Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
VISINEMA Studios resmi memperkenalkan proyek film terbaru mereka bertajuk Na Willa. Film ini hadir sebagai ajakan bagi masyarakat untuk mengingat kembali kejujuran dan imajinasi masa kecil melalui perspektif anak-anak yang murni.
Produser Na Willa sekaligus Chief Content Officer Visinema Studios, Anggia Kharisma, menyatakan bahwa film ini merupakan bentuk komitmen studio dalam menyajikan konten keluarga yang hangat.
Menurutnya, Na Willa bukan sekadar tontonan, melainkan undangan untuk merasakan kembali dunia yang dibangun dengan keberanian anak-anak.
“Na Willa merupakan bentuk komitmen Visinema Studios yang mengajak kita mengingat kembali bagaimana rasanya menjadi anak-anak. Ajakan untuk masuk dan merasakan sebuah dunia yang dibangun dengan imajinasi, kejujuran, dan keberanian anak-anak,” ujar Anggia dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (17/2).
Film ini diadaptasi dari novel karya penulis Reda Gaudiamo. Menariknya, Na Willa menjadi debut film live action bagi Ryan Adriandhy, sosok di balik kesuksesan film Jumbo.
Ryan, yang bertindak sebagai sutradara sekaligus penulis, merancang film ini agar dapat dinikmati tanpa kesan menggurui.
Latar waktu yang diambil adalah Indonesia era 1960-an. Melalui poster dan cuplikan resminya, penonton diajak melihat dunia ketika ketidaktahuan bukanlah kelemahan, melainkan pintu menuju petualangan.
Adegan-adegan ikonik seperti memanggil teman dari balik pagar, bermain layangan, hingga menikmati minuman orange cruz di siang hari, dihadirkan untuk membangkitkan memori kolektif penonton.
“Sebagai orang dewasa, kita sering lupa bagaimana dulu kita memandang dunia,” ungkap Ryan. “Lewat Na Willa, saya ingin mengajak penonton melihat dunia dari mata anak-anak, mata yang jujur, penuh rasa penasaran, dan selalu menemukan keajaiban dari apa pun yang dihadirkan dunia."
Direncanakan sebagai perayaan keluarga saat momen Lebaran, Na Willa mengusung kampanye #JadiAnakAnak kembali.
Anggia menambahkan bahwa film ini dirancang sebagai ruang aman bagi semua kalangan. Bagi orang dewasa, film ini adalah perjalanan menelusuri memori rumah dan keluarga, sementara bagi anak-anak, ini adalah ruang untuk merayakan rasa ingin tahu.
Film ini memperkenalkan talenta muda Luisa Adreena sebagai tokoh utama, Na Willa. Ia didampingi sederet pemeran anak lainnya seperti Freya Mikhayla, Azamy Syauqi, dan Arsenio Rafisqy.
Selain itu, jajaran aktor senior seperti Ira Wibowo, Ratna Riantiarno, Junior Liem, Putri Ayudya, hingga Melissa Karim turut memperkuat jalinan cerita.
Sebagai penutup, Visinema Studios mengumumkan bahwa Na Willa akan menjadi pembuka dari Na Willa Universe. Ini merupakan sebuah semesta cerita yang diproyeksikan akan terus tumbuh dan menemani keluarga Indonesia di masa depan. (Ant/Z-1)
Minat pada film nasional terus bertumbuh, pada 2025 dari 130 juta tiket bioskop yang terjual, sebanyak 60% di antaranya merupakan karya sineas lokal.
Berlatar di sebuah apartemen mewah di New York City, film They Will Kill You mengikuti kisah Asia (Zazie Beetz), seorang mantan narapidana yang mencoba menata ulang hidupnya.
Maudy Ayunda membawakan dua lagu sekaligus untuk soundtrack Para Perasuk yaitu Aku yang Engkau Cari dan Di Tepi Lamunan di bawah arahan produser musik Lafa Pratomo.
Meski proses aplikasi riasan memakan waktu, Angga Yunanda menyebut tantangan terberat justru muncul saat proses pembersihan setelah syuting selesai.
Kisah nyata pembebasan 36 sandera di Selat Malaka yang penuh ketegangan diangkat ke layar lebar dengan judul The Hostage's Hero.
Tim produksi menemukan bahwa Uluwatu bukan sekadar destinasi wisata, melainkan ruang refleksi yang menawarkan keseimbangan antara kemewahan dan spiritualitas alam.
Tingginya angka kunjungan ini mengukuhkan situs warisan budaya sebagai pilihan utama keluarga untuk berekreasi sekaligus mengedukasi diri.
DI tengah ritme kehidupan yang semakin cepat, menjaga kualitas interaksi dalam keluarga menjadi tantangan tersendiri.
Setelah perjalanan mudik jarak jauh di atas 500 km, terutama jika kendaraan kita yang umumnya sempat membawa beban berlebih, pemeriksaan dasar menjadi sangat penting.
MOMENTUM libur Idulfitri 1447 H menjadi berkah tersendiri bagi pelaku usaha di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Bagi pemilik mobil hybrid seperti HEV dan PHEV, pemeriksaan dasar pada ban, rem, dan kaki-kaki tetap menjadi kewajiban. Namun, sistem kelistrikan dan baterai memerlukan atensi tambahan.
Dalam satu hari tersebut, jumlah transaksi pengisian daya mencapai 18.088 kali dengan total konsumsi energi sebesar 427.980 kWh.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved