Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
UMUMNYA penderita diabetes cukup disulitkan untuk mengonsumsi makanan yang aman. Namun, dengan mencari tahu makanan terbaik untuk dimakan saat menderita diabetes tentu akan membuat hal tersebut tidaklah sulit. Untuk menjaga hal-hal sederhana, tujuan utamanya harus mengelola kadar gula darah tubuh.
Penting juga untuk mengonsumsi makanan yang membantu mencegah komplikasi diabetes seperti penyakit jantung. Pun diet dapat memiliki peran utama dalam mencegah dan mengelola diabetes. Berikut adalah beberapa makanan terbaik yang direkomendasikan Healthline untuk penderita diabetes, baik tipe 1 maupun tipe 2.
Ikan berlemak
Salmon, sarden, herring, ikan teri, dan mackerel adalah sumber asam lemak omega-3 DHA dan EPA, yang memiliki manfaat besar bagi kesehatan jantung. Mendapatkan cukup lemak ini secara teratur sangat penting bagi penderita diabetes, yang memiliki peningkatan risiko penyakit jantung dan stroke. Studi menunjukkan bahwa makan ikan berlemak juga dapat membantu mengatur gula darah. Sebuah penelitian melibatkan 68 orang dewasa yang kelebihan berat badan. Hasilnya, peserta yang mengonsumsi ikan berlemak mengalami peningkatan kadar gula darah pasca makan yang signifikan dibandingkan peserta yang mengonsumsi ikan tanpa lemak.
Alpukat
Alpukat memiliki kurang dari satu gram gula, sedikit karbohidrat, kandungan serat tinggi, dan lemak sehat, jadi tidak perlu khawatir akan meningkatkan kadar gula darah. Hal ini membuat alpukat menjadi camilan yang ideal untuk penderita diabetes, terutama karena obesitas meningkatkan kemungkinan terkena diabetes. Sebuah studi tahun 2019 pada tikus menemukan bahwa avocatin B (AvoB), molekul lemak yang hanya ditemukan dalam alpukat, menghambat oksidasi tidak lengkap pada otot rangka dan pankreas, yang mengurangi resistensi insulin.
Kacang
Kacang-kacangan kaya akan vitamin B, mineral bermanfaat (kalsium, kalium, dan magnesium), dan serat. Mereka juga memiliki indeks glikemik yang sangat rendah, yang penting untuk mengelola diabetes. Kacang juga dapat membantu mencegah diabetes. Dalam sebuah penelitian yang melibatkan lebih dari 3.000 peserta yang berisiko tinggi penyakit kardiovaskular, mereka yang memiliki konsumsi kacang-kacangan yang lebih tinggi memiliki kemungkinan lebih kecil terkena diabetes tipe 2.
Brokoli
Setengah cangkir brokoli yang dimasak hanya mengandung 27 kalori dan 3 gram karbohidrat yang dapat dicerna, bersama dengan nutrisi penting seperti vitamin C dan magnesium. Brokoli juga dapat membantu mengelola kadar gula darah. Satu studi menemukan bahwa mengonsumsi kecambah brokoli menyebabkan penurunan glukosa darah pada penderita diabetes.
Sayuran hijau
Sayuran hijau sangat rendah karbohidrat yang dapat dicerna, atau karbohidrat yang diserap oleh tubuh, sehingga tidak akan mempengaruhi kadar gula darah secara signifikan. Bayam, kangkung, dan sayuran hijau lainnya adalah sumber yang baik dari banyak vitamin dan mineral, termasuk vitamin C. Beberapa bukti menunjukkan bahwa penderita diabetes memiliki kadar vitamin C yang lebih rendah daripada orang tanpa diabetes, dan mereka mungkin memiliki kebutuhan vitamin C yang lebih besar.(OL-4)
RAMADAN bukan hanya menjadi waktu untuk melakukan refleksi spiritual, tetapi juga kesempatan untuk memberi tubuh waktu melakukan “reset” melalui pola makan yang lebih sehat.
Puasa Ramadan tingkatkan sensitivitas insulin penderita diabetes. Simak panduan pola makan, aturan hidrasi 2-4-2, dan tips medis dari pakar endokrin di sini.
Penderita diabetes berisiko tinggi mengalami masalah kaki akibat kerusakan saraf dan aliran darah. Lakukan pemeriksaan kaki rutin untuk mencegah infeksi serius dan amputasi.
Kaki merupakan bagian tubuh yang paling rawan terluka karena fungsinya sebagai penumpu utama beban tubuh.
Pemahaman mengenai klasifikasi diabetes melitus sangat penting karena setiap tipe memiliki karakteristik dan penyebab yang berbeda.
Penderita diabetes umumnya menunjukkan empat gejala utama yang saling berkaitan, atau yang sering disebut sebagai gejala klasik 4P.
TANTANGAN dalam upaya menurunkan berat badan menjadi ideal saat ini disebut semakin kompleks karena dipengaruhi oleh berbagai faktor di lingkungan.
Berat badan tak kunjung turun meski rutin olahraga? Terlalu banyak kardio, kurang istirahat, hingga pola makan bisa jadi penyebabnya. Simak penjelasannya.
Orang yang berolahraga lebih banyak membakar kalori ekstra, tetapi mereka tidak kehilangan berat badan sebanyak yang diharapkan berdasarkan jumlah kalori yang terbakar.
Diet karnivora tidak direkomendasikan karena bertentangan dengan prinsip dasar gizi seimbang dan tidak direkomendasikan untuk masyarakat umum.
MENINGKATNYA prevalensi obesitas di Indonesia mendorong perlunya pendekatan pengendalian yang semakin adaptif terhadap perilaku dan preferensi masyarakat.
Setiap orang memiliki respons metabolisme yang berbeda yang dapat dipengaruhi oleh hormon, kebiasaan makan, hingga kondisi kesehatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved