Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Kapal Induk AS Tiba di Karibia, Venezuela Siaga Militer Hadapi Ancaman Imperialis

Thalatie K Yani
13/11/2025 11:28
Kapal Induk AS Tiba di Karibia, Venezuela Siaga Militer Hadapi Ancaman Imperialis
kapal induk USS Gerald R. Ford(US Navy)

KEHADIRAN kapal induk tercanggih Amerika Serikat USS Gerald R. Ford di kawasan Karibia memicu gelombang kekhawatiran dan spekulasi di Venezuela. Langkah tersebut memperburuk hubungan kedua negara yang selama ini sudah diwarnai ketegangan politik dan ekonomi.

Angkatan Laut AS menyatakan, kelompok tempur kapal induk USS Gerald R. Ford akan membantu operasi pemberantasan penyelundupan narkotika di Karibia yang telah berlangsung dua bulan terakhir. Namun, pemerintah Presiden Nicolás Maduro menilai langkah itu sebagai upaya terselubung untuk menggulingkan rezimnya.

Beberapa pejabat AS bahkan dikabarkan mengakui secara tertutup bahwa strategi tersebut memang diarahkan untuk melemahkan pemerintahan Maduro.

Di ibu kota Caracas, warga menunjukkan beragam reaksi atas perkembangan itu. “Tampaknya Amerika Serikat tidak seharusnya ikut campur dengan cara seperti ini. Saya pikir itu suatu bentuk penyalahgunaan,” kata Noemí Lozada, seorang ibu rumah tangga.

Sementara José Román, seorang penjual, menilai ancaman itu nyata tetapi warga memilih tetap tenang. “Kami bukan negara yang suka perang, dan saya rasa tidak ada yang siap untuk ini,” ujarnya.

Namun, bagi Frank Molina, seorang pelatih kebugaran, situasinya berbeda. “Kami orang Venezuela, dan kami akan mati dengan sepatu bot kami. Saya bangga menjadi orang Venezuela dan akan membela tanah air sampai mati,” katanya.

Laporan CNN menyebutkan pemerintahan Trump sedang mempertimbangkan operasi militer yang menargetkan fasilitas produksi kokain dan jalur perdagangan narkoba di Venezuela. Meski demikian, hingga kini AS belum memiliki dasar hukum untuk melancarkan serangan di wilayah tersebut.

Di Venezuela, media lokal meliput perkembangan ini secara hati-hati di bawah pengawasan ketat pemerintah. Versi resmi dari rezim Maduro mendominasi pemberitaan, sementara media sosial dipenuhi spekulasi mengenai kemungkinan perubahan politik besar.

Sebagian warga justru menyambut kedatangan kapal induk AS dengan harapan akan adanya perubahan. “Kami butuh bantuan dari Amerika Serikat. Jika tidak, kami tidak akan bisa keluar dari situasi ini,” kata seorang perempuan yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Venezuela Vladimir Padrino López mengumumkan mobilisasi besar-besaran pasukan darat, laut, dan udara sebagai respons atas pengerahan militer AS. Ia menyebut langkah Washington sebagai “ancaman imperialis.”

Kapal induk USS Gerald R. Ford diperintahkan menuju Karibia oleh Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth dari Eropa pada akhir bulan lalu. Armada tersebut membawa sembilan skuadron udara, kapal komando pertahanan udara dan rudal USS Winston S. Churchill, serta kemampuan serangan anti-permukaan yang canggih. (CNN/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya