Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
MENINGGALNYA Prof Firmanzah PhD, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) yang di akhir hayatnya menjabat Rektor Paramadina disebabkan oleh vertigo.
Akademisi dan praktisi klinis, Prof Ari Fahrial Syam dalam keterangan tertulisnya menyoroti penyakit vertigo yang memicu kematian mendadak seperti dialamo Prof Firmanzah.
"Saya tidak kenal dekat dengan almarhum, tetapi almarhum sebagai salah seorang tokoh di UI. Saya beberapa kali bertemu dengan almarhum.Dalam kondisi pandemi ini, umumnya ketika kita mendengar ada seseorang meninggal mendadak, padahal kita tahu sebelumnya almarhum sehat, maka yang terpikir oleh kita adalah Covid-19 sebagai penyebabnya," kata Prof Ari Fahrial yang kini menjabat sebagai Dekan Fakultas Kedokteran UI, Minggu (7/2).
Baca juga: Vertigo? Yuk, Baca selengkapnya
Namun keluarga membantah bahwa almarhum meninggal karena Covid-19 dan dalam gambar-gambar proses persemayaman dan pemakaman almarhum Prof Firmanzah tidak melalui protokol pemusalaran jenazah covid-19. Dan sesuai protokol covid-19, orang yang meninggal karena covid-19 akan ditangani oleh tim pemusalaran covid-19 di rumah sakit. Ari Fahrial mendengar informasi Firmanzah selamasa hidupnya memiliki penyakit jantung dan GERD.
"GERD salah satu penyakit yang berhubungan dengan asam lambung, tidak akan menyebabkan kematian mendadak. Cuma memang kadang kala berbagai penyakit serius gejalanya seperti orang sakit GERD. Sehingga sering kali disangkakan GERD sebagai penyebab langsung kematian. Sedangkan sakit jantung sendiri memang bisa menyebabkan terjadinya kematian mendadak pada seseorang," ujar Ari.
Ia menambahkan informasi lainnya yang ia peroleh almarhum mengidap vertigo. Atau bahasa awamnya pusing tujuh keliling.
Ari memaparkan hampir semua orang pernah mengalami vertigo karena pusing tujuh keliling ini bisa muncul dengan banyak sebab. Kadar vertigo bisa ringan sampai berat. Vertigo ringan bisa muncul bila ada perubahan posisi tertentu seperti saat menunduk, sujud terlalu lama dan saat bangun bisa memicu terjadinya vertigo.
Baca juga: Kenali Beberapa Jenis Makanan yang dapat Memicu Migrain
"Pada saat kita kurang tidur dan saat tekanan darah rendah, akan timbul pusing melayang. Selain itu ketika otak kekurangan darah dalam waktu singkat yang dipicu masalah jantung seperti serangan jantung, gangguan irama jantung yang mendadak bisa terjadi vertigo. Dehidrasi, kurang minum bisa terjadi pada pagi hari, apalagi jika kita menggunakan AC dan tubuh terpapar langsung dengan suhu dingin yang akan menyebabkan terjadinya dehidrasi di pagi hari," jelasnya.
Oleh karena itu selalu dianjurkan pada saat bangun pagi bangun secara perlahan-lahan dan segera minum satu hingga dua gelas air putih untuk rehidrasi tubuh. Kadar gula darah yang rendah atau hipoglikemia bisa menyebabkan timbulnya vertigo, karena kesibukan seseorang bisa lupa makan dan minum bisa menyebabkan terjadinya vertigo.
"Secara umum vertigo bukan diagnosis penyakit tetapi adalah gejala dari suatu penyakit. Vertigo sebagai satu diagnosis yang tertulis pada klasifikasi internasional penyakit (ICD-10) adalah benign paroxysmal positional vertigo (BPPV). Pasien dengan BPPV mempunyai gejala utama vertigo. Vertigo terjadi saat pasien berguling atau bangun tiba-tiba dan biasanya vertigo yang muncul juga disertai mual," terangnya.
Penyakit BPPV ini terjadi karena ada masalah di telinga. Pasien-pasien ini biasanya mengalami vertigo secara kronis dan perlu dikonsulkan ke dokter THT untuk evaluasi lebih lanjut.
Baca juga: Lima Penyebab Migrain yang Jarang Diketahui
Berbagai penyakit lain yang bisa menyebabkan terjadinya vertigo antara lain karena gangguan pada otak. Penggunaan obat-obat tertentu misal anti depresi, obat penenang atau obat tidur bisa menyebabkan terjadinya vertigo. Pasien kadang kala mengeluh seperti melayang saat mengonsumi obat tersebut.
Ada beberapa hal yang perlu diketahui oleh masyarakat seputar vertigo ini. Pasien harus segera berobat ke dokter apabila vertigo disertai dengan nyeri dada, sesak nafas, sakit kepada hebat, mual muntah, denyut jantung cepat, bicara menjadi tidak jelas bahkan sampai kejang-kejang. Bila keluarga melihat tanda atau gejala tersebut, segera bawa pasien tersebut ke rumah sakit.
Karena bisa saja vertigo yang muncul tersebut adalah gejala serangan jantung atau stroke yang bisa berujung kematian pada pasien yang menderita vertigo mendadak.
"Hidup mati seseorang adalah sudah suratan Allah SWT, kita pun tidak tahu kapan kita di panggil Allah SWT. Tetapi kita tetap ikhtiar untuk terus menjaga kesehatan agar selalu sehat. Selamat jalan Prof Firmanzah, Insha Allah husnul khotimah," ucap Prof Ari Fahrial.
baca juga: Rektor Paramadina dan Guru Besar UI Firmanzah Tutup Usia
Sementara itu Saleh Husin yang merupakan Ketua Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia (MWA UI) menambahkan bahwa Prof Firmanzah PhD merupakan seorang pekerja keras yang tanpa kenal lelah selalu menyelesaikan tugas-tugasnya termasuk dalam membimbing para mahasiswa.
"Beliau juga orang yang rendah hati jadi kepergian beliau sangat terasa di kalangan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI. Hal inilah yang diceritakan oleh beberapa rekannya di FEB UI termasuk mahasiswa bimbingannya yang saat ini punya jabatan penting di kementerian," kata Saleh Husin yang kini juga menjabat Managing Director Sinar Mas. (OL-3)
Metode MENARI dilakukan dengan meletakkan jari telunjuk dan tengah pada pergelangan tangan atau leher selama 30 detik, lalu hasilnya dikalikan dua untuk mendapatkan denyut per menit.
Saat berat badan berlebih, tubuh tidak hanya menyimpan lemak ekstra. Sistem metabolisme ikut berubah.
Diet karnivora tidak direkomendasikan karena bertentangan dengan prinsip dasar gizi seimbang dan tidak direkomendasikan untuk masyarakat umum.
Penyakit jantung bawaan merupakan kelainan struktur jantung yang didapat sejak lahir dan berpotensi mengganggu aliran darah ke seluruh tubuh.
Penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia, dengan angka kejadian yang terus meningkat seiring perubahan gaya hidup.
Stres akibat tekanan ekonomi dan ketidakamanan pangan berpotensi mempercepat penuaan jantung, bahkan setara atau lebih besar dibandingkan faktor risiko penyakit jantung.
Secara medis, vertigo adalah sensasi pusing di mana seseorang merasa dirinya atau lingkungan di sekitarnya seolah-olah berputar atau melayang.
Pemicu utama maag atau dispepsia adalah naiknya asam lambung akibat pola makan yang tidak terjaga.
Vertigo merupakan istilah medis yang digunakan untuk menyebut sensasi seolah-olah lingkungan di sekitar penderita terus berputar dan biasanya disertai rasa pusing.
Meski sering dianggap sebagai penyakit, vertigo sebenarnya merupakan indikasi dari berbagai masalah kesehatan lain.
Gerakan cepat dalam latihan, seperti agility dengan shuttlecock, memicu rasa pusing hebat yang membuat Gregoria Mariska Tunjung khawatir akan kambuh mendadak.
Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva didiagnosis menderita labirinitis di tengah kekhawatiran publik atas kondisi kesehatannya jelang Pilpres 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved