Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
HEPATITIS akut yang belum diketahui etiologinya diduga bisa menular lewat udara. Hal itu diungkapkan oleh Anggota Komite Ahli Hepatitis Kementerian Kesehatan Rino Alvani Gani.
"Jadi hepatitis akut ini kan diduga berasal dari adenovirus. Dan virus ini memang bisa ditularkan melalui udara. Jadi karena sampai saat ini memang belum diketahui fakta sebenarnya, jadi sebaiknya kita berjaga-jaga atas kemungkinan itu," kata Rino dalam webinar Hepatitis Akut dan Kanker Hati, Sabtu (14/5).
Sampai saat ini sendiri, ungkap Rino, peneliti di berbagai negara belum bisa menemukan penyebab dari munculnya hepatitis akut ini. Pun, ia menyatakan bahwa gejala yang ditimbulkan antara hepatitis akut dan hepatitis lainnya pada umumnya sama. Diantaranya diare, mata kuning, sakit perut, ALT meningkat lebih dari 500 IU/mL hingga kesadaran menurun.
Baca juga: Kemenkes: PTM Tidak Perlu Dihentikan Terkait Hepatitis Akut
"Penyebab hepatitis itu ada banyak, entah dari virus, autoimun, obat, toksin. Dan virus yang menyebabkan hepatitis juga banyak. Mulai dari dengue, cytomegalovirus, adenovirus. Tapi gejalanya memang sulit untuk dibedakan apa penyebabnya," ungkap dia.
Namun demikian, ungkap Rino, mengacu pada makna harfiah dari kata akut, sebenarnya hepatitis itu berarti baru diidap oleh pasien dalam waktu kurang dari enam bulan. Dengan waktu tersebut, peradangan hati yang dialami seseorang semestinya dapat disembuhkan tanpa memberikan efek jangka panjang.
"Kanker hati itu bisa teradi apabila peradangan hati berlangsung lebih dari 6 bulan. Normalnya yang menyebabkan kanker itu sekitar 20-30 tahun. Kalau yang hanya beberapa bulan, enggak," beber dia.
"Tapi sampai saat ini memang belum ada fakta baru lagi mengenai hepatitis akut. Jadi kita tunggu perkembangannya sambil tentunya berusaha juga mencari tahu," pungkas dia. (OL-4)
Sejarah manusia dipenuhi penemuan penting seperti listrik, internet, dan vaksin yang mengubah peradaban. Inovasi ini menjadi fondasi kemajuan teknologi, komunikasi, dan kesehatan global.
Istilah super flu saat ini sedang ramai diperbincangkan seiring meningkatnya kasus influenza.
Malaria masih menjadi masalah kesehatan global yang kompleks akibat imunitas parsial, pembawa asimtomatik, dan resistensi insektisida.
MEDIAINDONESIA.COM, 8 Februari 2026, menurunkan berita berjudul ‘Lebih Awal, Arab Saudi Mulai Terbitkan Visa Haji 2026 Hari Ini’.
PENINGKATAN keamanan pangan membutuhkan kebijakan yang tepat demi mewujudkan kesehatan dan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang lebih baik di masa depan.
Jika langkah-langkah pencegahan dan deteksi dini tidak diperkuat sejak dini, jumlah kasus kanker diprediksi akan meningkat hingga 70% pada 2050.
Case fatality rate (CFR) atau jumlah angka kematian karena demam berdarah dengue (DBD) menurun signifikan dari 2021 di kisaran 0,9%, menjadi 0,4% pada 2025.
Istilah super flu saat ini sedang ramai diperbincangkan seiring meningkatnya kasus influenza.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan, teknologi genomik memungkinkan pemeriksaan kesehatan menjadi lebih personal.
Spesialis dermatologi dr. Riva Ambardina Pradita menekankan pentingnya hidrasi dan penggunaan pelembap untuk menjaga kelembapan kulit selama puasa Ramadan.
Kemenkes menegaskan rumah sakit tidak boleh menolak pasien peserta PBI dengan status JKN nonaktif sementara hingga tiga bulan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan penyelesaian masalah BPJS dapat dilakukan tanpa menunggu Perpres.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved