Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Sering Begadang? Studi Ungkap 'Night Owls' Lebih Rentan Terkena Serangan Jantung dan Stroke

Thalatie K Yani
01/2/2026 08:32
Sering Begadang? Studi Ungkap 'Night Owls' Lebih Rentan Terkena Serangan Jantung dan Stroke
Ilustrasi(freepik)

BAGI Anda yang terbiasa aktif hingga larut malam atau night owls, sebuah peringatan kesehatan muncul dari penelitian terbaru. Studi skala besar yang melibatkan lebih dari 300.000 orang dewasa menunjukkan mereka yang secara alami sering begadang memiliki kesehatan jantung yang lebih buruk dibandingkan mereka yang aktif di pagi hari. Risiko ini ditemukan jauh lebih tinggi pada kelompok usia paruh baya dan lanjut usia, dengan dampak yang paling nyata terlihat pada perempuan.

Berdasarkan data dari UK Biobank dengan rata-rata usia partisipan 57 tahun, para peneliti menganalisis kronotipe atau preferensi waktu tidur alami seseorang. Hasilnya cukup mengejutkan, orang-orang dengan kronotipe malam memiliki kemungkinan 79% lebih besar untuk memiliki skor kesehatan kardiovaskular yang buruk.

Gaya Hidup Jadi Pemicu Utama

Mengapa para "burung hantu" ini lebih berisiko? Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of the American Heart Association ini mengungkapkan risiko tersebut sebagian besar dipicu faktor gaya hidup yang sering menyertai kebiasaan begadang. Pola makan yang kurang sehat, durasi tidur yang tidak mencukupi, dan tingginya angka perokok di kalangan orang yang aktif malam hari menjadi kontributor utama rendahnya kesehatan jantung mereka.

Sina Kianersi, Ph.D., peneliti dari Harvard Medical School, menjelaskan adanya fenomena circadian misalignment atau ketidakselarasan ritme sirkadian.

"Orang malam sering kali mengalami ketidakselarasan sirkadian, yang berarti jam tubuh internal mereka mungkin tidak sesuai dengan siklus cahaya siang-malam alami atau jadwal harian mereka yang biasa," ujar Kianersi. "Mereka cenderung memiliki perilaku yang dapat memengaruhi kesehatan kardiovaskular, seperti kualitas diet yang lebih buruk, merokok, serta tidur yang tidak memadai atau tidak teratur."

Risiko Lebih Tinggi pada Perempuan

Studi ini mencatat bahwa hubungan antara kronotipe malam dengan risiko kesehatan jantung jauh lebih kuat pada perempuan dibandingkan pria. Dalam masa pemantauan selama 14 tahun, kelompok penyuka malam ini memiliki risiko 16% lebih tinggi terkena serangan jantung atau stroke dibandingkan kelompok menengah. Sebaliknya, "tim pagi" justru menunjukkan skor kesehatan jantung 5% lebih baik.

Masih Ada Harapan untuk Berubah

Meski temuan ini terdengar mengkhawatirkan, para ahli menekankan ini bukanlah sebuah vonis mati. Karena pemicu risikonya adalah perilaku yang bisa diubah, para night owls memiliki peluang besar untuk menurunkan risiko tersebut.

Kristen Knutson, Ph.D., dari American Heart Association, menegaskan orang malam tidak secara inheren kurang sehat.

"Temuan ini menunjukkan risiko penyakit jantung yang lebih tinggi di kalangan tipe malam sebagian disebabkan oleh perilaku yang dapat dimodifikasi seperti merokok dan tidur. Oleh karena itu, tipe malam memiliki pilihan untuk meningkatkan kesehatan kardiovaskular mereka," kata Knutson.

Para ahli merekomendasikan program kesehatan yang lebih personal. Selain berhenti merokok dan memperbaiki pola makan, menyesuaikan waktu konsumsi obat atau terapi dengan jam biologis masing-masing individu dianggap dapat memberikan hasil yang lebih efektif untuk menjaga kesehatan jantung jangka panjang. (Science Daily/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya