Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA DPR RI Puan Maharani memfasilitasi generasi muda untuk menyuarakan aksi nyata mengatasi krisis iklim. Harapan kelompok pemuda yang fokus terhadap isu climate change ini disampaikan pada salah satu forum 144th Inter-Parliamentary Union (IPU) Assembly & Related Meetings di Bali. Sebagai President of Assembly, Puan menjadi pemimpin Sidang Paripurna Majelis IPU ke-144.
“Pada Majelis IPU ke-144 ini, kita diharapkan dapat meneguhkan kembali tujuan IPU untuk memperkuat parlemen, untuk mempromosikan demokrasi, perdamaian, dan pembangunan berkelanjutan,” ujar Puan.
Hal tersebut disampaikan dalam First Plenary Sitting of the 144th Assembly of the Inter Parliamentary Union di Bali International Convention Centre (BICC) Nusa Dua, Bali, Senin (21/3).
Baca juga: YLKI Dorong Produsen AMDK Lakukan Edukasi Demi Lindungi Konsumen
Baca juga: Stop Penggunaan Merkuri, Konvensi Minamata di Bali Resmi Berlangsung
Puan mengatakan, IPU harus mendorong peningkatan partisipasi perempuan dan kalangan muda dalam pengambilan keputusan di berbagai badan publik. Termasuk dalam isu perubahan iklim yang menjadi tema dari IPU ke-144.
“Perempuan mencakup 80% dari displaced person yang terdampak dari perubahan iklim. Perempuan dan anak perempuan adalah yang paling rawan dalam situasi konflik,” kata Puan.
“Perubahan iklim merupakan krisis eksistensi planet bumi. Pemanasan bumi telah terjadi lebih cepat dari masa-masa sebelumnya,” lanjutnya.
Melati Wijsen, pemimpin gerakan Youthtopia yang bertujuan memberdayakan anak-anak muda agar menjadi agen perubahan, berbicara di hadapan delegasi negara-negara IPU.
Di hadapan forum IPU, Melati yang tinggal di Bali sejak kecil menyatakan generasi muda sudah bosan dengan berbagai agenda penyelamatan bumi yang hanya sekadar kata-kata saja.
“Pemuda dari seluruh dunia, termasuk anggota parlemen yang hadir di sini, tahu perubahan iklim sudah ada. Dan kita tidak menunggu sampai tua untuk melakukan aksi,” ungkap Melati.
Melati mengaku sudah sejak usia 12 tahun mengkampanyekan penghentian polusi plastik dan melakukan berbagai gerakan. Ini ia lakukan berawal karena tidak ingin Bali yang indah tercemar oleh polusi plastik.
“Sekarang setelah hampir 10 tahun, hal itu sudah terealisasi. Kami mendengar kita harus take action, maka jangan lagi cuma berbicara. Kami tidak butuh lebih banyak lagi konferensi-konferensi,” tegasnya.
Melati mengungkap pemanasan global telah menyebabkan banyak bencana, seperti mencairnya es di kutub, hutan terbakar, dan masih banyak lagi. Perubahan iklim disebutnya dapat membuat manusia kehilangan tempat tinggal, munculnya penyakit baru, termasuk pandemi, jika tidak ada aksi nyata.
Baca juga: Dewan Pers: "Publisher rights" bukan sikap anti-platform Digital
“Perubahan iklim sudah ada dan sedang terjadi. Ini kenyataan buat kita. Banyak pemuda di dunia punya visi, ide, untuk membangun agar dunia menjadi lebih baik. Tapi kami membutuhkan contoh,” sebut Melati.
Perempuan 21 tahun itu pun meminta agar pemimpin dunia, termasuk dari kalangan parlemen, memberikan kebijakan serius terkait masalah perubahan iklim.
“Kita pemuda di sini serius mengenai perubahan. Kita sudah siap. Bagaimana dengan kalian?” tantang Melati ke para anggota parlemen negara-negara dunia di forum IPU.
Setelah Melati, Puan mengundang Presiden Forum of Young Parliamentarians, Sahar Albazar dari Mesir, untuk menyampaikan aspirasi. Ia menyatakan juga berbicara sebagai perwakilan kaum muda dan generasi penerus.
Menurut Sahar, penggunaan emisi dan berbagai perilaku penyebab pemanasan global sudah ada sejak generasi muda saat ini lahir.
“Tapi kami yang akan merasakan dampaknya, kami yang akan memperbaiki kerusakqn-kerusakannya,” urai Sahar.
Para pemuda di dunia disebut tak merasa puas dengan kebijakan-kebijakan pemimpin dalam mengatasi perubahan iklim. Untuk itu, Sahar mengajak seluruh generasi muda di dunia melakukan aksi.
“What can we do? Kita melakukan aksi sesuai paris agreement dan untuk sampai sana kami membutuhkan partisipasi lebih banyak lagi dari kalangan muda. Termasuk di parlemen-parlemen dunia agar kita lebih banyak didengar dan bisa berbicara,” ujarnya.
Di forum ini, sebuah pesan video dari mantan Sekjen PBB, Ban Ki-moon turut disampaikan. Ban Ki-moon menjadi tokoh yang selalu mendorong tindakan nyata di semua tingkatan untuk menanggulangi perubahan iklim.
Selain itu, delegasi IPU diingatkan pada pesan dari Sekjen PBB saat ini, Antonio Guterres yang disampaikan dalam peluncuran laporan terbaru The Intergovernmental Panel on Climate Change, atau IPCC, sebagai badan keilmuan PBB untuk perubahan iklim.
Delegasi IPU juga mendapat pesan dari Ketua Parlemen Tuvalu, Samuelu Penitala Teo. Tuvalu merupakan salah satu negara pulau dan berkembang di kawasan Pasifik yang mengalami secara langsung efek yang sangat merugikan dari perubahan iklim.
Puan lalu mengingatkan forum IPU agar serius menanggapi aspirasi dan pesan-pesan yang telah disampaikan tersebut. Ia mengatakan, parlemen harus mampu memberi contoh melakukan aksi nyata penanggulangan perubahan iklim.
“Dan mari kita tunjukkan bahwa Parlemen dapat berkontribusi mewujudkan dunia yang lebih aman, adil, dan sejahtera,” tegas Puan.
Sementara itu, Sekjen IPU Martin Chungong menyatakan mempromosikan pemberdayaan pemuda menjadi salah satu agenda IPU. Para pemuda disebut harus diberi kesempatan untuk membawa perubahan pada dunia. “Kita harus katakan ya untuk pemuda-pemuda di dalam parlemen,” kata Chungong. (H-3)
Kegiatan aksi bersih pantai di Kuta, Bali ini diikuti oleh sedikitnya 80 mahasiswa Melanesia yang menempuh studi di berbagai perguruan tinggi di Bali.
Prakiraan cuaca BMKG menyebut hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir/kilat dan angin kencang berpotensi terjadi di sebagian besar wilayah Bali.
Berdasarkan analisis BBMKG Denpasar, monsun Asia diprakirakan masih akan memberikan pengaruh kuat disertai dengan terbentuknya pola pertemuan angin
PKS meraih penghargaan terbaik Indeks Integritas Partai Politik (IIPP) 2025 dari Kemenko Polkam dan BRIN dalam Rakor Evaluasi di Bali.
Pullman Bali Legian Beach menggelar perayaan Imlek 17 Februari 2026 dengan buffet khas oriental, live cooking, Chinese dance, dan suasana hangat kebersamaan.
Pullman Bali Legian Beach menghadirkan Timeless Valentine 14 Februari 2026 dengan dinner romantis tujuh hidangan, live acoustic, dan Infinity Pool tepi pantai.
KPK menyebut Komisi III DPR RI mendukung revisi UU Tipikor sebagai syarat aksesi Indonesia ke OECD, termasuk pengaturan suap pejabat publik asing dan pertanggungjawaban korporasi.
Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang menyampaikan dukungannya untuk memperkuat regulasi Badan Amil Zakat Nasional
Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman mengingatkan adanya mantan pejabat yang diduga menjadi penumpang gelap dalam isu reformasi Polri.
Intimidasi tersebut merupakan bentuk nyata dari praktik pembungkaman terhadap daya kritis mahasiswa.
Insiden penembakan ini merenggut nyawa pilot dan kopilot, sementara 13 penumpang dilaporkan selamat.
ANGGOTA Komisi XII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Dewi Yustisiana, mendorong penyusunan roadmap nasional Logam Tanah Jarang (LTJ) yang terintegrasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved