Headline
Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.
Kumpulan Berita DPR RI
SUTRADARA Farid Dermawan menjanjikan film baru garapannya, yang berjudul Perjanjian Setan, bakal menghadirkan cerita horor yang mencekam dengan akhir mengejutkan.
Menurut Farid, film horor yang dijadwalkan tayang di bioskop mulai 5 September 2024 itu menuturkan kisah dari sudut pandang manusia maupun hantu.
"Sebagai drama misteri, Perjanjian Setan berhasil memberikan pengalaman yang mendalam dan penuh teka-teki. Ceritanya terasa masuk akal, terutama dengan adanya twist akhir yang mengejutkan," kata Farid dalam keterangan pers, dikutip Rabu (4/9).
Baca juga : Guillermo del Toro Bagikan Kejadian Mistis Saat Syuting Film Frankenstein
Film Perjanjian Setan, yang diproduksi Multi Platinum Screen Pictures, menuturkan kisah Kartini, yang harus tinggal di tempat kos dengan biaya seikhlasnya saat merantau ke Jakarta untuk kuliah karena dananya pas-pasan.
Namun, Kartini mendapati hal-hal misterius di tempat kos tersebut. Dia sering menghadapi teror hantu. Jiwanya pun terancam dijadikan tumbal.
Pemeran film Perjanjian Setan meliputi Callista Arum, Kenny Austin, Gemi Nastiti, Jessica Shania, dan TJ Ruth.
Baca juga : Fede Alvarez Ungkap Inspirasinya untuk Film Alien Romulus
Callista, yang berperan sebagai Kartini, mengemukakan Perjanjian Setan menyajikan cerita yang menarik baginya.
"Selama ini, kita selalu dengar cerita-cerita horor yang terjadi di kos-kosan. Dan cerita-cerita itu selalu serem-serem banget. Nah begitu tahu Perjanjian Setan ini soal hantu di kos, aku langsung tertarik karena memang relate," kata Callista.
Sementara Gemi Nastiti mengaku bersemangat menghadapi tantangan berperan dalam film horor pertamanya.
Baca juga : KPU Gandeng Garin Nugroho Rilis Film Komedi Drama Tepatilah Janji
"Karena tertarik dengan karakter Diyanti, untuk pertama kalinya juga aku dapat peran yang sangat menantang di film horor pertamaku," ujar
Gemi, yang berperan sebagai Diyanti.
Kenny Austin, yang berperan sebagai Ivan, menyebut Perjanjian Setan sebagai film horor yang sangat menghibur.
"Karena ceritanya ringan melibatkan anak muda, jadi gampang dinikmati, ditambah dengan situasinya yang relate dengan banyak orang, terutama mereka yang sedang ngekos atau pernah ngekos," pungkasnya. (Ant/Z-1)
Sejak kemunculannya, Nussa telah menjadi ikon animasi yang lekat dengan nilai-nilai positif bagi anak-anak.
Christine Hakim tidak kuasa menahan air mata saat membagikan pengalamannya menghidupkan sosok Ibu Wibisana dalam film adaptasi novel karya Leila S Chudori, Laut Bercerita.
Menurut Dian Sastrowardoyo, sosok Kinan dalam film Laut Bercerita adalah representasi perempuan yang sangat inspiratif.
Reza Rahadian mengungkapkan bahwa dalam mendalami karakter Biru Laut, ia memilih untuk tetap setia pada pondasi awal yang telah dibangun penulis.
Joko Anwar memaparkan bahwa film Ghost in the Cell bukan sekadar sajian horor biasa, melainkan sebuah eksplorasi karakter yang sangat mendalam.
Suzzanna dalam film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa bukan sekadar tokoh hantu, melainkan representasi perlawanan terhadap ketidakadilan yang dialami wanita.
Joko Anwar memaparkan bahwa film Ghost in the Cell bukan sekadar sajian horor biasa, melainkan sebuah eksplorasi karakter yang sangat mendalam.
Suzzanna dalam film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa bukan sekadar tokoh hantu, melainkan representasi perlawanan terhadap ketidakadilan yang dialami wanita.
Joko Anwar menjelaskan bahwa pemilihan latar penjara di film Ghost in the Cell bukan sekadar untuk membangun suasana seram, melainkan sebagai metafora kondisi masyarakat.
Produser dan sutradara kompak menyebut telah menyiapkan universe untuk Pelangi di Mars, baik itu berupa sekuel, prekuel ataupun spin-off.
Surat Untuk Masa Mudaku menyoroti perjalanan hidup karakter bernama Kefas, yang diperankan oleh Millo Taslim pada masa muda dan Fendy Chow saat beranjak dewasa.
Gina S Noer memaparkan bahwa film Esok Tanpa Ibu bukan sekadar cerita tentang teknologi, melainkan sebuah eksplorasi mengenai relasi kompleks antara AI, sosok ibu, dan lingkungan hidup.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved