Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Selasa (6/1) dibuka di zona hijau, menguat 25,42 poin atau 0,29 persen ke posisi 8.884,62. Penguatan ini terjadi di tengah memanasnya tensi geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Venezuela yang justru direspons dingin oleh pelaku pasar.
Dilansir dari Antara, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, memproyeksikan IHSG akan bergerak menguat terbatas dengan rentang support dan resistance di level 8.730-8.920.
Berikut adalah lima faktor utama yang membuat IHSG tetap kokoh di tengah ketidakpastian global, sebagaimana dirangkum dari analisis pasar terkini:
Berbeda dengan konflik geopolitik sebelumnya, pelaku pasar global kali ini cenderung mengabaikan ketegangan antara Washington dan Caracas. Optimisme terhadap pemulihan ekonomi global lebih mendominasi sentimen investor dibandingkan ketakutan akan perang.
"Pelaku pasar cenderung tidak peduli dengan situasi dan kondisi yang tengah terjadi antara AS dan Venezuela, seiring optimisme terhadap pemulihan ekonomi," ujar Nico dalam kajiannya di Jakarta.
Salah satu indikator utama kepanikan pasar adalah harga minyak. Namun, dalam konflik kali ini, harga minyak dunia terpantau tidak mengalami gejolak yang berarti. Cadangan minyak global dinilai masih terjaga dengan baik, sehingga kekhawatiran akan gangguan pasokan energi tidak terjadi secara signifikan.
Meski pasar saham tenang, tensi geopolitik tetap memicu kenaikan harga emas sebagai aset safe haven. Hal ini menjadi katalis positif bagi emiten pertambangan logam mulia di dalam negeri. Nico menyarankan investor untuk mulai mencermati saham-saham berbasis emas yang berpotensi mendulang cuan dari situasi ini.
Dari dalam negeri, sentimen positif datang dari kebijakan fiskal pemerintah. Pemerintah resmi melanjutkan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk pembelian rumah tapak dan susun pada 2026. Kebijakan ini tertuang dalam PMK No. 90 Tahun 2025 yang berlaku mulai 1 Januari 2026.
Insentif 100 persen PPN DTP diberikan untuk rumah baru siap huni dengan harga maksimal Rp5 miliar (khusus untuk dasar pengenaan pajak hingga Rp2 miliar). Kebijakan ini diharapkan menjaga daya beli masyarakat dan mendongkrak kinerja emiten properti.
Fundamental ekonomi Indonesia tercatat solid. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan surplus neraca perdagangan sebesar 2,66 miliar dolar AS. Sementara itu, inflasi Desember 2025 terkendali di angka 0,64 persen (mtm) dan 2,92 persen (yoy).
Sentimen ini diperkuat oleh "efek menular" dari bursa global yang kompak menghijau. Wall Street ditutup menguat pada Senin (5/1), dengan Dow Jones naik 1,23 persen ke 48.977,49. Tren positif ini diikuti oleh bursa Asia pagi ini, di mana Nikkei Jepang naik 0,69 persen dan Hang Seng Hong Kong melonjak 1,45 persen.
Harga emas Antam hari ini meroket ke angka Rp3,085 juta per gram pada Sabtu (28/2). Simak rincian harga beli dan buyback emas Antam terbaru di sini.
Harga emas UBS hari ini di Pegadaian tembus Rp3,080 juta per gram, sementara Galeri 24 dibanderol Rp3,065 juta per gram pada Sabtu (28/2).
Harga emas Antam hari ini, Kamis 26 Februari 2026, terpantau kembali mengalami kenaikan.
Harga emas dunia diperkirakan menguat moderat pada Kamis (26/2) didorong sentimen safe haven dan ketidakpastian global, dengan support di kisaran 5.180–5.200 dolar AS per troy ounce.
Harga emas Antam hari ini Rabu 25 Februari 2026 merosot tajam ke Rp3.023.000 per gram. Harga buyback juga turun Rp52.000. Simak rincian lengkapnya.
Harga emas UBS hari ini di Pegadaian naik menjadi Rp3.099.000 per gram, sementara Galeri 24 di Rp3.085.000 per gram. Simak daftar lengkapnya.
Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) selama sepekan terakhir atau pada periode 23-27 Februari 2026 mengalami koreksi sebesar 0,44%.
Tren investasi pada 2026 diproyeksikan semakin mengarah pada penguatan portofolio yang mampu bertahan di tengah gejolak pasar.
IHSG ditutup menguat tipis ke 8.235 pada Jumat (27/2). Simak analisis sentimen fiskal S&P, rebalancing MSCI, dan jadwal data ekonomi penting pekan depan.
IHSG turun 1,05% akibat kekhawatiran kebijakan tarif AS. Temukan saham-saham yang paling terpengaruh dalam penurunan ini.
IHSG hari ini ditutup melemah 1,05% ke level 8.235,26. Pelaku pasar khawatir atas tarif impor panel surya dan penyelidikan sektor perikanan oleh Amerika Serikat.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis, 26 Februari 2026, sempat dibuka di zona hijau.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved