Headline

Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.

Wanita 32 Tahun ini Terkena Stroke, Kenali Gejala, Faktor Risiko dan Cara Menanganinya

Nadhira Izzati A
02/2/2026 18:30
Wanita 32 Tahun ini Terkena Stroke, Kenali Gejala, Faktor Risiko dan Cara Menanganinya
Stroke(Doc TikTok/airinstanyawati)

MEDIA sosial dikejutkan dengan kabar seorang wanita di Jakarta Selatan yang mendadak mengalami stroke di usia 32 tahun. Melalui akun TikTok pribadinya, Airin Stanyawati bercerita bahwa ia sempat mengabaikan gejala awal berupa pembengkakan pada mata. Namun, kondisi tersebut perlahan memburuk seiring munculnya berbagai gejala klinis lainnya.

Secara medis, stroke terjadi ketika suplai darah ke otak terputus, sehingga otak kekurangan nutrisi dan oksigen. Kondisi ini menyebabkan sel-sel otak rusak atau hancur dalam waktu singkat. Dampaknya pun sangat serius, mulai dari gangguan mobilitas, hilangnya sensasi sensorik, hingga menurunnya fungsi kognitif atau cara berpikir.

Berikut informasi lengkap mengenai gejala, faktor risiko, serta cara menangani stroke di usia muda yang perlu Anda ketahui.

Gejala Stroke yang Harus Diwaspadai

Stroke sering kali muncul secara tiba-tiba. Penting untuk tidak menyepelekan tanda-tanda berikut:

  • Kelumpuhan pada Bagian Tubuh Tertentu: Kehilangan fungsi motorik secara mendadak. Sebelum kelumpuhan total, seseorang biasanya merasakan kesemutan atau mati rasa pada satu sisi tubuh.
  • Kesulitan Bicara: Bicara menjadi pelo (sulit dipahami) atau mendadak bingung memahami perkataan orang lain.
  • Gangguan Penglihatan: Pandangan kabur, ganda, atau kehilangan kemampuan melihat pada salah satu mata secara tiba-tiba.
  • Kehilangan Keseimbangan: Pusing atau vertigo mendadak. Pengidap merasa sekelilingnya berputar meskipun sedang tidak bergerak.
  • Sakit Kepala Parah: Rasa nyeri yang sangat intens dan muncul seketika tanpa penyebab yang jelas.

Faktor Risiko Stroke di Usia Muda

Memahami faktor risiko adalah kunci utama pencegahan. Beberapa kondisi yang meningkatkan kemungkinan stroke antara lain:

  • Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi): Merupakan faktor risiko utama yang sering kali tidak menunjukkan gejala fisik awal.
  • Kolesterol Tinggi: Dapat memicu pembentukan plak yang menyumbat pembuluh darah menuju otak.
  • Merokok dan Alkohol: Kebiasaan ini mempercepat kerusakan dinding pembuluh darah secara signifikan.
  • Kontrasepsi Hormonal: Penggunaan jangka panjang pada wanita memiliki risiko lebih tinggi, terutama jika dibarengi dengan kebiasaan merokok.
  • Gaya Hidup Sedentari & Obesitas: Kurang aktivitas fisik memicu kenaikan tekanan darah dan penumpukan lemak tubuh.

Langkah Cepat Menghadapi Stroke

Jika Anda menemukan orang di sekitar mengalami gejala stroke, jangan menunda. Segera lakukan metode FAST:

  • F (Face): Perhatikan wajahnya, apakah tampak mencong atau tidak simetris saat tersenyum?
  • A (Arm): Mintalah untuk mengangkat kedua lengan. Apakah salah satu lengan terkulai lemah?
  • S (Speech): Minta ia mengucapkan kalimat sederhana. Apakah suaranya terdengar pelo?
  • T (Time): Jika ditemukan tanda-tanda tersebut, segera hubungi layanan darurat atau bawa ke IGD terdekat.

Penting untuk mencatat waktu pertama kali munculnya gejala, Hal ini dikarenakan dokter membutuhkan informasi ini untuk menentukan jenis terapi, misalnya pemberian obat penghancur bekuan darah (trombolitik) yang efektif diberikan dalam kurun waktu 3 hingga 4,5 jam pertama.

Stroke merupakan kondisi gawat darurat, maka jangan menunggu gejala membaik dengan sendirinya. Semakin cepat ditangani, semakin besar peluang pemulihan tanpa cacat permanen.

Sumber: TikTok/airinstanyawati, Alodokter, Halodoc



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya