Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Konflik AS-Venezuela jadi Alarm Global, Keselamatan WNI Harus Diprioritaskan

Naufal Zuhdi
06/1/2026 14:04
Konflik AS-Venezuela jadi Alarm Global, Keselamatan WNI Harus Diprioritaskan
Anggota Komisi I DPR RI Fraksi Partai Golkar, Yudha Novanza Utama.(Dok. Fraksi Golkar)

SITUASI politik Venezuela yang memanas pada Januari 2026 menyita perhatian dunia internasional setelah Presiden Nicolas Maduro ditangkap oleh Amerika Serikat (AS) dan dibawa ke pengadilan federal di New York. Konflik AS-Venezuela tidak hanya mengguncang stabilitas internal Venezuela, tetapi juga memunculkan kekhawatiran luas terkait kedaulatan negara, intervensi asing, serta dampaknya terhadap warga sipil, termasuk Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di wilayah tersebut.

Anggota Komisi I DPR RI Fraksi Partai Golkar, Yudha Novanza Utama, menegaskan bahwa pemerintah Indonesia harus menjadikan keselamatan WNI sebagai prioritas utama di tengah eskalasi konflik geopolitik. Ia mengapresiasi langkah cepat Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI melalui KBRI Caracas yang secara aktif memantau kondisi keamanan, memastikan komunikasi dengan seluruh WNI, serta menyatakan bahwa hingga saat ini WNI di Venezuela dalam kondisi aman.

“Langkah proaktif pemerintah melalui pemantauan intensif dan komunikasi berkelanjutan dengan WNI merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam melindungi warganya di luar negeri,” ujarnya dikutip dari siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa (6/1).

Yudha menilai, pemerintah perlu terus memperkuat pendataan WNI secara real-time, meningkatkan kewaspadaan, serta menyiapkan skenario kontingensi termasuk evakuasi apabila situasi keamanan memburuk. Menurutnya, pengalaman krisis di berbagai kawasan dunia menunjukkan bahwa kesiapsiagaan sejak dini menjadi kunci utama dalam mitigasi risiko keselamatan WNI.

“Perlindungan WNI tidak boleh bersifat reaktif. Negara harus selalu satu langkah lebih siap,” tegasnya.

Lebih lanjut, Yudha menekankan bahwa konflik AS-Venezuela juga menjadi pengingat penting bagi Indonesia akan arti strategis stabilitas politik, ketahanan nasional, dan diplomasi yang bermartabat. Ia menilai penyelesaian konflik internasional harus ditempuh melalui dialog dan mekanisme multilateral, bukan intervensi sepihak yang berpotensi menciptakan preseden berbahaya bagi negara berkembang. 

Dalam konteks ini, Indonesia didorong untuk mengambil peran aktif di forum internasional seperti PBB dan Gerakan Non-Blok guna mendorong de-eskalasi konflik dan perlindungan warga sipil.

Yudha menegaskan bahwa Indonesia harus tetap konsisten menjalankan politik luar negeri bebas aktif, menjunjung tinggi kedaulatan negara, serta memastikan negara hadir penuh dalam melindungi setiap WNI dimanapun berada.

“Di tengah dunia yang semakin tidak pasti, keselamatan WNI, ketahanan nasional, dan diplomasi damai harus menjadi fondasi utama kebijakan luar negeri Indonesia,” pungkasnya. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya