Headline
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Kumpulan Berita DPR RI
Tak sedikit orang yang kesulitan menjalankan rutinitas diet dan olahraganya selama bulan Ramadan. Perubahan jadwal harian menjadi alasan utamanya. Akibatnya, rutinitas puasa tidak membuat tubuh semakin sehat dan berat badan makin terjaga, malah sebaliknya meningkatkan berat badan.
Certified personal trainer dan sport nutrition, Salsabila Avinandita, mengatakan Ramadan adalah momen yang tepat untuk semakin meningkatkan kualitas kesehatan tubuh. Salah satunya dari aspek berat badan. Ia mengatakan ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk membuat setiap orang bisa mempertahankan atau meraih berat badan ideal selama Ramadan.
“Berpuasa di bulan Ramadan tidak berarti aktivitas olahraga harus terhenti. Dengan memperhatikan makanan yang dikonsumsi, olahraga yang tepat dengan intensitas yang disesuaikan membuat tubuh tetap bugar sehingga semangat menjalani aktivitas harian dan ibadah dengan bonus berat badan ideal.” ujar Salsa, dalam keterangan yang diterima Media Indonesia, Kamis, (23/3).
Baca juga: Obesitas Jadi Bom Waktu, Kemenkes: Konsumsi Gula, Garam dan Lemak Harus Diatur
Menurutnya penting untuk cermat dalam memilih jenis makanan yang dikonsumsi selama bulan Ramadan. Menu makanan dengan paduan makro dan mikro nutrisi akan membuat badan lebih bugar dan fit saat menjalankan puasa dan ibadah lainnya. Untuk berbuka puasa, kurma atau jus buah tanpa gula bisa menjadi pilihan takjil untuk mendapatkan gula alami, dilanjutkan dengan menu utama yang harus terdiri dari karbohidrat, protein, dan lemak.
"Hindari konsumsi gula berlebih yang membuat gula darah naik dan memberikan efek lemas serta mengantuk selama berpuasa. Asupan gula alami yang baik untuk tubuh bisa didapatkan dari konsumsi buah-buahan," ujar Salsa.
Baca juga: Ingin Capai Berat Badan Normal? Jalan dengan Kecepatan 5 Km/Jam
Saat sahur, kata Salsa, oatmeal atau roti gandum dengan kacang-kacangan dan buah cukup untuk memberikan energi selama berpuasa. Sebisa mungkin hindari makanan yang mengandung tepung, karena bisa membuat perut kembung sehingga tak nyaman saat berpuasa. Selain itu, penting untuk menjaga asupan air putih selama berpuasa.
"Konsumsi air putih bisa diatur sesuai dengan kenyamanan, seperti 1 liter setelah berbuka sampai saat mau tidur, dan 1 liter saat sahur sampai waktu imsak tiba," katanya.
Selain pilihan jenis makanan yang baik dan sehat, rutin berolahraga juga menjadi kunci kebugaran di Bulan Ramadan.
"Hindari berolahraga di pagi hari, karena kita harus simpan energi untuk beraktivitas seharian. Pilih di waktu sore sekitar 1 atau 2 jam sebelum berbuka puasa, atau bisa 30 menit atau 1 jam setelah berbuka puasa denga takjil. Usahakan untuk tetap berolahraga, minimal 10 menit perhari dengan intensitas ringan dan bisa gunakan beban minimal 1 kg untuk latihan pembentukan otot.” ujarnya.
(Z-9)
SELAMA menjalankan ibadah puasa Ramadan, asupan air minum umumnya juga berkurang. Tak jarang banyak yang kemudian bertanya, apakah hal tersebut bisa memengaruhi kesehatan ginjal?
DI antara isu yang mengguncang dunia Islam dari Maroko di barat hingga Indonesia di timur adalah sekularisme, baik sekularisme politik maupun kultural.
Pasien dengan kanker stadium lanjut disertai kondisi umum yang buruk, cachexia, atau malnutrisi berat memerlukan perhatian khusus dianjurkan tidak berpuasa.
Dokter spesialis kedokteran olahraga ingatkan ibu hamil, ibu menyusui, dan penderita komorbid untuk tidak memaksakan olahraga saat puasa Ramadhan 2026.
Bau mulut saat puasa mengganggu aktivitas? Simak siasat mencegah bau mulut menurut Ketua PDGI Usman Sumantri, mulai dari pola sikat gigi hingga jenis makanan.
Ingin berat badan tetap ideal saat puasa? Simak tips menjaga berat badan stabil selama Ramadhan 2026 dari ahli medis agar tidak kalap saat berbuka
Sebagai patokan sederhana, penurunan berat badan yang ideal berkisar antara 0,5–1 kg per minggu, atau tidak lebih dari 4 kg selama satu bulan penuh.
Sekitar 19 persen orang mengalami kenaikan berat badan saat Ramadan akibat pola makan berlebih saat berbuka.
Orang yang berolahraga lebih banyak membakar kalori ekstra, tetapi mereka tidak kehilangan berat badan sebanyak yang diharapkan berdasarkan jumlah kalori yang terbakar.
Diet karnivora tidak direkomendasikan karena bertentangan dengan prinsip dasar gizi seimbang dan tidak direkomendasikan untuk masyarakat umum.
Setiap orang memiliki respons metabolisme yang berbeda yang dapat dipengaruhi oleh hormon, kebiasaan makan, hingga kondisi kesehatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved