Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
PAKAR neurologi lulusan Universitas Diponegoro Sigit Dewanto H mengatakan kesemutan yang menjadi gejala stroke biasanya terjadi di satu sisi tubuh dulu, kiri atau kanan, bukan kedua sisi.
"Kelemahan atau kesemutan pada wajah, tangan dan kaki, biasanya satu sisi dulu, jadi kanan atau kiri. Kalau kesemutan empat-empatnya, tangan dua, kaki dua, itu bukan stroke. Atau kesemutan tangan saja, itu juga bukan stroke," kata Sigit, dikutip Kamis (9/11).
Stroke merupakan keadaan terganggunya peredaran darah ke otak secara tiba-tiba atau mendadak, biasanya dapat disebabkan oleh tersumbat atau pecahnya pembuluh darah di otak. Hal ini menyebabkan terputusnya asupan oksigen dan nutrisi ke jaringan otak, sehingga jaringan otak menjadi rusak.
Baca juga: Begadang dan tidak Olahraga Tingkatkan Risiko Kejadian Stroke
Berbicara gejala, selain kesemutan pada wajah, tangan, dan kaki, tanda stroke juga meliputi nyeri kepala, pingsan atau tidak sadar, vertigo atau pusing berputar.
"Bisa beda-beda gejalanya, karena otak kita kayak komputer. Jadi yang rusak yang mana, itu yang menyebabkan gejalanya, semisal tiba-tiba enggak bisa mendengar, mencium, lupa-lupa," tutur dia.
Khusus nyeri kepala tanda stroke, biasanya tidak pernah dirasakan sebelumnya oleh pasien, terasa sangat hebat, berbeda dengan sakit kepala yang lain.
Baca juga: Pengendalian Faktor Risiko dapat Cegah Kejadian Stroke
Gejala stroke lainnya yakni kebingungan, kesulitan bicara, kesulitan melihat, kesulitan berjalan atau mengalami gangguan keseimbangan dan semua ini terjadi tiba-tiba.
"Yang namanya stroke. Selalu gejalanya tiba-tiba. Kalau ada gejala sebelumnya, mungkin bukan stroke, yang lain, misalnya tumor otak," kata Sigit.
Dia mengatakan, saat ini, stroke dan serangan jantung membunuh lebih dari 15 juta orang per tahun. Dua penyakit ini banyak dialami individu berusia di bawah 65 tahun dan seharusnya dapat dicegah.
Khususnya stroke, diketahui memiliki kemungkinan adanya gejala sisa atau cacat yang tinggi.
"Penyakit lain mungkin bisa sembuh sempurna, tetapi kalau stroke ini banyak yang cacat," pungkas Sigit. (Ant/Z-1)
Penderita diabetes umumnya menunjukkan empat gejala utama yang saling berkaitan, atau yang sering disebut sebagai gejala klasik 4P.
Stimulasi 40Hz setiap hari mampu menjaga fungsi kognitif pasien, bahkan menurunkan biomarker utama penyakit Alzheimer.
Memasuki tahun 2026, data menunjukkan pergeseran tren medis yang mengkhawatirkan: lonjakan signifikan kasus diabetes tipe 2 pada kelompok usia 20 hingga 30 tahun (Gen Z).
Perkembangan janin yang tidak sempurna hingga memicu PJB dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko dari sisi kesehatan orang tua maupun lingkungan.
Stroke yang dipicu oleh fibrilasi atrium cenderung lebih berat dibandingkan stroke pada umumnya.
Keempat penyakit tersebut adalah Avian Influenza (flu burung), Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS-CoV), Super Flu, dan infeksi virus Nipah.
Firbilasi Atrium merupakan pemicu utama stroke kardioembolik, yakni stroke yang terjadi akibat gumpalan darah yang berasal dari jantung.
Stroke yang dipicu oleh fibrilasi atrium cenderung lebih berat dibandingkan stroke pada umumnya.
Metode MENARI dilakukan dengan meletakkan jari telunjuk dan tengah pada pergelangan tangan atau leher selama 30 detik, lalu hasilnya dikalikan dua untuk mendapatkan denyut per menit.
Secara medis, stroke terjadi ketika suplai darah ke otak terputus, sehingga otak kekurangan nutrisi dan oksigen. Kondisi ini menyebabkan sel-sel otak rusak atau hancur dalam waktu singkat.
Peneliti temukan orang yang aktif di malam hari (night owls) memiliki risiko stroke dan serangan jantung lebih tinggi, terutama pada perempuan. Simak penjelasannya.
Dokter menyebut stroke muncul karena kebiasaan pria tersebut yang mengonsumsi minuman berenergi berlebihan setiap hari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved