bisa bersama-sama membangun kebiasaan yang lebih minim sampah," kata Firda.

Para pembicara sepakat bahwa kunci keberhasilan implementasi terletak pada perancangan alur penggunaan yang sesuai dengan kebiasaan yang sudah terbentuk sebelumnya.

Panduan Implementasi Sebagai Tindak Lanjut

Sebagai tindak lanjut, Enviu menerbitkan panduan praktis implementasi sistem guna ulang yang merangkum pembelajaran dari dua lokasi percontohan. Panduan ini disusun untuk membantu institusi lain mengadopsi sistem serupa secara mandiri.

Uji coba ini membuktikan bahwa sistem guna ulang dapat diterapkan di Indonesia sepanjang ditunjang perencanaan logistik dan manajemen operasional yang baik.

Program ini didukung oleh Global Plastic Action Partnership (GPAP) dan Pemerintah Kanada melalui Biodiversity Small Funds Initiative, bertujuan mendorong percepatan ekonomi sirkular dan mengatasi polusi plastik yang berdampak pada keanekaragaman hayati. (Z-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik