Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Bukan Sekadar Awasi HP! Berikut Cara Orangtua Mencegah Child Grooming sejak Dini

M Iqbal Al Machmudi
18/1/2026 17:40
Bukan Sekadar Awasi HP! Berikut Cara Orangtua Mencegah Child Grooming sejak Dini
Cara Orangtua Mencegah Child Grooming sejak Dini.(Freepik)

PSIKIATER PP Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PP PDSKJI), Lahargo Kembaren, menegaskan orangtua memegang peran kunci dalam mencegah child groomingmodus manipulasi psikologis yang kerap diawali dari “kedekatan” semu.

Child grooming merupakan proses manipulasi yang disengaja ketika pelaku membangun kepercayaan, kedekatan emosional, hingga ketergantungan pada anak, dengan tujuan mengeksploitasi korban, baik secara emosional, psikologis, maupun seksual.

Menurut Lahargo, benteng utama pencegahan bukan sekadar pengawasan ketat, melainkan pola pengasuhan yang membuat anak merasa aman untuk bercerita.

“Parenting adalah faktor protektif utama. Mereka berperan untuk membangun ruang aman pada anak. Sehingga anak bisa bercerita tanpa dihakimi dan anak bisa bercerita secara jujur tanpa dimarahi,” kata Lahargo saat dihubungi, Minggu (18/1).

“Anak yang aman bercerita, lebih sulit dimanipulasi,” ucapnya.

Ia menambahkan, orangtua juga perlu mengajarkan “bahasa emosi” sejak dini. Anak perlu dikenalkan pada konsep nyaman/tidak nyaman, serta perbedaan rahasia yang baik dan rahasia yang berbahaya. Dengan kemampuan menamai perasaan, anak dinilai lebih kuat melindungi diri.

Selain itu, pembicaraan tentang batasan harus dinormalisasi dalam keseharian. Anak perlu memahami tubuh adalah miliknya dan ia berhak berkata tidak.

“Menghormati anak bukan membuatnya manja, tapi membuatnya aman,” ujar Lahargo.

Dalam praktik sehari-hari, orangtua juga disarankan mengenal lingkungan anak tanpa membuat anak merasa diawasi berlebihan, mulai dari lingkar pertemanan, aktivitas online, hingga figur signifikan dalam hidup anak. Kuncinya adalah hadir secara konsisten, bukan mengontrol secara berlebihan.

“Kedekatan orangtua adalah benteng pertama melindungi anak, bukan pengawasan ketat,” pungkasnya. (Iam)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik