Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Ancaman Tarif Trump, Eropa akan Kurangi Kepemilikan Aset AS

Wisnu Arto Subari
19/1/2026 21:38
Ancaman Tarif Trump, Eropa akan Kurangi Kepemilikan Aset AS
Donald Trump.(Al Jazeera)

ANCAMAN perdagangan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terhadap pemerintah Eropa terkait Greenland meningkatkan kemungkinan bahwa pemerintah Eropa akan mengurangi kepemilikan aset AS mereka, sehingga mendukung euro. Demikian menurut seorang ahli strategi Deutsche Bank AG.

Eropa ialah pemberi pinjaman terbesar AS dengan negara-negara anggotanya memiliki obligasi dan saham AS senilai US$8 triliun. Ini hampir dua kali lipat dari gabungan seluruh dunia. 

Demikian tulis George Saravelos, kepala riset valuta asing global Deutsche Bank, dalam catatan kepada klien pada Minggu (18/1).

"Dalam lingkungan stabilitas geoekonomi aliansi barat terganggu secara eksistensial, tidak jelas alasan Eropa akan bersedia memainkan peran ini," katanya. "Perkembangan beberapa hari terakhir berpotensi lebih mendorong penyeimbangan kembali terhadap dolar."

Tarif baru Trump terhadap negara-negara Eropa terkait Greenland juga dapat menjadi katalisator bagi kohesi politik Eropa yang lebih besar. Ini juga menunjukkan, kata Saravelos, bahwa dampak negatif apa pun terhadap euro terhadap dolar minggu ini mungkin hanya bersifat sementara.

Meskipun mata uang bersama dibuka lebih rendah terhadap dolar pada Senin (19/1), mata uang tersebut kemudian menguat 0,2% pada hari itu menjadi US$1,1619, pada pukul 10.47 pagi waktu Singapura. Kontrak berjangka indeks ekuitas AS dan Eropa sama-sama turun.

"Hal terpenting yang perlu diperhatikan dalam beberapa hari ke depan ialah apakah Uni Eropa mengaktifkan instrumen antikoersi," kata Saravelos. Presiden Prancis Emmanuel Macron akan meminta hal itu, menurut seseorang yang dekat dengan presiden yang meminta anonimitas untuk mematuhi peraturan pemerintah.

"Dengan posisi investasi internasional bersih AS pada titik ekstrem negatif yang belum pernah terjadi, saling ketergantungan pasar keuangan Eropa-AS tidak pernah setinggi ini," kata Saravelos. "Penggunaan modal sebagai senjata, bukan arus perdagangan, akan menjadi hal yang paling mengganggu pasar." (Bloomberg/I-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya