Headline

Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.

Bagaimana DNA Memengaruhi Cara Respons Karya Seni?

Ficky Ramadhan
26/2/2026 12:30
Bagaimana DNA Memengaruhi Cara Respons Karya Seni?
Ilustrasi.(freepik)

PENELITIAN terbaru mengungkap bahwa sensasi merinding yang muncul ketika seseorang menikmati musik atau karya seni ternyata berkaitan dengan faktor genetik. Reaksi emosional selama ini kerap dianggap persoalan selera pribadi, dipengaruhi oleh DNA masing-masing individu merespons karya seni.

Riset tersebut dipimpin oleh Giacomo Bignardi dari Max Planck Institute for Psycholinguistics. Tim peneliti menganalisis data genetik dan hasil survei ribuan responden yang tergabung dalam proyek LifeLines di wilayah utara Belanda.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa respons merinding saat menikmati pengalaman estetika tidak terjadi secara acak. Individu dengan kemiripan genetik cenderung memiliki kecenderungan serupa dalam merasakan sensasi tersebut. Temuan ini memperkuat dugaan bahwa pengalaman estetika manusia juga dibentuk oleh aspek biologis.

Meski demikian, Bignardi menegaskan bahwa genetika bukan satu-satunya faktor penentu. Ia menyebut pengalaman pribadi, latihan, memori, hingga konteks sosial turut membentuk respons emosional seseorang.

"Temuan ini menunjukkan bahwa genetika dapat menawarkan cara tambahan untuk lebih memahami mengapa orang terkadang dapat secara subjektif mengalami dunia sensorik yang sama dengan cara yang sangat berbeda," kata Bignardi dalam studinya.

Penelitian yang telah dipublikasikan dalam jurnal PLOS Genetics itu juga menyoroti peran sistem saraf dan emosi dalam memunculkan sensasi tersebut. Dalam eksperimen yang dilakukan, peneliti menggunakan karya musik yang diyakini dapat meningkatkan pelepasan dopamin di otak.

Ketika dopamin dan zat kimia lain meningkat, sinyal pendengaran yang dikirim ke otak mencapai puncaknya dan memicu reaksi merinding pada sebagian partisipan.

Kendati demikian, para peneliti mengakui adanya keterbatasan dalam studi ini. Sampel penelitian masih terbatas dan belum merepresentasikan populasi global secara menyeluruh. Selain faktor DNA dan peningkatan dopamin, masih dimungkinkan terdapat variabel lain yang turut memengaruhi munculnya sensasi merinding saat menikmati karya seni. (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya