Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
VISINEMA Studios resmi memperkenalkan proyek film terbaru mereka bertajuk Na Willa. Film ini hadir sebagai ajakan bagi masyarakat untuk mengingat kembali kejujuran dan imajinasi masa kecil melalui perspektif anak-anak yang murni.
Produser Na Willa sekaligus Chief Content Officer Visinema Studios, Anggia Kharisma, menyatakan bahwa film ini merupakan bentuk komitmen studio dalam menyajikan konten keluarga yang hangat.
Menurutnya, Na Willa bukan sekadar tontonan, melainkan undangan untuk merasakan kembali dunia yang dibangun dengan keberanian anak-anak.
“Na Willa merupakan bentuk komitmen Visinema Studios yang mengajak kita mengingat kembali bagaimana rasanya menjadi anak-anak. Ajakan untuk masuk dan merasakan sebuah dunia yang dibangun dengan imajinasi, kejujuran, dan keberanian anak-anak,” ujar Anggia dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (17/2).
Film ini diadaptasi dari novel karya penulis Reda Gaudiamo. Menariknya, Na Willa menjadi debut film live action bagi Ryan Adriandhy, sosok di balik kesuksesan film Jumbo.
Ryan, yang bertindak sebagai sutradara sekaligus penulis, merancang film ini agar dapat dinikmati tanpa kesan menggurui.
Latar waktu yang diambil adalah Indonesia era 1960-an. Melalui poster dan cuplikan resminya, penonton diajak melihat dunia ketika ketidaktahuan bukanlah kelemahan, melainkan pintu menuju petualangan.
Adegan-adegan ikonik seperti memanggil teman dari balik pagar, bermain layangan, hingga menikmati minuman orange cruz di siang hari, dihadirkan untuk membangkitkan memori kolektif penonton.
“Sebagai orang dewasa, kita sering lupa bagaimana dulu kita memandang dunia,” ungkap Ryan. “Lewat Na Willa, saya ingin mengajak penonton melihat dunia dari mata anak-anak, mata yang jujur, penuh rasa penasaran, dan selalu menemukan keajaiban dari apa pun yang dihadirkan dunia."
Direncanakan sebagai perayaan keluarga saat momen Lebaran, Na Willa mengusung kampanye #JadiAnakAnak kembali.
Anggia menambahkan bahwa film ini dirancang sebagai ruang aman bagi semua kalangan. Bagi orang dewasa, film ini adalah perjalanan menelusuri memori rumah dan keluarga, sementara bagi anak-anak, ini adalah ruang untuk merayakan rasa ingin tahu.
Film ini memperkenalkan talenta muda Luisa Adreena sebagai tokoh utama, Na Willa. Ia didampingi sederet pemeran anak lainnya seperti Freya Mikhayla, Azamy Syauqi, dan Arsenio Rafisqy.
Selain itu, jajaran aktor senior seperti Ira Wibowo, Ratna Riantiarno, Junior Liem, Putri Ayudya, hingga Melissa Karim turut memperkuat jalinan cerita.
Sebagai penutup, Visinema Studios mengumumkan bahwa Na Willa akan menjadi pembuka dari Na Willa Universe. Ini merupakan sebuah semesta cerita yang diproyeksikan akan terus tumbuh dan menemani keluarga Indonesia di masa depan. (Ant/Z-1)
Aktor sekaligus produser eksekutif, Iko Uwais, menekankan pentingnya mengalihkan energi agresivitas anak muda ke ranah kreatif.
Film Ikatan Darah yang disutradarai oleh Sidharta Tata ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop mulai 30 April 2026.
Bagi Derby Romero, terlibat dalam proyek film Ikatan Darah adalah perwujudan dari impian lama.
Meskipun dikenal dengan latar belakang komedi, keterlibatan Rahmet Ababil di film Ikatan Darah disebut-sebut akan menjadi salah satu elemen paling "menonjol".
Setelah sebelumnya sukses mengarahkan serial Pertaruhan, Sidharta Tata menyebut film Ikatan Darah sebagai ambisi lama yang akhirnya mendapatkan momentum untuk diwujudkan.
Bagi para aktor, membintangi film aksi, seperti Ikatan Darah, bukan sekadar menghafal dialog, melainkan juga menuntut ketangkasan fisik yang mumpuni.
Pengendara disarankan menggunakan aplikasi peta digital untuk mengidentifikasi lokasi Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).
Sistem pengereman adalah komponen utama yang wajib masuk dalam daftar pemeriksaan pertama sebelum menempuh perjalanan jauh.
Gemas sama anak orang boleh, tapi jangan main cium, pegang, apalagi asal suapin. Kita gak tau kuman apa yang nempel di tangan kita.
Berdasarkan temuan VIDA, setidaknya ada dua modus utama yang perlu diwaspadai masyarakat pada momen THR kali ini:
DI tengah bayang-bayang ketidakpastian geopolitik global yang memicu lonjakan harga energi dan pangan, masyarakat diingatkan untuk lebih bijak dalam membelanjakan THR.
Kategori utang mahal meliputi instrumen konsumtif dengan bunga tinggi yang jika dibiarkan akan terus menggerogoti arus kas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved