Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PLT Kepala Biro Kerja sama dan Hubungan Masyarakat Kemendikbud-Ristek Anang Ristanto mengatakan nilai batas kelulusan atau passing grade seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) guru 2021 sudah sesuai standar.
Passing grade ditetapkan oleh Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) Seleksi Guru ASN 2021 dengan merujuk kepada hasil proses pengaturan standar yang melibatkan panel ahli substansi yakni dosen, guru, praktisi.
Setiap mata pelajaran dan hasil uji coba empiris yang dipandu oleh tim ahli psikometrika (dosen, praktisi) untuk menjamin bahwa setiap peserta tes yang dinyatakan lulus memiliki pengetahuan minimal yang dibutuhkan untuk menjadi guru ASN PPPK.
Baca juga: Passing Grade PPPK 2021, Bentuk Ketidakpekaan Kemendikbud-Ristek pada Guru Honorer
"Bagi peserta tes yang belum mencapai nilai batas kelulusan, Panselnas Seleksi Guru ASN PPPK 2021 memberikan kesempatan untuk mengikuti tes seleksi tahap II dan tahap III," ujar Anang saat dihubungi, Minggu (19/9).
"Kesempatan ini diharapkan bisa dimanfaatkan oleh guru untuk belajar kembali agar bisa mencapai nilai batas kelulusan pada seleksi kompetensi tahap II dan III," tambahnya.
Anang menjelaskan nilai afirmasi diberikan untuk memberikan penghargaan kepada peserta tes yang telah memenuhi kriteria/spesifikasi tertentu, misalnya afirmasi kepada guru yang memiliki sertifikat pendidik, guru honorer K2, guru berumur lebih dari 35 tahun, dan guru disabilitas.
"Soal ujian dan modul serta soal try out pada Program Guru Belajar dan Berbagi Seri Belajar Mandiri Calon Guru ASN PPPK dikembangkan dari cakupan kisi-kisi yang sama, namun dengan tingkat kedalaman soal yang berbeda," katanya.
"Perbedaan kedalaman cakupan materi tersebut sebagai ruang bagi calon peserta untuk mempersiapkan penguasaan kompetensi teknis dengan lebih komprehensif sebagai calon guru yang efektif," tambahnya.
Baca juga: Pakar Klimatologi UGM: Dua Jenis Mitigasi Hadapi Hujan Lebat
Sebelumnya, Ketua Umum Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) Mahnan Marbawi meminta passing grade Guru Agama diturunkan.
"Alasannya adalah guru agama tidak mendapatkan modul resmi untuk belajar sebagaimana halnya guru mata pelajaran lain yang bisa belajar dengan modul resmi dari Kemendikbud-Ristek dan mengikuti try out resmi dari Kemendikbud-Ristek serta sudah latihan berbulan-bulan lamanya sebelum tes," ujarnya.
Sementara guru agama juga tidak ada modul resmi sama sekali dan tidak difasilitasi bimbingan belajar seperti di Puspenjar dan SIM PKB Kemendikbud-Ristek seperti guru mata pelajaran lainnya.
AGPAII meminta agar passing grade diturunkan dan adanya penambahan kuota bagi guru agama. Serta untuk guru yang sepuh dan di wilayah 3T mendapatkan perlakuan khusus.
"Kuota dan formasi untuk guru agama sangat sedikit dan tidak merata di Indonesia. Banyak kabupaten/ kota dan provinsi yang kekurangan guru agama di seluruh Indonesia, namun formasi tidak ada. Permintaan kami, mohon kuota guru agama di Indonesia dipenuhi," pungkasnya. (H-3)
Agus menilai, prioritas pengangkatan ASN seharusnya diberikan kepada sektor yang lebih krusial bagi hajat hidup masyarakat.
KEPALA Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengangkat PPPK dari SPPG tahap 2 sebanyak 32.000 formasi dari SPPG, Komisi IX DPR RI minta MBG berdampak
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengatakan akan mengangkat pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap 2 sebanyak 32.000 formasi
WAKIL Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengatakan pegawai SPPG yang diangkat menjadi aparatur sipil negara (ASN) PPPK sebanyak 32.000
Lembata membutuhkan investasi yang ramah lingkungan, meskipun beberapa sektor strategis kerap mendapat penolakan dari sebagian masyarakat.
Banyak ASN yang masih bingung mengenai "cara install" dan "daftar".
Status kepegawaian yang diperoleh pegawai SPPG sejatinya merupakan titik ideal bagi para pekerja di Indonesia dan seharusnya menjadi contoh dalam sistem ketenagakerjaan
Pelantikan pengangkatan guru dan tenaga pendidikan tersebut akan dilaksanakan secara serempak pada Jumat (12/12).
Hetifah menekankan jika status honorer akan dihapus, tidak boleh dimaknai sebagai penghapusan hak.
Selain penambahan insentif, pemerintah juga menyiapkan program pengembangan kompetensi yang lebih terstruktur untuk para guru.
Ketua DPRD DKI Jakarta, Khoirudin, menilai kesejahteraan guru, khususnya guru honorer, masih perlu menjadi perhatian serius karena mereka berada di garda terdepan dalam proses pendidikan.
Pemerintah berencana meningkatkan kesejahteraan guru honorer di Indonesia melalui penambahan insentif serta sejumlah kebijakan pendukung lainnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved