Headline

Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.

PLN Pastikan Listrik Bali Aman Jelang Nyepi dan Idul Fitri 2026

Naufal Zuhdi
16/3/2026 10:05
PLN Pastikan Listrik Bali Aman Jelang Nyepi dan Idul Fitri 2026
Direktur Ritel dan Niaga PLN Adi Priyanto mengecek kesiapan infrastruktur listrik di Bali.(PLN)

PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero memastikan kesiapan sistem kelistrikan di Bali menjelang dua momen besar keagamaan, yakni Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 2026. Selain menjaga keandalan pasokan listrik, PLN juga memperkuat infrastruktur kendaraan listrik (electric vehicle/EV) untuk mendukung mobilitas wisatawan sekaligus mendorong transisi menuju energi bersih di Pulau Dewata.

Direktur Ritel dan Niaga PLN Adi Priyanto mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan menyeluruh terhadap seluruh rantai sistem kelistrikan, mulai dari pembangkit, transmisi, distribusi hingga kesiapan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di berbagai lokasi strategis.

“Semua persiapan kami cek mulai dari pembangkitan, transmisi, distribusi hingga pelayanan pelanggan. Termasuk kesiapan SPKLU di Bali. Petugas kami siaga 24 jam dalam tiga shift untuk memastikan pengguna kendaraan listrik mendapat layanan yang aman dan nyaman,” ujar Adi.

PLN memperkirakan sekitar 4.500 kendaraan listrik akan masuk ke Bali selama periode arus mudik dan aktivitas wisata. Untuk mendukung mobilitas tersebut, PLN telah menyiapkan 142 unit SPKLU yang tersebar di berbagai lokasi strategis seperti kawasan wisata, pusat perbelanjaan, serta jalur utama perjalanan.

“Kami memastikan wisatawan yang datang ke Bali dengan kendaraan listrik tidak akan kesulitan melakukan pengisian daya,” kata Adi.

PLN juga melakukan pengecekan kesiapan kelistrikan di sejumlah lokasi strategis, salah satunya Trans Studio Mall Bali.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Bali Eric Rossi Priyo Nugroho menjelaskan kunjungan tersebut bertujuan memastikan kualitas layanan listrik bagi pelanggan besar tetap terjaga menjelang periode siaga Ramadan dan Idulfitri. Dalam kunjungan tersebut, pengelola pusat perbelanjaan juga menyampaikan testimoni mengenai keandalan layanan PLN.

“Pelayanan PLN sangat baik. Kami jarang mengalami pemadaman sehingga operasional mall berjalan lancar,” kata Eric menyampaikan keterangan dari manajemen mall.

Menurut Eric, aktivitas pengunjung di Trans Studio Mall Bali meningkat signifikan menjelang Ramadan, terutama saat waktu berbuka puasa, karena pusat perbelanjaan tersebut didominasi tenant food and beverage (F&B).

Manager PLN UP3 Bali Selatan Alex menjelaskan bahwa untuk menjaga keandalan pasokan listrik, PLN menerapkan sistem jaringan berlapis (spindle network). Dengan sistem tersebut, apabila terjadi gangguan pada salah satu jaringan, suplai listrik dapat segera dialihkan tanpa mengganggu pelanggan.

Trans Studio Mall Bali sendiri merupakan pelanggan besar PLN dengan daya tersambung sekitar 695 kVA. Konsumsi listrik rata-rata mall tersebut mencapai 1,32 juta kWh per bulan dengan nilai pembayaran listrik sekitar Rp1,6 miliar setiap bulan.

Selain memastikan keandalan listrik, PLN juga mendorong integrasi ekosistem kendaraan listrik di kawasan pusat perbelanjaan. Di Trans Studio Mall Bali saat ini telah tersedia tiga unit SPKLU yang melayani pengguna kendaraan listrik.

Direktur Utama PLN Icon Plus Anton mengatakan fasilitas tersebut ke depan akan ditingkatkan menjadi fast charging dan ultra fast charging untuk memenuhi kebutuhan pengguna kendaraan listrik yang terus meningkat.

“Saat ini tersedia tiga SPKLU tipe medium dan cukup ramai digunakan. Ke depan kapasitasnya akan kami tingkatkan agar lebih cepat dan efisien,” ujarnya.

PLN juga tengah menjajaki integrasi layanan pengisian kendaraan listrik dengan aplikasi milik Trans Studio Mall agar pengguna EV dapat menikmati berbagai promo tenant saat melakukan pengisian daya.

Di sisi lain, pusat perbelanjaan tersebut juga telah mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap dengan kapasitas hampir 1 megawatt. PLTS tersebut dilengkapi sistem baterai dan inverter yang memungkinkan pengelolaan energi lebih stabil dan terintegrasi dengan jaringan PLN melalui konsep virtual power plant (VPP).

“Konsep ini tidak hanya meningkatkan keandalan listrik, tetapi juga membantu meningkatkan bauran energi hijau di Bali,” kata Anton.

Kesiapan sistem kelistrikan Bali juga diperkuat melalui koordinasi antara unit pembangkitan, transmisi, dan distribusi. Manajer Unit Pelaksana Pengatur Beban (UP2B) Bali Komang Teddy Indra Kusuma memastikan kondisi sistem kelistrikan Bali secara umum berada dalam kondisi aman.

“Cadangan operasi lebih dari 20 persen atau sekitar 300 megawatt, sehingga cukup untuk menghadapi periode siaga Ramadan, Idulfitri, dan Nyepi,” ujarnya.

Selama periode siaga tersebut, PLN juga menunda sejumlah pekerjaan pemeliharaan yang berpotensi menyebabkan gangguan pasokan listrik.

“Kami memastikan tidak ada pekerjaan pemeliharaan yang dapat menyebabkan pemadaman selama masa siaga,” katanya.

Sementara itu, Manajer Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Bali I Made Harta Yasa mengatakan pembangkit listrik yang dikelola PLN Indonesia Power di Bali memiliki kapasitas sekitar 759 megawatt (MW). Pembangkit tersebut tersebar di beberapa lokasi seperti Pesanggaran, Gilimanuk, Pemaron, hingga Nusa Penida.

“Seluruh pembangkit dalam kondisi siap operasi dengan pasokan energi primer yang cukup,” tuturnya. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya