Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTRIS Demi Moore, 61, mengenang bagaimana dia dulu terjebak pada citra tubuh negatif (negative body image). Ia juga berbagi beberapa kebiasaan tidak sehat untuk menurunkan berat badan.
Pada sebuah segmen di acara CBS Sunday Morning, Minggu (22/9) lalu, Moore berbicara tentang hal-hal “gila” yang dia lakukan pada tubuhnya untuk memenuhi standar kecantikan pada saat itu.
“Saya memberikan banyak tekanan pada diri saya sendiri. Saya memang punya pengalaman disuruh menurunkan berat badan dan sebagainya, meski mungkin memalukan, itulah yang saya lakukan pada diri saya sendiri,” kata Moore kepada pembawa acara Tracy Smith seperti dilansir dari People, Selasa (24/9).
Baca juga : Caitlin Halderman Riset ke Tim-Tim Judo untuk Film My Annoying Brother
Moore mengungkapkan dia mulai syuting Indecent Proposal (1993) tidak lama setelah putrinya, Scout Willis, lahir pada 1991. Untuk menurunkan berat badan pascakehamilan, dia mengendarai sepeda bolak-balik ke tempat kerja setiap hari sejauh sekitar 60 mil atau sekitar 97 kilometer.
“Saya pikir (Scout) berusia lima atau enam bulan ketika kami syuting. Saya memberinya makan sepanjang malam, bangun dalam kegelapan dibantu seorang pelatih yang dilengkapi lampu depan, bersepeda sampai ke Paramount, bahkan ke lokasi pengambilan gambar, lalu syuting seharian penuh, biasanya 12 jam sehari, begitu terus,” ungkapnya.
“Bahkan membayangkan apa yang saya lakukan pada tubuh saya rasanya sangat gila, sangat konyol. Ketika Anda melihat ke belakang dan berpikir, 'Apakah itu benar-benar penting?' Mungkin tidak, tetapi pada saat itu saya menjadikannya berarti segalanya,” kata Moore.
Baca juga : Bermain di Film Perdana, Fita Anggraini Mengaku Jauh Berbeda dari Karakter yang Dimainkannya
Ia menambahkan, saat ini, citra dirinya berfluktuasi tetapi mentalnya jauh lebih baik.
“Bedanya sekarang, saya bisa menahan diri. Saya bisa berkata, 'Ya, saya tidak suka kulit kendur itu, tapi tahukah Anda, memang begitulah adanya. Jadi saya akan memanfaatkan apa yang ada sebaik-baiknya dibandingkan mengejar apa yang tidak ada,” ungkapnya.
Awal September lalu, saat wawancara dengan The Guardian, Moore berterus terang tentang citra tubuh dan penilaian diri sendiri yang dieksplorasi dalam film barunya The Substance.
Baca juga : Risty Tagor Kembali Berakting Setelah 15 Tahun Hiatus dari Dunia Perfilman
Menanggapi ekspektasi terhadap tubuh perempuan di tahun 90-an, aktris ini mengatakan bahwa perempuan tidak dianggap menarik kecuali mereka kurus pada saat itu.
“Apa yang saya lakukan pada diri saya sendiri, apa yang saya maksudkan tentang saya, melihat pada ‘kekerasan’ itu, betapa kejamnya kita terhadap diri kita sendiri, betapa brutalnya,” kata dia.
Menurutnya, menilai diri sendiri, mengejar kesempurnaan, berusaha melepaskan diri dari kekurangan, juga merasa ditolak dan putus asa, semua itu tidak eksklusif untuk perempuan.
Baca juga : Atiqah Hasiholan Bertransformasi Total untuk Tulang Belulang Tulang
“Kita semua, jika kita mulai berpikir bahwa nilai kita hanya ditentukan oleh penampilan kita, maka pada akhirnya kita akan hancur,” kata dia.
Moore mengungkapkan, saat ini, masyarakat hidup di masa penghakiman besar ketika orang-orang dapat secara anonim menghakimi satu sama lain dengan cara yang kejam.
Di film terbarunya, The Substance, yang dirilis Mei lalu, Moore berperan sebagai Elisabeth, yang mencoba obat pasar gelap untuk menciptakan versi dirinya yang lebih muda.
Disutradarai oleh Coralie Fargeat, film yang juga dibintangi Margaret Qualley ini mengeksplorasi topik-topik termasuk citra tubuh dan ekspektasi masyarakat terhadap wanita dan penuaan.
Film tersebut memenangkan penghargaan skenario terbaik di Festival Film Cannes pada Mei 2024. (Z-1)
Aktris berbakat asal Australia, Yerin Ha, kini tengah menjadi sorotan global berkat perannya yang fenomenal dalam serial populer Netflix, Bridgerton Musim 4.
Menurut Dian Sastrowardoyo, sosok Kinan dalam film Laut Bercerita adalah representasi perempuan yang sangat inspiratif.
Bagi Dian Sastrowardoyo, kedekatan dengan keluarga inti jauh lebih bermakna dibandingkan kemeriahan acara formal di luar rumah.
Pengalaman bertaruh nyawa tersebut terjadi saat Luna Maya melakoni adegan di sebuah sungai yang memiliki arus cukup deras di kawasan Pangandaran, Jawa Barat.
Laura Moane mengungkapkan bahwa keputusannya untuk mengambil peran di serial A dan Z: InsyaAllah Cinta didasari oleh ketertarikannya pada alur cerita yang ditawarkan.
Istilah "makan terakhir" biasanya merujuk pada hidangan pamungkas yang diinginkan seseorang sebelum menutup usia.
Sejak kemunculannya, Nussa telah menjadi ikon animasi yang lekat dengan nilai-nilai positif bagi anak-anak.
Christine Hakim tidak kuasa menahan air mata saat membagikan pengalamannya menghidupkan sosok Ibu Wibisana dalam film adaptasi novel karya Leila S Chudori, Laut Bercerita.
Menurut Dian Sastrowardoyo, sosok Kinan dalam film Laut Bercerita adalah representasi perempuan yang sangat inspiratif.
Reza Rahadian mengungkapkan bahwa dalam mendalami karakter Biru Laut, ia memilih untuk tetap setia pada pondasi awal yang telah dibangun penulis.
Joko Anwar memaparkan bahwa film Ghost in the Cell bukan sekadar sajian horor biasa, melainkan sebuah eksplorasi karakter yang sangat mendalam.
Suzzanna dalam film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa bukan sekadar tokoh hantu, melainkan representasi perlawanan terhadap ketidakadilan yang dialami wanita.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved