Headline
Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan pasien meninggal karena hepatitis akut yang belum diketahui etiologinya (acute hepatitis of unknown aetiology) sebanyak 6 kasus dengan rata-rata umur yang tidak lebih dari 2 bulan hingga 8 tahun.
"Yang meninggal itu ada 6 pasien ada usia 2 bulan, 8 bulan, 9 bulan, 1 tahun, 14 bulan, hingga 8 tahun. Kemudian yang masih dirawat ada 4 orang dan yang sudah dipulangkan ada 4 orang," kata Juru Bicara Kementerian Kesehatan Mohammad Syahril dalam konferensi pers di Gedung Adhiyatma Kemenkes, Jakarta Selatan, Rabu (18/5).
Per 17 Mei 2022 Kementerian Kesehatan mencatat kasus hepatitis akut di Indonesia ada 27 kasus dengan catatan hanya 1 yang probable, 13 kasus masih dalam tahap pending classfication, dan 13 discarded.
"Satu kasus tersebut berada di DKI Jakarta, sehingga yang kita sebut dugaan kasus hepatitis itu per 17 Mei 2022 ada 14 kasus yaitu probable 1 dan 13 kasus pending classification," ujar Syahril.
Perubahan jumlah kasus dari sebelumnya ada pengurangan kasus di probable karena setelah dilakukan pemeriksaan ternyata pasien sepsis bacterial. Syahril juga menjelaskan bahwa karena penyakit ini masih belum diketahui etiolobinya maka setiap hari data dari kasus ini masih bisa berubah-ubah.
Baca juga: Masuki Masa Sidang, DPR Soroti Hepatitis Akut hingga Pemilu 2024
Direktur Utama RSPI Sulianti Saroso Jakarta tersebut juga menekankan bahwa untuk kasus probable pasiennya sudah meninggal dan masih menunggu pemeriksaan selanjutnya apakah masih tetap probable atau discarded.
Data dari pasien hepatitis akut saat ini yakni pasien laki-laki berjumlah 9 orang dan 5 orang perempuan dengan rata-rata umur pasien 0-5 tahun berjumlah 7 anak, 6-10 tahun sebanyak 2 anak, dan 5 anak berusia 11-16 tahun.
Kemudian dari situasi global hepatitis akut sasat ini dari 20 negara saat ini menjadi 27 negara yang melaporkan. Dengan total kasus menjadi 436 kasus dan kematian anak sebanyak 11 anak dan d Indonesia ada 6 kasus. Negara terbanyak yang melaporkan kasus ada Inggris sebanyak 163 kasus dan Amerika Serikat 103 kasus.
Gejala yang ditimbulkan pun berbeda-beda jika di Inggris hepatitis akut menimbulkan gejala paling banyak timbul jundice, muntah, perubahan warna feses dan sebagainya. Sedangkan di Indonesia pasien paling banyak mengeluhkan demam, hilang nafsu makan, muntah, dan mual. (A-2)
Kementerian Kesehatan mengatakan bahwa sampai dengan minggu kesembilan 2026, kasus campak di Indonesia telah turun menjadi 511 kasus dari sebelumnya 531 kasus.
Pemerintah mempercepat pelaksanaan imunisasi campak-rubella (MR) di berbagai daerah menjelang periode mudik dan libur Lebaran.
Antisipasi lonjakan kasus, Kemenkes siapkan layanan vaksinĀ campak (vaksin MR) di posko mudik Lebaran 2026, terutama di bandara dan pelabuhan. Cek detailnya!
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan campak menjelang periode mudik dan libur Lebaran.
Plt Dirjen Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan, Andi Saguni, mengimbau kepada masyarakat untuk tidak sembarangan menyentuh balita untuk mencegah terjadinya penularan campak.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyayangkan influencer Ruce Nuenda yang keluyuran atau beraktivitas di ruang publik saat sakit campak.
Cek daftar lengkap identitas 13 korban longsor TPST Bantargebang. 7 orang dinyatakan meninggal dunia termasuk sopir truk dan pemilik warung.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali melaporkan delapan orang hanyut akibat banjir bandang yang terjadi di Desa Banjar, Kabupaten Buleleng.
WARGA negara asing (WNA) ditemukan meninggal dunia di salah satu apartemen, kawasan Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Rabu (4/2).
Marcel Radhival mengenang sosok Tika sebagai pendamping hidup yang sangat suportif.
Seorang warga yang terdampak banjir di Desa Karangligar, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, ditemukan meninggal dunia setelah sebelumnya dilaporkan hilang oleh pihak keluarga.
Pendaki asal Magelang Syafiq Ridhan Ali Razan (18) yang dilaporkan hilang sejak 17 hari lalu saat mendaki Gunung Slamet akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved