Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 6 pasien hepatitis akut meninggal dunia. Rata-rata pasien datang ke rumah sakit dalam keadaan berat. Sehingga, sangat sedikit waktu dan penanganan yang dimiliki rumah sakit.
"Ditemukannya 6 kasus meninggal dan dilakukan investigasi, memang (pasien) datang dalam keadaan berat. Seperti, kejang dan hilang kesadaran, hingga dengan keterlambatan itu, pasien anak meninggal," ujar Juru Bicara Kemenkes Mohammad Syahril dalam konferensi pers, Rabu (18/5).
Lalu, ada kasus orang tua pasien membawa anak dengan hepatitis akut ke klinik dan diberi obat. Dalam hal ini, orang tua tidak langsung membawa anaknya ke rumah sakit terdekat.
Baca juga: Kemenkes Konfirmasi 6 Pasien Hepatitis Akut Meninggal, Paling Muda Berusia 2 Bulan
"Sehingga dengan adanya informasi ini, orang tua, dokter dan faskes lainnya harus segera dirujuk ke rumah sakit untuk pasien hepatitis akut ini," imbuhnya.
Syahril menjelaskan bahwa penanganan pasien hepatitis akut sudah bisa dilakukan di beberapa puskesmas. Khususnya, di Jakarta untuk melakukan SGOT/SGPT. Lalu, ada juga puskesmas yang bisa melakukan penanganan Hepatitis A, B, dan C.
Baca juga: Hepatitis Akut tak Berhubungan dengan Vaksin Covid-19
"Untuk di rumah sakit, yang levelnya kabupaten, seharusnya bisa melakukan penanganan lanjutan, kecuali Hepatitis E. Selama ini dilakukan di PMI, karena ada kaitannya dengan transfusi darah dan tidak boleh dilakukan donor yang ada virus hepatitisnya," paparnya.
Saat ini, pasien hepatitis akut yang tercatat di Kemenks mencapai 14 kasus. Itu dengan rincian 1 kasus probable yang sudah meninggal dan 13 kasus masih pending classfication.
"Mudah-mudahan dalam pekan ini, ada hasil tindak lanjut dari pasien pending classification," kata Syahril.(OL-11)
Psikolog Michelle Brigitta membagikan tips mengatasi post holiday blues pada anak, mulai dari validasi emosi hingga mengatur ulang rutinitas harian.
Psikolog Sani B. Hermawan menyarankan anak di bawah 16 tahun berkolaborasi di akun orangtua guna mematuhi PP Tunas dan menjaga keamanan digital.
Psikolog UI Prof. Rose Mini dan Alva Paramitha menyarankan orangtua kreatif berikan alternatif kegiatan nyata untuk kurangi ketergantungan gawai anak.
Penggunaan gawai justru memutus kebutuhan stimulasi tersebut karena sifatnya yang searah. Anak cenderung hanya menjadi peniru pasif tanpa memahami makna di balik kata-kata yang didengar.
Jika orangtua melarang anak bermain ponsel namun mereka sendiri sibuk dengan perangkatnya, hal itu akan mengirimkan pesan yang bertentangan bagi anak.
Anak-anak adalah peniru ulung yang belajar dari apa yang mereka lihat sehari-hari.
WhatsApp resmi meluncurkan fitur akun yang dikelola orang tua untuk anak usia 10-12 tahun. Simak cara setting, fitur kontrol, dan sistem keamanannya di sini.
SELAMA puluhan tahun, Indonesia terjebak dalam delusi bahwa mutu pendidikan bisa ditingkatkan hanya dengan menyuntikkan dana ke sekolah atau mengganti label kurikulum
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Child grooming bisa berawal dari kedekatan semu. Orangtua jadi benteng pertama dengan parenting protektif: anak aman bercerita, paham batasan, dan mengenal emosi.
SAAT ini, di Indonesia terdapat sekitar 90 juta anak yang berumur 0-18 tahun, yang berarti hampir 30% dari jumlah penduduk negeri ini yang berjumlah sekitar 280 juta jiwa.
Beberapa buah yang dianggap "sehat" dan "baik untuk jantung" bisa memicu peradangan, memperburuk aliran darah, serta memperlemah kekuatan kaki dengan cara yang tidak terlihat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved