Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
KEHADIRAN kapal induk tercanggih Amerika Serikat USS Gerald R. Ford di kawasan Karibia memicu gelombang kekhawatiran dan spekulasi di Venezuela. Langkah tersebut memperburuk hubungan kedua negara yang selama ini sudah diwarnai ketegangan politik dan ekonomi.
Angkatan Laut AS menyatakan, kelompok tempur kapal induk USS Gerald R. Ford akan membantu operasi pemberantasan penyelundupan narkotika di Karibia yang telah berlangsung dua bulan terakhir. Namun, pemerintah Presiden Nicolás Maduro menilai langkah itu sebagai upaya terselubung untuk menggulingkan rezimnya.
Beberapa pejabat AS bahkan dikabarkan mengakui secara tertutup bahwa strategi tersebut memang diarahkan untuk melemahkan pemerintahan Maduro.
Di ibu kota Caracas, warga menunjukkan beragam reaksi atas perkembangan itu. “Tampaknya Amerika Serikat tidak seharusnya ikut campur dengan cara seperti ini. Saya pikir itu suatu bentuk penyalahgunaan,” kata Noemí Lozada, seorang ibu rumah tangga.
Sementara José Román, seorang penjual, menilai ancaman itu nyata tetapi warga memilih tetap tenang. “Kami bukan negara yang suka perang, dan saya rasa tidak ada yang siap untuk ini,” ujarnya.
Namun, bagi Frank Molina, seorang pelatih kebugaran, situasinya berbeda. “Kami orang Venezuela, dan kami akan mati dengan sepatu bot kami. Saya bangga menjadi orang Venezuela dan akan membela tanah air sampai mati,” katanya.
Laporan CNN menyebutkan pemerintahan Trump sedang mempertimbangkan operasi militer yang menargetkan fasilitas produksi kokain dan jalur perdagangan narkoba di Venezuela. Meski demikian, hingga kini AS belum memiliki dasar hukum untuk melancarkan serangan di wilayah tersebut.
Di Venezuela, media lokal meliput perkembangan ini secara hati-hati di bawah pengawasan ketat pemerintah. Versi resmi dari rezim Maduro mendominasi pemberitaan, sementara media sosial dipenuhi spekulasi mengenai kemungkinan perubahan politik besar.
Sebagian warga justru menyambut kedatangan kapal induk AS dengan harapan akan adanya perubahan. “Kami butuh bantuan dari Amerika Serikat. Jika tidak, kami tidak akan bisa keluar dari situasi ini,” kata seorang perempuan yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Venezuela Vladimir Padrino López mengumumkan mobilisasi besar-besaran pasukan darat, laut, dan udara sebagai respons atas pengerahan militer AS. Ia menyebut langkah Washington sebagai “ancaman imperialis.”
Kapal induk USS Gerald R. Ford diperintahkan menuju Karibia oleh Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth dari Eropa pada akhir bulan lalu. Armada tersebut membawa sembilan skuadron udara, kapal komando pertahanan udara dan rudal USS Winston S. Churchill, serta kemampuan serangan anti-permukaan yang canggih. (CNN/Z-2)
AS dinilai tidak lagi memiliki kapasitas sebagai mediator yang kredibel dalam forum Board of Peace (BoP) karena dianggap terlalu berpihak pada kepentingan Israel.
Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum tegaskan bantuan ke Kuba berlanjut meski ada sanksi AS. Sebanyak 814 ton makanan dikirim via kapal perang sebagai bentuk solidaritas.
Kim Jong-un sinyalkan penguatan nuklir dan ICBM pada Kongres Partai ke-9. Pyongyang fokus pada pembangunan militer luar biasa dan konsolidasi kekuasaan absolut.
Iran menolak pembatasan misil dari AS meski siap lanjut negosiasi. Teheran menegaskan program rudal tak bisa ditawar di tengah tekanan Israel.
Green Day tampil memeriahkan acara pembukaan Super Bowl LX di Levi’s Stadium, California, Minggu (8/2).
INDONESIA mendesak Amerika Serikat (AS) dan Rusia segera melanjutkan perundingan untuk mencegah perlombaan senjata nuklir baru.
Presiden Donald Trump mengisyaratkan menentukan langkah terkait Venezuela setelah menerima beberapa briefing militer tingkat tinggi.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mendapat tekanan di pertemuan G7 setelah sejumlah negara, mempertanyakan legalitas serangan AS terhadap kapal di Karibia.
Kapal induk terbesar AS, USS Gerald R. Ford, tiba di wilayah tanggung jawab Komando Selatan AS, memicu ketegangan dengan Venezuela.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved