Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
INSTITUTE for Development of Economics and Finance (Indef) menyebut sejauh ini dampak konflik AS-Venezuela terhadap rupiah masih bersifat sentimen jangka pendek, bukan guncangan fundamental. Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef M Rizal Taufikurahman menjelaskan, tekanan yang muncul atas kondisi Venezuela itu terutama datang dari meningkatnya global risk aversion.
Hal itu mendorong penguatan dolar AS sebagai aset aman, sehingga rupiah sempat tertekan secara terbatas.
"Namun, transmisi langsung konflik ini ke ekonomi Indonesia relatif kecil karena keterkaitan perdagangan Indonesia–Venezuela sangat minim, dan posisi Venezuela dalam pasokan minyak global saat ini juga tidak dominan," kata Rizal saat dihubungi, Selasa (6/1).
Menurutnya, selama konflik tidak meluas atau mengganggu stabilitas pasar energi global secara signifikan, pelemahan rupiah cenderung bersifat sementara dan volatilitasnya masih dalam batas yang dapat dikelola.
Rizal mengatakan hal yang perlu diantisipasi ke depan adalah eskalasi konflik yang memicu lonjakan harga minyak dan penguatan dolar AS lebih lanjut. Pasalnya ini bisa memperbesar tekanan inflasi impor dan mempersempit ruang stabilisasi nilai tukar.
Selain itu, risiko capital outflow jangka pendek tetap perlu diwaspadai jika ketidakpastian geopolitik global mendorong investor mengurangi eksposur ke pasar negara berkembang.
"Dalam konteks ini, konsistensi kebijakan moneter Bank Indonesia, kekuatan cadangan devisa, serta koordinasi fiskal–moneter menjadi kunci agar rupiah tetap stabil tanpa respons kebijakan yang berlebihan atau reaktif," pungkasnya.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mencoba bangkit pada perdagangan pagi ini, Selasa (6/1/2026). Mata uang Garuda dibuka menguat tipis sebesar 0,03% ke level Rp16.730 per dolar AS, setelah pada penutupan kemarin sempat tertekan di angka Rp16.740.
Pergerakan rupiah pagi ini dipengaruhi oleh sentimen global yang beragam ("mixed"). Di satu sisi, indeks dolar AS (DXY) terlihat sedikit melemah setelah rilis data manufaktur AS yang menunjukkan kontraksi, namun di sisi lain, pasar masih mewaspadai volatilitas geopolitik global. (H-3)
Risiko ke depan sangat bergantung pada kelancaran transisi politik di Venezuela serta dinamika geopolitik yang lebih luas.
PBB menyoroti pelanggaran hukum internasional terkait intervensi AS terhadap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan peringatkan potensi instabilitas.
Pemerintah Indonesia menegaskan tidak akan mencampuri konflik politik antara Amerika Serikat dan Venezuela. Mensesneg Prasetyo Hadi menyebut pemerintah fokus pada urusan dalam negeri.
IHSG mencetak All Time High (ATH) baru di level 8.933,61. Lonjakan harga logam akibat tensi geopolitik AS-Venezuela dan insentif pajak pemerintah jadi pemicu utama.
IHSG diprediksi menguat ke level 8.884 seiring pasar mengabaikan tensi AS-Venezuela. Simak faktor pendorong dari insentif PPN DTP hingga harga emas.
Konflik AS-Venezuela tidak hanya mengguncang stabilitas internal Venezuela, tetapi juga memunculkan kekhawatiran luas terkait berbagai hal, termasuk keselamatan WNI di sana.
Nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar AS hari ini, Jumat 6 Februari 2026, dibuka melemah ke level Rp16.870 akibat tekanan yield obligasi AS.
INDONESIA Head of Research DBS Group, William Simadiputra, menilai nilai tukar rupiah masih memiliki ruang untuk menguat ke depan, meskipun belum seoptimistis proyeksi pemerintah.
Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menyoroti tekanan terhadap nilai tukar rupiah yang dipicu ketidakpastian pasar keuangan global.
Menkeu Purbaya optimistis rupiah bisa menguat hingga Rp15.000 per dolar AS. Ia menilai BI mampu mendorong penguatan lewat fundamental ekonomi.
Nilai tukar rupiah mengawali perdagangan Selasa dengan penguatan tipis. Rupiah tercatat naik 36 poin atau 0,21 persen ke level Rp16.762 per dolar AS.
Nilai tukar rupiah hari ini, Senin 2 Februari 2026, menunjukkan adanya dinamika.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved