Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) sukses menembus atap sejarah baru atau All Time High (ATH) pada penutupan perdagangan Selasa (6/1). Indeks komposit Jakarta ini terbang 74,41 poin atau 0,84%, parkir di level monumental 8.933,61, didorong oleh sentimen panas geopolitik global dan guyuran insentif fiskal dalam negeri.
Laju kencang IHSG juga diikuti oleh kelompok 45 saham unggulan (LQ45) yang terapresiasi 0,61% ke posisi 865,05. Sentimen utama datang dari lonjakan harga komoditas logam mulia, khususnya emas dan perak, yang memburu aset safe haven pasca-serangan militer Amerika Serikat (AS) terhadap Venezuela.
Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, menyoroti kombinasi faktor eksternal dan internal yang menjadi bahan bakar reli indeks hari ini.
“Berlanjutnya penguatan pada mayoritas harga komoditas logam dan adanya beberapa insentif dari pemerintah menjadi faktor positif pada pergerakan indeks,” tegas Ratna dilansir dari Antara, Selasa (6/1).
Di luar faktor perang, optimisme pasar domestik terbakar oleh kebijakan agresif pemerintah dalam menjaga daya beli. Melalui PMK 105/2025, pemerintah resmi membebaskan Pajak Penghasilan (PPh) 21 sepanjang tahun 2026 bagi karyawan bergaji di bawah Rp10 juta per bulan di sektor padat karya seperti tekstil, alas kaki, dan furnitur.
Tak hanya itu, stimulus properti lewat PMK 90/2025 yang menanggung PPN 100% (PPN DTP) untuk harga rumah hingga Rp2 miliar turut menyuntikkan kepercayaan diri investor. Sektor barang baku merespons paling positif dengan lonjakan 2,81%, memimpin penguatan sektoral, disusul sektor energi dan teknologi.
Bursa Efek Indonesia mencatat nilai transaksi jumbo mencapai Rp34,16 triliun dengan volume 67,93 miliar lembar saham. Dominasi pembeli terlihat jelas dengan 428 saham menguat, sementara 256 saham melemah.
Saham-saham yang menjadi top gainers dan menopang rekor ini antara lain BIPI, GSMF, INPC, PADI, dan NICL. Euforia ini sejalan dengan tren bursa Asia yang kompak menghijau, di mana Nikkei Jepang dan Shanghai Tiongkok masing-masing melesat di atas 1,3%.
Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) selama sepekan terakhir atau pada periode 23-27 Februari 2026 mengalami koreksi sebesar 0,44%.
Tren investasi pada 2026 diproyeksikan semakin mengarah pada penguatan portofolio yang mampu bertahan di tengah gejolak pasar.
IHSG ditutup menguat tipis ke 8.235 pada Jumat (27/2). Simak analisis sentimen fiskal S&P, rebalancing MSCI, dan jadwal data ekonomi penting pekan depan.
IHSG turun 1,05% akibat kekhawatiran kebijakan tarif AS. Temukan saham-saham yang paling terpengaruh dalam penurunan ini.
IHSG hari ini ditutup melemah 1,05% ke level 8.235,26. Pelaku pasar khawatir atas tarif impor panel surya dan penyelidikan sektor perikanan oleh Amerika Serikat.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis, 26 Februari 2026, sempat dibuka di zona hijau.
Aliran dana asing kembali menjadi penopang utama pasar saham domestik, mendorong indeks harga saham gabungan (IHSG) mencetak rekor tertinggi.
IHSG hari ini 14 Januari 2026 dibuka melesat ke level 9.007,05, mencetak rekor All Time High (ATH) baru di tengah optimisme pasar modal Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved