Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
MUSIM liburan akhir tahun menjadi momen yang dinantikan banyak orang untuk berkumpul bersama keluarga, bepergian, atau sekadar beristirahat dari rutinitas.
Namun, perlu diwaspadai bahwa musim liburan juga dapat meningkatkan risiko serangan jantung.
Menurut data Asosiasi Jantung Amerika (AHA), angka kematian akibat serangan jantung cenderung lebih tinggi pada minggu terakhir Desember dibandingkan dengan waktu lainnya sepanjang tahun.
Artikel ini akan membahas mengapa risiko serangan jantung meningkat selama musim liburan, gejala yang perlu diwaspadai, serta tips menjaga kesehatan jantung agar liburan tetap aman dan menyenangkan.
Dr. Fatima Rodriguez, MD, seorang ahli kardiovaskular dari Stanford Health Care, mengungkapkan bahwa gaya hidup tidak sehat dan stres menjadi pemicu utama meningkatnya risiko serangan jantung selama liburan. Berikut adalah beberapa faktor penyebabnya:
Tekanan akibat perencanaan liburan, perjalanan panjang, dan pertemuan keluarga intens dapat meningkatkan stres fisik dan emosional. Hal ini membuat jantung bekerja lebih keras, meningkatkan risiko serangan jantung.
Liburan sering kali identik dengan makanan berlemak, tinggi garam, dan alkohol. Konsumsi berlebihan ini dapat memengaruhi tekanan darah dan memperburuk kondisi jantung.
Suhu rendah saat musim hujan atau dingin dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah, meningkatkan tekanan darah, dan memperburuk aliran darah ke jantung, terutama pada individu dengan penyakit jantung.
Gejala serangan jantung dapat berbeda pada setiap orang. Beberapa di antaranya sering kali diabaikan karena tidak ingin mengganggu momen liburan. Berikut gejala yang harus diwaspadai:
Agar liburan tetap aman, berikut beberapa tips menjaga kesehatan jantung:
Kenali Gejala Serangan Jantung
Pahami tanda-tandanya dan segera cari bantuan medis jika diperlukan. Semakin cepat perawatan dilakukan, semakin baik peluang pemulihan.
Pola Makan Sehat
Nikmati makanan khas liburan dengan bijak. Pilih alternatif sehat, kurangi asupan garam, dan hindari konsumsi alkohol berlebihan.
Kelola Stres
Habiskan waktu dengan orang-orang terdekat yang menyenangkan. Hindari acara yang membuat Anda tidak nyaman, dan luangkan waktu untuk relaksasi, seperti meditasi atau menulis jurnal.
Berolahraga Secara Teratur
Tetap aktif bergerak meskipun jadwal sibuk. Olahraga membantu mengurangi stres dan menjaga kesehatan jantung.
Konsumsi Obat Secara Teratur
Bagi yang memiliki riwayat penyakit jantung, pastikan untuk tidak melewatkan dosis obat, karena ini dapat memengaruhi efektivitas pengobatan.
Musim liburan seharusnya menjadi waktu yang menyenangkan, tetapi kesehatan jantung tetap harus menjadi prioritas.
Rencanakan liburan dengan baik, kenali risiko dan gejala serangan jantung, serta terapkan gaya hidup sehat untuk memastikan momen liburan Anda tetap aman dan bahagia. (Z-10)
Sumber:
Peneliti temukan orang yang aktif di malam hari (night owls) memiliki risiko stroke dan serangan jantung lebih tinggi, terutama pada perempuan. Simak penjelasannya.
Siapa sangka, golongan darah ternyata ikut berkaitan dengan risiko serangan jantung. Ini bukan mitos kesehatan.
Obesitas perut, dikenal sebagai lemak visceral, adalah pemicu diam-diam namun mematikan yang meningkatkan risiko serangan jantung dan kematian mendadak.
Kadar kolesterol tinggi dalam darah bisa diam-diam memicu penyumbatan arteri, meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.
SEBUAH studi yang dirilis British Cardiovaskular Society Conference menyebut bahwa serangan jantung lebih berpotensi terjadi di awal minggu, khususnya hari Senin.
Pemilihan destinasi yang tepat diharapkan dapat memberikan pengalaman liburan yang lebih personal dan bermakna.
Musim sakura selalu menjadi salah satu periode perjalanan yang paling ditunggu wisatawan asal Indonesia.
Liburan 2026 tanpa bikin tabungan jebol? Simak tips perencanaan finansial ala HSBC agar traveling tetap nyaman tanpa mengganggu stabilitas keuangan
MENINGKATNYA mobilitas masyarakat, baik untuk keperluan bisnis maupun liburan, mendorong perubahan pola kebutuhan perlindungan perjalanan.
Nicole Kidman merayakan status barunya dengan petualangan ke Antartika bersama anak-anaknya.
Perbedaan paling mencolok dari burnout dan post holiday blues terletak pada dampak emosional dan sikap individu terhadap tanggung jawabnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved