Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
DI tengah hiruk-pikuk musik modern yang dikuasai genre pop dan elektronik, nama Yoan Coco Hamidah mencuat dengan caranya yang unik.
Anak berusia 11 tahun ini viral di media sosial karena kecintaannya pada lagu-lagu lawas era 70-an hingga 90-an.
Video Yoan menyanyikan lagu Berita Kepada Kawan milik Ebiet G. Ade bahkan telah ditonton lebih dari 21 juta kali di TikTok.
Namun, siapa sangka perjalanan Yoan mengenal lagu-lagu lawas dimulai dari hal sederhana? Dalam wawancara eksklusif dengan Media Indonesia, Yoan dan ayahnya, Ferry, membagikan cerita tentang bagaimana kecintaannya itu tumbuh dan berkembang.
Kisahnya bermula saat Yoan mendengar sebuah lagu di radio.
"Awalnya cuma dengar di radio, pas kita di perjalanan ke luar kota," kata Ferry. "Lagunya udah habis terus putar radio, nah lewatlah lagunya. Terus dia nanya lagu siapa? Aku kasih tahu kalau itu lagu lawas punya Nike Ardilla. Taunya, pas balik ke rumah, dia cari sendiri dan ulik sendiri.”
Yoan sendiri masih mengingat jelas momen pertama kali jatuh cinta pada lagu lawas.
“Waktu itu aku dengar lagu Bintang Kehidupan waktu umur enam tahun,” kenangnya. “Aku bilang dalam hati, ‘Wah, enak nih lagunya.’ Terus aku tanya ke papa, dan papa bilang kalau itu lagu jadul tahun 90-an punya Nike Ardilla.”
Meskipun ketertarikannya muncul di usia dini, kecintaan Yoan baru benar-benar mendalam ketika ia beranjak 10 tahun.
"Awal-awal cuma suka aja, belum terlalu mendalami. Nah, pas umur 10 tahun, baru muncul lagi rasa suka sama lagu-lagu jadul,” ujarnya.
Tidak hanya lagu Indonesia, Yoan juga memperluas kecintaannya pada musik lawas mancanegara.
“Pertama kali tahu dan tertarik sama lagu luar itu punya The Queen,” ungkapnya. “Itu karena aku penasaran sama macam-macam genre lagu. Aku cari apa sih genre lain selain pop, terus ketemu genre rock. Dari situ aku mulai nyari juga yang rock dari luar, ketemu Queen, Air Supply, Bon Jovi, dan band rock lainnya.”
Ketika ditanya mengapa lebih memilih lagu lawas daripada lagu modern, Yoan menjawab dengan yakin.
“Aku lebih tertarik dan suka karena lagu lawas itu lebih enak aja di telinga,” katanya. “Liriknya punya makna mendalam, nadanya simpel dan mudah diingat, jadi membekas gitu. Kalau lagu sekarang tuh banyak improving yang bikin susah menurutku.”
Ketertarikan Yoan pada lagu-lagu lawas juga tercermin dari koleksi kasetnya yang mencapai lebih dari 200 buah. Dari Dian Piesesha hingga Queen, Yoan memastikan setiap koleksi memiliki cerita dan makna tersendiri baginya.
Di usianya yang muda, Yoan adalah bukti bahwa musik bisa melampaui batas generasi. Dengan bakat luar biasa dan pemahaman mendalam tentang musik, Yoan tidak hanya menghidupkan kembali kenangan lama bagi generasi yang lebih tua, tetapi juga memperkenalkan keindahan musik lawas kepada generasi baru.
Yoan Coco Hamidah adalah bintang yang bersinar di era modern, membawa pesan bahwa musik, baik lawas maupun baru, selalu punya tempat di hati kita. Dan dengan semangatnya, Yoan membuktikan bahwa cinta pada musik adalah sesuatu yang universal, melampaui waktu dan usia. (Z-1)
Melalui Static Mind, Blind Phase mencoba memotret kondisi mental yang penuh kebisingan, sebuah situasi di mana pikiran terus berputar di antara fluktuasi emosi tanpa jeda.
Nama Theresa Kusumadjaja bersanding dengan jajaran sineas dan musisi global dalam kategori yang sangat kompetitif, yakni Best Music Video.
Scoring dari film Phantom Thread, yang dikomposisi oleh Jonny Greenwood dan disutradarai oleh Paul Thomas Anderson, muncul dalam film dokumenter Melania tanpa izin.
Berbeda dengan versi aslinya yang kental dengan nuansa pop-rock era 90-an, Chandra Satria membawa nyawa baru ke dalam lagu Dan.
Bagi Sayap Lepas, musik bukan sekadar hiburan, melainkan medium untuk menyampaikan rasa dan cerita secara tulus.
Westlife tampil di Indonesia dalam konser bertajuk A Gala Evening, yang digelar di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), BSD City, Selasa (10/2) malam.
Katyana Mawira secara terbuka mengungkapkan impiannya untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Inggris Raya (UK) demi mengejar gelar di bidang ilmu pasti.
Katyana Mawira mengaku terpengaruh oleh gaya bermusik musisi asal Inggris, Olivia Dean, terutama dalam hal menyusun narasi lagu yang menyatu dengan vokal dan aransemen.
Ke-11 lagu dalam album tersebut secara lirik didasari oleh kisah nyata dari semua perjalanan cinta yang menjadi kenangan dan pelajaran Saphira.
MUSISI Raissa Anggiani sukses menggelar konser album ‘Kepada, Yang Terhormat’ di M Bloc Live House, Jakarta. Raissa menutup gelaran konser album dengan sempurna di Jakarta.
SEBAGAI bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial, penyanyi solo, Rossa, menyalurkan zakat mal senilai Rp500 juta untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana alam di sejumlah wilayah di Sumatra.
Rossa mengaku bahwa ini adalah pengalaman pertamanya terlibat dalam sebuah proyek seni di luar keperluan komersial.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved