Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA Komisi IX DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Edy Wuryanto, mengomentari perbedaan nasib antara pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan guru honorer yang belakangan ramai diperbincangkan publik.
Menurut Edy, status kepegawaian yang diperoleh pegawai SPPG sejatinya merupakan titik ideal bagi para pekerja di Indonesia dan seharusnya menjadi contoh dalam sistem ketenagakerjaan nasional.
"Soal P3K yang selama yang akhir-akhir ini banyak dikomentari itu, ya memang bagus kalau BGN bisa mengangkat P3K bagi SPPI, ahli gizi accounting. Bagus tuh. Karena di dalam ketenagakerjaan kita yang menjadi concern juga Komisi IX bahwa setiap pemberi kerja itu wajib mengikuti norma perintah, upah, dan status," ujarnya.
Ia menjelaskan, terdapat tiga hal mendasar yang wajib dipenuhi oleh pemberi kerja dalam mempekerjakan tenaga kerja, yakni perintah, upah, dan status. Ketiga unsur tersebut, kata Edy, semestinya menjadi standar tinggi dalam praktik ketenagakerjaan di Indonesia.
"Jadi ini contoh yang baik bagi negara. Kalau ingin mengambil karyawan statusnya harus jelas," lanjutnya.
Meski demikian, Edy menekankan bahwa status yang diperoleh pegawai SPPG menjadi persoalan keadilan ketika dibandingkan dengan nasib guru dan tenaga kesehatan (nakes) yang telah lama mengabdi.
"Nah yang tidak adil, itu kan para nakes dan para guru protes, terutama yang sudah mengabdi lama. Jadi, Saya berharap ini menjadi efek domino bagi presiden untuk menyelesaikan P3K yang ada, terutama di tenaga guru dan kesehatan," tuturnya.
Ia mengimbau agar persoalan tersebut segera dibahas dan dikomunikasikan dengan Presiden Prabowo Subianto, sehingga polemik dan protes dari kalangan guru tidak terus berlarut-larut.
"ini jika tidak diurus, nanti protesnya akan berlanjut lanjut. Sopir MBG yang mengantar gajinya lebih tinggi dari guru yang mendidik anak-anak. Mereka kuliahnya berdarah-darah kok tiba-tiba sama negara yang memberi kerja kok perlakuannya berbeda," pungkasnya. (P-4)
Simposium merupakan perwujudan komitmen PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk dalam meningkatkan pengetahuan dan kompetensi tenaga Kesehatan.
Pada Batch II, sebanyak 366 relawan diberangkatkan dari beberapa titik dalam beberapa gelombang.
Relawan Laskar Trisakti 08 bekerja sama dengan Universitas Trisakti mengirimkan bantuan tenaga kesehatan dan obat-obatan ke wilayah terdampak banjir Sumatra.
Kisah Ibu Irene Sokoy di Papua meninggal setelah ditolak empat rumah sakit menunjukkan kegagalan serius dalam pemerataan tenaga kesehatan di Indonesia.
Anggota DPR RI Netty Prasetiyani mengungkapkan pembangunan Rumah Sakit (RS) internasional akan sia-sia bila kualitas lulusan kedokteran dalam negeri tidak memenuhi standar dunia.
Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini mendesak pemerintah segera mengevakuasi WNI kru kapal yang terkatung hampir setahun di lepas pantai Afrika tanpa kepastian upah dan nasib.
Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri Jimly Asshiddiqie menilai reformasi Polri tak bisa instan karena 30 aturan internal perlu dibenahi.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti penghapusan 11 juta peserta PBI BPJS dan meminta penonaktifan tidak mendadak serta disertai sosialisasi.
DPR RI memastikan layanan kesehatan peserta PBI BPJS tetap berjalan selama 3 bulan ke depan meski ada penonaktifan, dengan iuran ditanggung pemerintah.
Anggota Komisi VII DPR RI Samuel Wattimena menyoroti belum optimalnya penyerapan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2.
Abdullah juga mengaitkan temuan ini dengan aksi KPK sebelumnya yang menjaring pegawai Bea Cukai di Jakarta dan Lampung terkait kasus dugaan korupsi importasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved