Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
SIAPA sih yang tidak ingin keluarga harmonis? Tentunya semua menginginkannya. Keluarga yang harmonis dapat meningkatkan kualitas hidup anggotanya dan membawa banyak dampak positif.
Jangan sampai keluarga menjadi sumber utama kesengsaraan atau keterpurukkan. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui bagaimana cara berkeluarga dengan baik dan benar.
Menyambut Hari Keluarga Internasional, berikut beberapa kiat yang bisa digunakan membangun keluarga yang harmonis. Namun diperkukan kerja keras dan komitmen seluruh anggota keluarga ya.
Baca juga: Hari Keluarga Internasional: Sejarah, Tema, dan Cara Memperingati
Dalam sebuah keluarga, komunikasi yang baik sangat penting untuk menciptakan keharmonitas. Dimulai dari komunikasi suami-istri, ayah dengan anak, ibu dengan anak, hingga adik-kakak. Komunikasi menjadi cara terbaik untuk menyampaikan perasaan dan mengekspresikan apa yang dirasakan.
Baca juga: 10 Manfaat Kegiatan Family Time, Baik untuk Kesehatan Mental
Komunikasi akan mencegah terjadinya kesalahpahaman karena sesuatu disampaikan secara jelas, tidak saling menerka-nerka. Komunikasi yang baik ini harus dilakukan oleh semua anggota keluarga untuk merasakan keharmonisan. Jika ada saja yang tidak melakukannya, pertengkaran akan mudah terjadi.
Kebohongan sering menjadi alasan sebuah hubungan bermasalah. Begitu pun dalam berkeluarga, kebohongan bisa menjadi alasan pertengkaran terjadi, baik antara suami-istri atau orangtua dan anak. Apalagi kebohongan yang terus-menerus akan menimbulkan ketidakpercayaan. Seburuk apapun kondisinya, kejujuran dan keterbukaan akan lebih baik. Anggota keluarga lainnya akan merasa dipercaya. Selain itu, masalah yang terjadi bisa diselesaikan bersama-sama.
Setiap anggota keluarga mempunyai kesibukan masing-masing. Orangtua sibuk dengan pekerjaannya, anak sibuk dengan pendidikannya. Sebuah keluarga harus mengutamakan waktu untuk berkumpul bersama, tidak peduli sesibuk apa aktivitas yang dilakukan. Kebersamaan itu bisa berupa sarapan bersama, makan malam bersama, atau sekadar menonton acara televisi bersama. Kebersamaan akan semakin mengeratkan rasa kasih sayang antar anggota keluarga.
Hidup tidak selamanya berjalan mulus begitu saja, karena pasti akan ada persoalan dan hambatan yang menghadang. Agar bisa menjaga keluarga tetap harmonis, selesaikanlah permasalahan yang ada dengan kepala dingin dan bijak. Yang lebih penting lagi, jangan sesekali melampiaskan permasalahan dari luar ke dalam keluarga.
Sudah seharusnya sebagai satu bagian keluarga harus mempunyai rasa sayang dan perhatian. Orangtua menyayangi anak-anaknya, demikian pula anak-anak menyayangi orangtuanya. Bentuk perhatian dapat ditunjukkan dengan hal-hal yang paling sederhana. Seorang ibu misalnya, bisa menunjukkan perhatian dengan membuatkan bekal makanan untuk dibawa ke sekolah anak. Ayah memberikan bentuk perhatian dengan cara mengajari anak-anak belajar.
Keluarga bisa menjadi sumber kebahagiaan paling utama. Untuk menciptakan suasana keluarga bahagia bisa dilakukan, meskipun karakter setiap anggota keluarga bisa berbeda. Masing-masing hanya perlu berusaha menyenangkan orang lain dengan caranya sendiri.
Ada kalanya seseorang merasakan tekanan emosi yang luar biasa sehingga di luar kendali dan marah besar. Hindarilah bersikap emosional kepada keluarga, terutama ketika marah. Jangan sampai bersikap atau berkata yang melukai hati ketika marah. Selain itu, hindarilah pula sifat egois. Tidak apa-apa sesekali bersikap mengalah, karena mengalah tidaklah berarti kalah.
Menciptakan suasana yang damai di rumah penting untuk membentuk keluarga harmonis. Ketika anak membuat kesalahan, Anda dapat membicarakan atau menghukumnya dengan baik. Jangan sampai hilang kendali atau berteriak. Pasalnya bisa menciptakan suasana yang tak tenang di rumah.
Sangat penting untuk menanamkan nilai-nilai etika dan iman. Hal ini bisa membuat anggota keluarga tidak berperilaku seenaknya. Selain itu, nilai kemanusiaan juga harus senantiasa diterapkan di dalam anggota keluarga. (Z-3)
Inul Daratista menyebutkan bahwa selama bulan puasa, intensitas kebersamaan dengan suaminya, Adam Suseno, meningkat drastis.
BELAKANGAN ini, ruang media sosial diramaikan perbincangan mengenai istilah 'bahasa ibu' yang memantik refleksi publik.
Motivasi tersebut muncul karena Gen Z belajar dari pengalaman beban finansial atau kesalahan pengelolaan keuangan yang dilakukan generasi orangtua mereka di masa lalu.
Untuk menyiasati dampak negatif FOMO, kunci utamanya justru terletak pada fondasi yang dipupuk sejak dini di lingkungan keluarga.
Sebelum wafat, James Van Der Beek berbagi kisah haru tentang melepas topeng 'Superman' di depan anak-anaknya demi menghadapi kanker usus bersama.
Namun demikian, lansia dengan penyakit kronis tetap dianjurkan berkonsultasi dengan dokter sebelum berpuasa untuk penyesuaian obat dan pola makan.
Sekitar 19 persen orang mengalami kenaikan berat badan saat Ramadan akibat pola makan berlebih saat berbuka.
Secara medis, perut kembung disebabkan oleh penumpukan gas di saluran pencernaan.
Di tengah antusiasme menjalankan ibadah puasa, masyarakat diingatkan untuk tetap memperhatikan pola makan, khususnya dalam mengonsumsi asupan manis saat berbuka.
Kebiasaan menyimpan makanan sisa yang sudah matang sempurna untuk kemudian dipanaskan kembali adalah praktik yang kurang baik bagi kesehatan dan kualitas nutrisi.
Masyarakat diingatkan untuk memperhatikan asupan mikronutrien guna menjaga daya tahan tubuh, terutama karena Ramadan tahun ini diprediksi bertepatan dengan musim hujan.
Mahasiswa tetap bisa memenuhi kebutuhan gizi meski dengan anggaran terbatas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved