Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
MENJALANI ibadah puasa Ramadan menuntut tubuh untuk beradaptasi dengan perubahan pola makan dan waktu istirahat. Namun, proses adaptasi yang tidak tepat sering kali memicu gangguan kesehatan.
Dokter umum lulusan Universitas Indonesia, dr. Irwan Heriyanto, mengungkapkan bahwa maag dan vertigo menjadi dua masalah kesehatan yang paling sering dikeluhkan masyarakat saat berpuasa.
Dalam diskusi *Indonesia Health Insight Report Q1 2026* bersama Halodoc di Jakarta, Rabu (21/1), Irwan menjelaskan bahwa pemicu utama maag atau dispepsia adalah naiknya asam lambung akibat pola makan yang tidak terjaga.
“Jadi maag dan gerd itu pemicunya yakni asam lambung itu sendiri, kenapa? karena pola makannya tidak dijaga, tidak teratur, dia beradaptasi. Yang biasanya dia makan biasa tiba-tiba sahur. Begitu buka puasa, ngeliat makanan tuh kayaknya semuanya pengen dimakan, yang dipilih yang manis-manis, nah itu yang akan memacu juga dari asam lambung, itu tiba-tiba maag atau dispepsia,” ujar Irwan.
Kondisi ini dapat memburuk menjadi Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) jika asam lambung naik hingga ke kerongkongan.
Karena tingkat keasaman (pH) yang sangat rendah, asam lambung tersebut dapat membakar dinding kerongkongan dan menimbulkan sensasi heartburn atau rasa terbakar di dada.
Selain masalah pencernaan, vertigo menjadi gangguan yang cukup menonjol.
Berdasarkan laporan kesehatan kuartal pertama 2026 dari Halodoc, sesi konsultasi untuk keluhan maag dan vertigo secara bersamaan mengalami peningkatan signifikan hingga 68 persen selama bulan Ramadan.
Irwan memaparkan bahwa vertigo saat puasa umumnya dipicu oleh perubahan pola tidur karena harus bangun dini hari untuk sahur, serta kurangnya asupan cairan. Kondisi dehidrasi ini mengganggu pusat keseimbangan atau sistem vestibular di telinga.
“Ini juga bisa menyebabkan rasa pusing berputar seperti itu dan kalau bangun juga jangan langsung bangun itu juga bisa jatuh, kita bangun juga harus pelan-pelan,” tambahnya.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat bijak dalam memilih menu berbuka dan sahur. Pemilihan makanan yang tidak tepat dapat menyebabkan tubuh kekurangan elektrolit. Selain itu, kebiasaan mengonsumsi kafein saat sahur atau berbuka perlu diwaspadai karena sifatnya yang diuretik dapat memicu dehidrasi lebih cepat.
Tidak hanya maag dan vertigo, laporan tersebut juga mencatat beberapa keluhan lain yang identik dengan bulan Ramadan:
Sebagai langkah pencegahan, Irwan menyarankan masyarakat untuk memperbanyak hidrasi dan mengatur pola tidur dengan disiplin.
Mengupayakan tidur maksimal pada jam 10 malam dianggap efektif untuk mengurangi risiko peradangan pada tubuh selama menjalankan ibadah puasa. (Ant/Z-1)
Menurut dia, antusiasme pelanggan saat Ramadan tinggi lantaran pisang madu dianggap cocok sebagai camilan untuk berbuka puasa.
keunggulan kompetitif industri D2C ke depan tidak lagi ditentukan oleh besarnya budget iklan, melainkan oleh kesiapan sistem end-to-end.
Penggunaan PINTAR diharapkan dapat mengurangi antrean di lokasi penukaran, meningkatkan efisiensi layanan, serta memungkinkan distribusi penukaran uang yang lebih merata.
Baznas kembali meluncurkan program Masjid dan Musala Bersih, Segar, dan Rapi (Berseri) dalam rangka menyambut Ramadan 1447 H/2026 M.
MENYAMBUT bulan suci Ramadan 1447 H, éL Hotel Bandung menghadirkan pengalaman berbuka puasa istimewa melalui program Ramadan Street Food.
Ragam menu yang disajikan mencakup hidangan Nusantara, Asian, Middle Eastern, hingga Western, yang berganti setiap hari
Beberapa penelitian dan pendapat medis menyebutkan bahwa puasa dapat mengurangi kejadian atau keparahan gangguan asam lambung seperti maag dan GERD.
Aktris asal Korea Selatan, Kang Seo Ha, meninggal dunia di usia 31 tahun. Sebelum meninggal, Kang Seo Ha berjuang melawan kanker lambung.
Penyakit maag kini banyak menyerang anak muda. Simak 5 kebiasaan makan penyebab maag kronis dan tips jaga kesehatan lambung.
Rasa terbakar dan nyeri ulu hati di malam hari terjadi ketika asam lambung naik ke kerongkongan saat tidur atau berbaring. Ini bisa membuat seseorang begadang hingga larut malam.
Dalam dunia medis, maag sering dikaitkan dengan gastritis atau radang lambung, GERD (refluks asam), atau dispepsia (gangguan pencernaan).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved