Headline

Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.

Waspada Maag dan Vertigo Saat Puasa, Pakar: Akibat Adaptasi Pola Makan dan Tidur

Basuki Eka Purnama
22/1/2026 10:21
Waspada Maag dan Vertigo Saat Puasa, Pakar: Akibat Adaptasi Pola Makan dan Tidur
Ilustrasi(Freepik)

MENJALANI ibadah puasa Ramadan menuntut tubuh untuk beradaptasi dengan perubahan pola makan dan waktu istirahat. Namun, proses adaptasi yang tidak tepat sering kali memicu gangguan kesehatan. 

Dokter umum lulusan Universitas Indonesia, dr. Irwan Heriyanto, mengungkapkan bahwa maag dan vertigo menjadi dua masalah kesehatan yang paling sering dikeluhkan masyarakat saat berpuasa.

Dalam diskusi *Indonesia Health Insight Report Q1 2026* bersama Halodoc di Jakarta, Rabu (21/1), Irwan menjelaskan bahwa pemicu utama maag atau dispepsia adalah naiknya asam lambung akibat pola makan yang tidak terjaga.

“Jadi maag dan gerd itu pemicunya yakni asam lambung itu sendiri, kenapa? karena pola makannya tidak dijaga, tidak teratur, dia beradaptasi. Yang biasanya dia makan biasa tiba-tiba sahur. Begitu buka puasa, ngeliat makanan tuh kayaknya semuanya pengen dimakan, yang dipilih yang manis-manis, nah itu yang akan memacu juga dari asam lambung, itu tiba-tiba maag atau dispepsia,” ujar Irwan.

Kondisi ini dapat memburuk menjadi Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) jika asam lambung naik hingga ke kerongkongan. 

Karena tingkat keasaman (pH) yang sangat rendah, asam lambung tersebut dapat membakar dinding kerongkongan dan menimbulkan sensasi heartburn atau rasa terbakar di dada.

Lonjakan Keluhan Vertigo

Selain masalah pencernaan, vertigo menjadi gangguan yang cukup menonjol. 

Berdasarkan laporan kesehatan kuartal pertama 2026 dari Halodoc, sesi konsultasi untuk keluhan maag dan vertigo secara bersamaan mengalami peningkatan signifikan hingga 68 persen selama bulan Ramadan.

Irwan memaparkan bahwa vertigo saat puasa umumnya dipicu oleh perubahan pola tidur karena harus bangun dini hari untuk sahur, serta kurangnya asupan cairan. Kondisi dehidrasi ini mengganggu pusat keseimbangan atau sistem vestibular di telinga.

“Ini juga bisa menyebabkan rasa pusing berputar seperti itu dan kalau bangun juga jangan langsung bangun itu juga bisa jatuh, kita bangun juga harus pelan-pelan,” tambahnya.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat bijak dalam memilih menu berbuka dan sahur. Pemilihan makanan yang tidak tepat dapat menyebabkan tubuh kekurangan elektrolit. Selain itu, kebiasaan mengonsumsi kafein saat sahur atau berbuka perlu diwaspadai karena sifatnya yang diuretik dapat memicu dehidrasi lebih cepat.

Masalah Kesehatan Lainnya

Tidak hanya maag dan vertigo, laporan tersebut juga mencatat beberapa keluhan lain yang identik dengan bulan Ramadan:

  • Sembelit: Dialami oleh 20% pengguna selama periode Ramadan hingga Idul Fitri.
  • Radang Tenggorokan: Konsultasi meningkat 13% pada minggu pertama puasa.
  • Jerawat: Menjadi salah satu keluhan yang muncul akibat perubahan pola hidup.

Sebagai langkah pencegahan, Irwan menyarankan masyarakat untuk memperbanyak hidrasi dan mengatur pola tidur dengan disiplin. 

Mengupayakan tidur maksimal pada jam 10 malam dianggap efektif untuk mengurangi risiko peradangan pada tubuh selama menjalankan ibadah puasa. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya