Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Ilmu Kedokteran Berkembang Cepat, Akses Informasi Penting bagi Praktisi Medis

Indrastuti
31/1/2026 17:57
Ilmu Kedokteran Berkembang Cepat, Akses Informasi Penting bagi Praktisi Medis
Ilustrasi(Dok Istimewa)

PERKEMBANGAN ilmu kedokteran yang terus bergerak cepat membuat penyediaan akses terhadap pembaruan informasi ilmiah dan inovasi layanan kesehatan menjadi kebutuhan esensial bagi praktisi medis. Untuk itu, PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk menggelar simposium bertema Empowering Healthcare: Excellence Through Knowledge, Collaboration and Innovation, di Jakarta, Sabtu (31/1/2026). 

"Acara yang merupakan bagian dari puncak perayaan ulang tahun ke-8 ini, sebagai upaya mendukung peningkatan pengetahuan, kompetensi, serta kapasitas tenaga kesehatan dari berbagai bidang keilmuan," kata Direktur Utama PT Diagnos Laboratorium Indonesia Tbk Fergus Richard.

Ia menjelaskan simposium itu dihadiri lebih dari 300 peserta dokter secara offline dari berbagai disiplin ilmu, baik dokter spesialis maupun dokter umum.

"Kegiatan ini menghadirkan pembahasan ilmiah lintas disiplin, meliputi obstetric dan ginekologi, penyakit dalam, pediatri, pulmonologi, serta patologi klinik," kata dia.

Ia memaparkan simposium dilaksanakan dalam tiga kelas paralel yang memungkinkan peserta mengikuti sesi sesuai bidang keahliannya dengan topik pembahasan antara lain, akurasi diagnosis bakteri H pylori dengan uji Urea Breath Test, diagnosa saluran pernapasan dengan panel respiratory dan test IGRA, serta optimalisasi skrining genetik risiko kanker payudara dan ovarium.

“Melalui simposium ini, kami berkomitmen mendukung ruang ilmiah yang kredibel dan relevan bagi tenaga kesehatan sekaligus memperkuat kolaborasi layanan pemeriksaan dalam upaya peningkatan pelayanan kesehatan di Indonesia,” ujar Fergus.
Selain sesi ilmiah, juga ada ceremonial session yang menghadirkan pemangku kepentingan pada sektor kesehatan seperti Komisaris Utama Bundamedik Healthcare System Group (BMHS Group) Ivan Rizal Sini dan Komisaris Independen BMHS Group Arianti Anaya.

Kegiatan ini juga dihadiri Kepala Balai Besar Biomedika & Genomika Kesehatan Indri Rooslamiati dan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jakarta Cecilia R Padang.

Fergus menjelaskan simposium merupakan perwujudan komitmen PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk dalam meningkatkan pengetahuan dan kompetensi tenaga Kesehatan dengan menyediakan forum interaksi yang memungkinkan pertukaran pandangan perspektif antar spesialisasi bidang ilmu agar tercipta integrasi penanganan medis komprehensif dan berorientasi pada mutu.

"Forum perdana yang diselenggarakan PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk ini juga merupakan sarana penyampaian perkembangan teknologi, metode diagnostik, dan pendekatan klinis terkini untuk dapat diterapkan dalam praktik kesehatan modern dan diwujudkan dalam bentuk Health Exhibition yang didukung mitra Diagnos Laboratorium, di antaranya UBC Indonesia, Intrada, Setia Anugrah Medika, SD Biosensor, Nusantik, Mulia Sejahtera Scientific, dan puluhan mitra lainnya," terang Fergus.

Ia berharap dari jaringan hubungan kerjasama antara klinisi, industri dan akademisi yang dibangun melalui simposium dapat mendorong riset, peningkatan layanan, kapabilitas tenaga medis, integrasi inovasi, dan peluang kolaborasi berkelanjutan, sehingga dapat berdampak luas bagi masyarakat Indonesia. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya