Headline

Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.

Refleksi Kehilangan dan Pencarian Jati Diri dalam EP Terbaru Reconcile, Left Me Lost

Basuki Eka Purnama
17/2/2026 11:26
Refleksi Kehilangan dan Pencarian Jati Diri dalam EP Terbaru Reconcile, Left Me Lost
Reconcile(MI/HO)

UNIT emo/alternative asal Malang, Reconcile, resmi menandai fase baru perjalanan musik mereka dengan merilis Extended Play (EP) terbaru bertajuk Left Me Lost. 

Dirilis tepat pada 13 Februari 2026, EP ini hadir sebagai narasi sunyi yang mengeksplorasi kedalaman rasa kehilangan dan kebingungan personal.

Secara garis besar, Left Me Lost merupakan potret batin seseorang yang kehilangan figur kasih sayang, yang kemudian berdampak pada hilangnya pegangan terhadap diri sendiri. 

Reconcile membungkus tema melankolis ini dengan aransemen musik yang mengawang, namun tetap abrasif dan emosional. Suasana lengang dan rapuh yang dibangun dalam EP ini dirancang untuk beresonansi dengan keresahan yang sering dialami banyak orang.

Vokalis Reconcile, Dava, menjelaskan bahwa benang merah dari materi terbaru ini adalah fase disorientasi hidup. 

“Secara tema, Left Me Lost bercerita tentang seseorang yang kehilangan kasih sayang, lalu ikut kehilangan dirinya sendiri, dan berada di fase kebingungan tanpa benar-benar tahu ke mana harus melangkah,” ungkapnya.

Proses Produksi Lintas Benua

Penggarapan EP ini memakan waktu sekitar enam bulan, terhitung sejak Juli hingga Desember 2025. 

Namun, prosesnya tidak berjalan secara konvensional. Reconcile harus menghadapi tantangan jarak dan zona waktu karena salah satu personel mereka, Nabil (gitar), sedang menempuh studi di Taiwan.

Kondisi ini memaksa sebagian besar proses rekaman dilakukan secara jarak jauh. 

“Prosesnya memang terasa lebih lambat karena kami harus menyesuaikan waktu dengan gitaris kami, Nabil, yang sedang kuliah di Taiwan, sehingga sebagian proses rekaman dilakukan secara jarak jauh,” tutur Dava.

Meski terpisah jarak, Reconcile tetap memegang kendali penuh dengan bertindak sebagai produser di bawah naungan Haum Entertainment. 

Proses rekaman dilakukan di Rc:en Studio Recording, sementara vokal untuk lagu Keep Us Alive digarap secara khusus di W8 Project Studio.

Dapur produksi EP ini juga melibatkan kolaborasi internal yang solid. Penulisan lirik dikerjakan oleh Dava Hendra Firmansyah bersama Chelsey Agustine. 

Sementara itu, komposisi lagu digarap kolektif oleh Zidane Marvelo dan Nabil Zuhdi Prasetya. Untuk sentuhan akhir, Nabil Zuhdi Prasetya menangani engineering, sedangkan mixing dan mastering diselesaikan oleh Yudhistiro Lilo P di W8 Project Studio.

Langkah ke Depan

Pascarilisnya Left Me Lost, Reconcile belum mematok rencana jangka panjang yang kaku. Fokus utama mereka saat ini adalah menghidupkan kembali energi panggung melalui berbagai penampilan live.

“Untuk rencana setelah EP ini sebenarnya belum ada yang benar-benar fix, tapi keinginan untuk membuat materi lagu baru dengan konsep yang lebih berbeda itu sudah ada. Untuk sementara, kami ingin lebih aktif menjajaki gigs-gigs live,” pungkas Dava.

Kini, Left Me Lost sudah dapat dinikmati di berbagai platform streaming digital. EP ini hadir bukan sekadar sebagai rilisan musik, melainkan sebuah kawan bagi mereka yang tengah berusaha menemukan kembali arah di tengah kabut kebingungan. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik