Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

7 Jenis Buah Diam-Diam Mengganggu Kaki dan Mobilitas Orang Berusia di Atas 60 Tahun

Muhammad Ghifari A
14/12/2025 10:34
7 Jenis Buah Diam-Diam Mengganggu Kaki dan Mobilitas Orang Berusia di Atas 60 Tahun
Ilustrasi(Freepik)

KETIKA seseorang mencapai usia di atas 60 tahun, banyak yang menganggap kelemahan kaki sebagai hal yang wajar akibat proses penuaan. Namun, Dr. Shigeyaki Hinohara, dokter tertua di Jepang, berpendapat bahwa penyebabnya bisa jadi tidak terduga, yaitu dari konsumsi buah.

Hinohara menjelaskan bahwa beberapa buah yang dianggap "sehat" dan "baik untuk jantung" bisa memicu peradangan, memperburuk aliran darah, serta memperlemah kekuatan kaki dengan cara yang tidak terlihat.

Berikut adalah tujuh buah dan produk buah yang dicermati Hinohara dan alasan mengapa orang tua sebaiknya membatasi atau berhati-hati dalam mengonsumsinya.

1. Anggur: Beban Fruktosa untuk Sirkulasi

Anggur banyak dikonsumsi, tetapi tingginya kandungan fruktosa menjadi isu utama. Fruktosa langsung diproses di hati, yang dapat meningkatkan kadar asam urat. 

Asam urat ini mengganggu Oksida Nitrat, senyawa yang penting bagi pembuluh darah agar dapat melebar dan bersantai.

Akibatnya, sirkulasi darah menyempit, sehingga mengurangi aliran oksigen dan nutrisi ke otot kaki. Hal ini membuat kaki lebih berat dan memperlambat proses pemulihan otot.

2. Pisang: Pemicu Kenaikan Gula Darah yang Tajam

Meskipun tinggi kalium, pisang juga mengandung karbohidrat sederhana yang banyak. Pada orang tua yang mengalami resistensi insulin umum setelah 60 tahun, hal ini bisa menjadi masalah.

Mengonsumsi pisang, terutama tanpa tambahan protein atau lemak, dapat menyebabkan fluktuasi gula darah yang berlebihan dan stres pada pembuluh darah kecil.

Hal ini sering menghasilkan lonjakan dan penurunan energi yang cepat, yang bisa mengakibatkan rasa lemas di akhir pagi dan memicu peradangan yang mengurangi kekuatan pada kaki.

3. Nanas: Edema Ringan dan Kerentanan Pembuluh Darah

Nanas terkenal karena enzim antiinflamasi bromelain, tetapi tingginya fruktosa dan asam perlu diperhatikan. Gabungan asam dan gula bisa mengiritasi usus dan membuat lapisan endotel pada pembuluh darah lebih rentan. Ini bisa menyebabkan retensi cairan (edema ringan).

Cairan yang terperangkap di kaki menghambat pengaliran oksigen ke otot, mengakibatkan kaki terasa bengkak dan kaku, serta memperlambat pemulihan setelah berjalan.

4. Semangka: Indeks Glikemik Tinggi dan Ketidakstabilan Energi

Semangka memberikan rasa segar dan sebagian besar terdiri dari air, tetapi memiliki indeks glikemik yang sangat tinggi dan rendah serat, protein, dan lemak yang mendukung.

Penyerapan yang cepat dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang mendadak, diikuti oleh penurunan drastis, mengakibatkan ketidakstabilan energi.

Jika dikonsumsi secara berlebihan, dapat mengencerkan elektrolit penting (seperti magnesium dan kalium), yang bisa berisiko menyebabkan kram malam atau sindrom kaki gelisah.

5. Buah Kering (Kismis, Kurma, Mangga Kering): Gula yang Sangat Padat

Proses pengeringan mengurangi kadar air dan volume, namun membuat kandungan gula menjadi lebih pekat. Seperempat cangkir kismis dapat mengandung gula lebih banyak daripada satu kaleng soda. Kandungan gula yang sangat tinggi ini dapat menyebabkan lonjakan yang ekstrem, merusak lapisan dalam pembuluh darah.

Jika dikonsumsi secara berlebihan, bisa terjadi kerusakan pada pembuluh darah yang akan membatasi nutrisi untuk mencapai area kaki bawah, serta menyebabkan lonjakan dan penurunan energi yang tajam, yang berujung pada kelelahan dan ketidakstabilan.

6. Jus Buah (Termasuk Jus Jeruk Peras): Gula Cair Tanpa Serat

Jus buah kehilangan serat, menyisakan gula dalam bentuk cair yang diserap dengan segera. Penyerapan yang cepat ini menyebabkan lonjakan insulin yang sangat tinggi. Penggunaan jus buah sendiri telah dikaitkan dengan peningkatan risiko diabetes tipe 2, terutama di kalangan orang tua.

Lonjakan insulin yang tiba-tiba ini menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah di area ekstremitas (seperti kaki, telapak kaki, dan jari-jari kaki) serta mengakibatkan otot kehilangan ketahanan.

7. Buah Kalengan: Sirup dan Metode Pengolahan

Buah kalengan seperti peach yang terendam dalam sirup, atau koktail buah yang mengandung gula tinggi, seringkali dengan menggunakan sirup jagung fruktosa tinggi dan bahan pengawet. Proses pengalengan merusak enzim dan membuat buah terendam dalam gula, yang memberikan beban berlebih pada pembuluh darah yang sudah tua.

Konsumsi tinggi produk buah yang telah diolah berhubungan dengan penurunan kecepatan berjalan serta peningkatan inflamasi sistemik yang terlihat dari adanya protein C-reaktif, yang berlawanan dengan keperluan kekuatan kaki.

Hinohara menjelaskan bahwa tubuh orang dewasa yang lebih tua berbeda, dengan kebutuhan dan kerentanan yang unik. Kekuatan tidak berasal dari rasa manis, tetapi dari cara menjaga keseimbangan.

"Pilihan buah Anda hari ini akan menjadi kekuatan bagi Anda di masa depan. . . Kami tidak ingin orang merasa takut terhadap makanan. Kami ingin membantu mereka memahami konteks. Buah yang sama bisa menjadi dukungan untuk tubuh atau justru menjadi beban, tergantung pada usia, waktu konsumsi, dan kombinasi makanan yang dimakan bersamaan dengan buah. " katanya. (TheSeniorHealthPodcast/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik