Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

IHSG Tembus 8.859, Resmi Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah

 Gana Buana
05/1/2026 17:59
IHSG Tembus 8.859, Resmi Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah
IHSG catat level tertinggi.(Antara)

INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan sejarah baru pada penutupan perdagangan Senin (5/1/2026). Indeks komposit meroket menembus level tertinggi sepanjang masa (All Time High) di posisi 8.859,19, seolah tak bergeming terhadap memanasnya tensi geopolitik global pasca-serangan Amerika Serikat terhadap Venezuela.

Pada sesi penutupan sore, IHSG tercatat melesat 111,06 poin atau setara 1,27 persen. Tren positif ini juga diikuti oleh kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 yang naik signifikan 7,77 poin (0,91 persen) ke level 859,77. Nilai transaksi harian pun tergolong fantastis, mencapai Rp30,32 triliun dengan volume 70,26 miliar lembar saham.

Data Domestik Jadi Perisai

Kukuhnya fundamental ekonomi dalam negeri menjadi amunisi utama IHSG melawan sentimen negatif eksternal. Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menilai pasar merespons positif rilis data makroekonomi yang solid.

“Penguatan IHSG sejalan dengan bursa regional Asia dan juga dukungan katalis positif rilis data ekonomi dalam negeri, dimana posisi neraca perdagangan Indonesia bulan November 2025 mencatatkan surplus dan inflasi terjaga,” tegas Nico di Jakarta, Senin (5/1).

Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan surplus neraca perdagangan sebesar US$2,66 miliar. Sementara itu, inflasi Desember 2025 terkendali di angka 0,64 persen (mtm) dan 2,92 persen (yoy), angka yang masih berada dalam koridor target Bank Indonesia sebesar 1,5-3,5 persen.

Abaikan Geopolitik, Fokus ke Tiongkok

Para pelaku pasar modal domestik tampaknya memilih menutup mata terhadap risiko geopolitik di Amerika Latin. Fokus investor justru tertuju pada pemulihan ekonomi Tiongkok. Aktivitas bisnis di Negeri Tirai Bambu tercatat tetap ekspansif selama tujuh bulan berturut-turut, ditambah sinyal Presiden Xi Jinping yang menjanjikan kebijakan makro lebih proaktif pada 2026.

Secara sektoral, Sektor Transportasi & Logistik memimpin reli dengan kenaikan 2,21 persen, disusul Sektor Barang Baku (2,08 persen) dan Energi (1,76 persen). Sebaliknya, Sektor Teknologi menjadi satu-satunya yang terkoreksi tipis 0,50 persen.

Di pasar regional, optimisme juga terlihat merata. Indeks Nikkei Jepang melompat 2,97 persen ke 51.832,80, dan Shanghai Composite naik 1,38 persen ke 4.023,41, mempertegas sentimen bullish di kawasan Asia.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik