Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Komisi VIII DPR Yandri Susanto menyatakan bahwa untuk mencegah tindak penyelewengan dana oleh lembaga filantropi, seperti Aksi Cepat Tanggap (ACT), perlu dibentuk instansi khusus yang bertugas mengawasi.
"Kalau perlu, dibentuk Komisi Pengawasan Yayasan Filantropi, atau apa pun namanya. Sehingga, ada wadah atau jalur untuk masyarakat mengadu, atau ada yayasan yang menyimpang bisa ditindak," pungkas Yandri, Rabu (6/7).
Baca juga: Kementerian Sosial Cabut Izin Pengumpulan Uang dan Barang ACT
Menurut dia, hanya sanksi tegas yang bisa mengembalikan kepercayaan publik dan pembenahan pada sistem pencegahan, agar kasus yang menyeret ACT tidak terulang kembali.
Lebih lanjut, dia menekankan penyelewengan dana sosial, berapa pun jumlahnya, harus tetap ditindak. Sebab, dana tersebut untuk kegiatan sosial dan bertujuan membantu warga yang tertimpa musibah, bukan untuk kepentingan pribadi.
"Berapa pun yang diselewengkan, harus ditindak serta dilakukan diaudit. Sanksi dan tindakan tegas itu diperlukan, demi memulihkan kepercayaan publik," imbuhnya.
Baca juga: Dua Petinggi ACT Ahyudin dan Ibnu Khajar Diperiksa atas Dugaan Penipuan
Senada, Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ace Hasan Syadzily meminta kasus penyelewengan dana donasi yang dilakukan lembaga filantropi ACT segera ditindak. Pihaknya ingin dilakukan audit kepada ACT dan dilaporkan kepada publik.
Dengan begitu, kasus ini menjadi evaluasi dan informasi bagi masyarakat agar cermat memilih lembaga filantropi. "Kasus ACT harus dibongkar ke masyarakat. Agar masyarakat dan para donaturnya mengetahui dana tersebut dipergunakan untuk apa saja," tutur Ace.(OL-11)
Menag Nasaruddin Umar menyoroti proses pengumpulan dana umat yang dinilainya belum optimal. Dana umat yang dihimpun dapat mencapai Rp500 triliun per tahun
Baznas membentuk Asosiasi Amil Zakat Republik Indonesia (AAZRI) dalam rangka mengoptimalkan pengumpulan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di Indonesia.
Sebagai bagian dari kerja sama ini, Bank Muamalat berkomitmen menyediakan pembiayaan Rp2 triliun untuk pengembangan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).
Prestasi ini bukan sekadar angka, melainkan cerminan dari dedikasi dan integritas BMH dalam mengelola setiap rupiah zakat, infak, dan sedekah yang diamanahkan oleh para donatur.
Para pimpinan lembaga dan para amil zakat perlu menyerap masukan dari umat tentang pemanfaatan dana zakat. Dalam hal ini, bukan hanya mengolah pandangan internal lembaga.
Ketiga tersangka tersebut ialah Presiden ACT Ibnu Khajar, mantan Presiden ACT Ahyudin, dan Senior Vice President & Anggota Dewan Presidium ACT Hariyana Hermain.
Status kepegawaian yang diperoleh pegawai SPPG sejatinya merupakan titik ideal bagi para pekerja di Indonesia dan seharusnya menjadi contoh dalam sistem ketenagakerjaan
KETUA Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Mukhamad Misbakhun meminta agar Bank Indonesia (BI) untuk menjaga nilai tukar rupiah pada angka-angka yang moderat.
Kewenangan penuh untuk mensimulasikan mekanisme aturan ada di tangan DPR bersama pemerintah selaku pembentuk undang-undang.
ANGGOTA Komisi XII DPR RI Yulisman menilai kebijakan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) satu tahun sebagai langkah strategis untuk memperkuat tata kelola sektor pertambangan.
Pemerintah Kota Bandung berupaya menggeser status kawasan Kebun Binatang Bandung dari konservasi menjadi ruang terbuka hijau tanpa fondasi hukum.
Komisi XI DPR RI segera menyelenggarakan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) untuk calon deputi gubernur Bank Indonesia (BI).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved