Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
GRUP pop alternatif asal Malang, Lucien Sunmoon, resmi menandai babak baru perjalanan musikal mereka dengan merilis album penuh pertama bertajuk Nothing Blooms at Midnight. Album yang diluncurkan pada 14 Februari 2026 ini menjadi sebuah manifesto pendewasaan diri bagi keenam personelnya setelah menempuh proses kreatif selama satu tahun penuh.
Berisi 10 trek, album ini merangkum berbagai polemik yang dihadapi para personel di tengah transisi usia remaja menuju dewasa.
Tema-tema seperti percintaan, pengorbanan, kisah yang tak terucap, hingga emosi terpendam menjadi benang merah yang mengikat keseluruhan materi di dalamnya.
Selain dua single yang telah dilepas sebelumnya, Slice of Life dan Flustered, album ini memperkenalkan delapan lagu baru, termasuk Arc of Quiet Bloom, 11:12, Jealousy, hingga versi akustik dari Memoria.
Proses penggarapan Nothing Blooms at Midnight terbilang unik karena adanya pergeseran peran di balik layar.
Danang Seloaji, selaku produser, memilih untuk mengurangi keterlibatannya dalam penulisan lagu demi memberikan ruang bagi setiap personel untuk mengeksplorasi identitas musik mereka sendiri.
"Aku bebasin ke kalian pengen bikin lagu yang kayak gimana terserah, ini lagu kalian, ntar aku cuman bantu di perekaman doang," ujar Danang saat memberikan kebebasan kreatif kepada band tersebut.
Hasilnya, album ini lahir sebagai representasi kejujuran diri tanpa adanya urgensi untuk mengejar standar tertentu.
Meski para personel menyadari adanya struktur dan karakter yang mungkin tidak seragam karena kebebasan tersebut, mereka memandangnya sebagai bagian alami dari proses panjang yang harus dijalani.
Produksi album ini dimulai sejak awal 2025. Proses perekaman dilakukan secara bertahap di Haum Studio di bawah arahan operator Dheka Satria dan Axel Kevin, sebelum akhirnya dituntaskan di RA2 Studio bersama Rio Armand yang juga menangani proses mixing dan mastering.
Perjuangan merampungkan album ini tidaklah mudah. Keenam personel, Naya (vokal), Nael (gitar), Yessy (gitar), Mundir (bass), Nasywa (keyboard), dan Lyra (drum), harus berjibaku membagi waktu antara jadwal rekaman dengan tuntutan kehidupan perkuliahan, keluarga, hingga urusan asmara.
Pascaperilisan digital di berbagai platform musik (DSP), Lucien Sunmoon bersama tim Batas Frekuensi tengah menyiapkan rangkaian proyek visual dan fisik.
Rilisan fisik berupa kaset pita akan segera hadir melalui Haum Entertainment, yang nantinya dibundel dengan buku Nothing Blooms at Midnight: a Visual Guide karya Sukma Kelana.
Selain itu, empat video musik baru dijadwalkan akan dirilis secara bertahap mulai akhir Maret 2026 mendatang. (Z-1)
G&LDH luncurkan CLOUD DREAM project, kolaborasi 7 artis Tailan dan Jepang (FLIO & WOLF HOWL HARMONY) dalam dokumenter perjalanan musik global.
Orkes Bada Isya merilis single "Cakrawala" pada 6 Maret 2026. Sebuah karya balada kontemplatif yang menyoroti relasi manusia dengan alam dan kemanusiaan.
Park Min-ji eks Secret Number resmi memulai karier solo dengan nama panggung MELONii. Simak detail debut lagu Risky Risky yang dirilis di Jakarta.
Avenged Sevenfold siap guncang JIS pada 10 Oktober 2026. Simak alasan promotor Ravel Entertainment memilih JIS sebagai venue konser stadium show ini.
Avenged Sevenfold (A7X) resmi kembali ke Jakarta pada 10 Oktober 2026 di JIS. Simak jadwal presale, harga tiket, dan informasi lengkapnya di sini.
Avenged Sevenfold (A7X) resmi kembali ke Jakarta pada 10 Oktober 2026 di JIS. Simak harga tiket mulai Rp665 ribu dan jadwal presale di sini.
Melalui Ms. I Thrift Everything, Hongjoin membawa pendengar kembali ke era musik Y2K yang hangat.
Direkam dalam rentang waktu 2023 hingga 2025, album More Time milik Elephant Kind lahir dari perpaduan energi antara hiruk-pikuk Jakarta dan kesunyian introspektif London.
Brilyan Pratama mengungkapkan bahwa lagu dari WUSS ini merupakan akumulasi dari perasaan campur aduk yang dialami para personel WUSS dalam tiga tahun terakhir.
Album Sunshine akan menjadi karya terbaru Jungle setelah kesuksesan masif album Volcano pada 2023.
Dalam EP ini, PREP merangkum nuansa jazz dekade 1970-an, musik rock dan soul ala West Coast Amerika Serikat, serta teknik produksi khas era 80-an.
Penyanyi cilik Chelsea Felicia kembali meramaikan industri musik anak Tanah Air dengan meluncurkan album kedua bertajuk My Precious Moments.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved