Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Studi Jerman: Hampir Seluruh Tarif Trump Dibayar Rakyat AS

Wisnu Arto Subari
20/1/2026 20:21
Studi Jerman: Hampir Seluruh Tarif Trump Dibayar Rakyat AS
Donald Trump.(Al Jazeera)

MENURUT studi baru, salah satu alat favorit Presiden Donald Trump telah merugikan warga Amerika Serikat. Sebagian besar tarif AS, sekitar 96%, dibayarkan oleh pembeli AS. 

Itu menurut penelitian dari Institut Kiel untuk Ekonomi Dunia, lembaga think tank Jerman. Hanya sekitar 4% dari beban tarif dibayar oleh eksportir asing.

"Importir dan konsumen Amerika menanggung hampir seluruh biaya," kata para peneliti tentang tarif tersebut.

Studi yang diterbitkan pada Senin (19/1) itu mengatakan bahwa peningkatan pendapatan bea cukai sebesar US$200 miliar yang diperoleh pemerintah AS pada 2025 merupakan pajak yang hampir seluruhnya dibayar oleh warga Amerika.

Penelitian itu bertentangan dengan pesan Trump bahwa biaya tarif tidak akan dibayar oleh warga Amerika, tetapi oleh negara lain dan eksportir luar negeri. Kebijakan tarif agresif presiden yang diluncurkan tahun lalu memberlakukan bea tambahan pada puluhan mitra dagang, termasuk Tiongkok, India, dan Uni Eropa.

Studi Institut Kiel meneliti lebih dari 25 juta catatan pengiriman, senilai hampir $4 triliun, antara Januari 2024 dan November 2025. Para peneliti menemukan bahwa terjadi penerusan hampir sempurna dari tarif tersebut.

"Harga impor AS naik hampir sebanding dengan tarif, sementara volume perdagangan menyusut," kata studi tersebut.

Temuan ini menggemakan penelitian lain yang menemukan bahwa warga AS yang membayar tarif tersebut, termasuk dari Harvard Business School dan The Budget Lab di Yale. Analis di Deutsche Bank dan Bank of America juga mengatakan tahun lalu bahwa rakyat AS menjadi pihak yang membayar tarif tersebut.

Studi Kiel mengatakan bahwa importir dan pedagang grosir AS ialah pihak pertama yang terkena dampak biaya tarif diikuti oleh produsen dan pengecer. Semua harus memilih apakah akan menyerap tarif atau meneruskannya kepada pelanggan mereka. 

Konsumen AS kemudian terkena dampak kenaikan harga, baik pada barang impor maupun produk buatan AS yang menggunakan bahan baku asing. Ketersediaan barang di AS menjadi lebih terbatas, menurut temuan para peneliti.

Trump terus menggunakan tarif. Pada Sabtu, ia mengatakan bahwa ia akan mengenakan tarif tambahan pada Denmark dan negara-negara Eropa lain kecuali mereka menyetujui kesepakatan yang akan mentransfer Greenland ke AS.

Banyak kebijakan tarif Trump juga dapat dibatalkan. Mahkamah Agung diperkirakan akan segera memutuskan legalitas sejumlah tarif Trump yang diberlakukan berdasarkan undang-undang keamanan nasional darurat. Trump mengatakan AS akan terpuruk jika tarif tersebut dibatalkan. (Business Insider/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya