Headline

Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.

Dana Asing Jadi Penopang Utama Rekor IHSG

Insi Nantika Jelita
14/1/2026 10:35
Dana Asing Jadi Penopang Utama Rekor IHSG
Ilustrasi(Antara)

Aliran dana asing kembali menjadi penopang utama pasar saham domestik, mendorong indeks harga saham gabungan (IHSG) mencetak rekor tertinggi. Di pasar ekuitas, minat investor asing tetap kuat. Sepanjang sesi perdagangan Selasa (13/1), investor global membukukan net buy sekitar Rp1,4 triliun di pasar reguler. Akumulasi pembelian terbesar tercatat pada saham PT Vale Indonesia Tbk, PT Astra International Tbk, dan PT Merdeka Battery Materials Tbk. Saham Merdeka Battery Materials (MBMA) melonjak sekitar 19,2%, diikuti penguatan Astra International (ASII) sebesar 4,3% dan Vale Indonesia (INCO) sebesar 2,7%.

Head of Research and Chief Economist Mirae Asset, Rully Arya Wisnubroto, menilai pola tersebut mencerminkan minat selektif dana asing pada emiten berbasis komoditas dan sektor siklikal yang dinilai diuntungkan oleh pelemahan rupiah serta prospek pertumbuhan laba. “Yang mana ini diuntungkan oleh pelemahan rupiah serta prospek pertumbuhan laba,” ucapnya.

Sementara itu, analis Mirae Asset Sekuritas Jessica Tasijawa menjelaskan tekanan terhadap mata uang global masih berlanjut seiring menguatnya Indeks Dolar AS (DXY) kembali ke kisaran 99. Dalam kondisi tersebut, rupiah melemah ke Rp16.865 per dolar AS dan menjadi mata uang dengan kinerja terburuk kedua setelah yen Jepang.

Jessica juga menyoroti premi Credit Default Swap (CDS) Indonesia tenor lima tahun yang melebar ke atas 70 basis poin dari sekitar 68 basis poin di awal tahun. Menurutnya, pergerakan ini mencerminkan meningkatnya ketidakpastian global serta tantangan domestik yang belum sepenuhnya mereda. “Ini mencerminkan ketidakpastian global yang meningkat dan tantangan domestik yang masih ada,” katanya.

Dari sisi kebijakan moneter global, pasar memperkirakan Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga kebijakan di level 3,75% pada Januari 2026, menegaskan sikap higher for longer. Ketegangan yang meningkat antara Ketua The Fed Jerome Powell dan Presiden AS Donald Trump dinilai semakin menekan ekspektasi pelonggaran suku bunga, dengan pasar kini memperhitungkan tidak adanya pemangkasan sebelum masa jabatan Powell berakhir pada Mei.

Jessica menambahkan, risiko global juga diperkuat oleh memanasnya kondisi di Iran di tengah tekanan ekonomi berat dan hampir kolapsnya nilai rial akibat inflasi yang mengakar, sanksi, lemahnya kepercayaan, serta arus keluar modal. Ancaman tarif baru dari AS turut menambah tekanan eksternal dan risiko penurunan terhadap stabilitas global.

Bagi pasar keuangan, saluran transmisi utama dari gejolak geopolitik tersebut adalah harga minyak. Peningkatan risiko geopolitik berpotensi mendorong harga minyak naik meskipun gangguan pasokan masih terbatas. Untuk Indonesia, kenaikan harga minyak mentah berisiko memperburuk neraca perdagangan migas, meningkatkan biaya impor energi dan inflasi berbasis impor. Dampak lanjutan yang diantisipasi adalah menyempitnya ruang pemangkasan suku bunga serta meningkatnya risiko fiskal melalui kenaikan subsidi bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji, pungkas Jessica. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya