Headline

Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.

Sentuhan Emosional Nanda Prima di Single Memori Satu Atap, Rindu Sakral untuk Sang Ayah

Basuki Eka Purnama
11/3/2026 18:09
Sentuhan Emosional Nanda Prima di Single Memori Satu Atap, Rindu Sakral untuk Sang Ayah
Nanda Prima(MI/HO)

PENYANYI solois Nanda Prima kembali mengukuhkan eksistensinya di industri musik tanah air melalui karya terbaru yang sangat personal. 

Setelah sukses mencatatkan ratusan ribu stream di Spotify dengan lagu-lagu bertema dinamika hubungan, penyanyi yang identik dengan ciri khas mic merah ini kini merilis single bertajuk Memori Satu Atap.

Berbeda dengan karya-karya sebelumnya yang banyak mengangkat luka emosional antarpasangan, kali ini, Nanda menyelami kedalaman rindu yang lebih sunyi: kehilangan orangtua. 

Lewat interpretasi vokal yang intim, Memori Satu Atap menghadirkan narasi menyentuh tentang seorang anak yang merindukan almarhum ayahnya.

Lagu ini memotret momen spiritual yang sakral, di mana sang anak memohon kepada Tuhan agar diberi kesempatan untuk bertemu sang ayah, meski hanya sekali dalam mimpi. 

Terselip pula sebuah penyesalan kecil yang sangat manusiawi dalam liriknya, yaitu tentang keinginan yang tak sempat terwujud untuk menanyakan makna di balik nama indah yang diberikan oleh sang ayah.

Kekuatan lagu ini tak lepas dari tangan dingin Roby Geisha selaku pencipta lagu. 

Menariknya, ini merupakan kali pertama Roby menulis karya dengan tema kehilangan orang tua. Ia mengakui bahwa proses pengerjaan lagu ini merupakan pengalaman yang sangat emosional dan penuh pergulatan batin.

"Saya sendiri nyaris tidak sanggup menuliskannya. Saya juga takut kehilangan, tapi di satu sisi saya juga sedang bersiap-siap untuk kehilangan. Lagu ini sangat sakral karena bercerita tentang kehilangan orangtua," ungkap Roby.

Dirilis oleh label GSI Records pada 21 Februari 2026, lagu ini hadir dengan nuansa emosi yang hangat namun perih. Karakter vokal Nanda yang kuat namun tenang membuat kerinduan dalam lagu ini terasa menetap di hati pendengar, alih-alih meledak-ledak.

Kehadiran Memori Satu Atap di momen Ramadan 2026 ini dirasa sangat relevan bagi banyak orang. Lagu ini dipersembahkan bagi siapa pun yang harus melewati bulan suci dan hari raya Lebaran tanpa kehadiran orangtua sebagaimana tahun-tahun sebelumnya. 

Bagi para perantau yang mulai memahami arti rumah atau siapa pun yang pernah merasakan duka kehilangan, lagu ini hadir sebagai pengingat bahwa cinta orang tua tidak pernah benar-benar pergi, melainkan tetap hidup dalam memori satu atap.

Saat ini, video musik Memori Satu Atap sudah dapat dinikmati melalui kanal YouTube resmi GSI Records dan berbagai platform musik digital lainnya. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya