Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Ketegangan Meningkat, Kapal Induk Terbesar AS USS Gerald R. Ford Tiba di Perairan Amerika Latin

Thalatie K Yani
12/11/2025 08:17
Ketegangan Meningkat, Kapal Induk Terbesar AS USS Gerald R. Ford Tiba di Perairan Amerika Latin
Kapal induk terbesar AS, USS Gerald R. Ford, tiba di wilayah tanggung jawab Komando Selatan AS, memicu ketegangan dengan Venezuela.(TikTok)

AMERIKA Serikat mengumumkan USS Gerald R. Ford, kapal induk terbesar dan terbaru di dunia, resmi memasuki wilayah tanggung jawab Komando Selatan AS (US Southern Command) yang mencakup Amerika Latin dan Karibia. Langkah ini menandai peningkatan ketegangan militer antara Washington dan Caracas.

Kedatangan kapal induk tersebut dilakukan bersama satuan tempur lengkap yang terdiri atas puluhan pesawat tempur dan kapal perusak. Pengiriman armada ini telah diumumkan hampir tiga minggu lalu. Kini menandai salah satu pengerahan militer terbesar AS di kawasan itu dalam beberapa dekade, disebut sebagai yang terbesar sejak invasi Panama tahun 1989.

Sementara itu, pemerintahan Presiden Venezuela Nicolás Maduro menanggapi langkah tersebut dengan mengumumkan “penyebaran besar-besaran” kekuatan darat, laut, udara, sungai, dan rudal, termasuk melibatkan milisi sipil untuk menghadapi kehadiran armada AS di lepas pantai negara itu.

Perang Melawan Narkoba

Presiden Donald Trump membenarkan pengerahan besar-besaran itu sebagai bagian dari “perang melawan narkoba”, dengan alasan menargetkan jaringan penyelundup yang diduga membawa narkotika melalui perairan Karibia dan Pasifik. Kampanye ini mencakup serangan udara terhadap kapal-kapal yang dicurigai, yang menurut laporan telah menewaskan sedikitnya 76 orang di perairan Amerika Selatan sejak September.

Juru bicara utama Pentagon, Sean Parnell, menyatakan kedatangan USS Gerald R. Ford yang membawa lebih dari 4.000 pelaut dan puluhan pesawat taktis akan memperkuat kemampuan AS dalam mendeteksi dan menghentikan aktivitas ilegal di kawasan tersebut.

“Kekuatan ini akan meningkatkan kapasitas kami untuk mengganggu perdagangan narkotika serta melemahkan organisasi kriminal transnasional,” ujarnya dalam pernyataan resmi.

Namun, banyak pengamat menilai peningkatan militer ini bukan semata soal narkotika. Melainkan juga tekanan politik terhadap Maduro agar mundur setelah dugaan kecurangan dalam pemilihan tahun lalu.

Maduro menuduh Washington “menciptakan perang baru”, dan menyebut kehadiran kapal induk AS sebagai “ancaman terbesar bagi benua Amerika dalam 100 tahun terakhir.” Pada Selasa, sebelum kedatangan USS Gerald R. Ford dikonfirmasi, televisi nasional Venezuela menayangkan pidato para petinggi militer di berbagai negara bagian yang menegaskan kesiapan menghadapi “ancaman imperialis AS.”

Sementara itu, pada penutupan KTT Komunitas Negara-Negara Amerika Latin dan Karibia (Celac) di Kolombia, 58 dari 60 negara peserta menandatangani deklarasi bersama yang menolak “penggunaan kekuatan dan tindakan yang bertentangan dengan hukum internasional,” meski tanpa menyebut langsung Amerika Serikat.

Hanya Venezuela dan Nikaragua yang menolak menandatangani deklarasi tersebut. Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva, yang tengah bernegosiasi dengan Trump terkait pemangkasan tarif impor, juga menghindari kritik langsung terhadap Washington.

“Kita adalah kawasan damai. Kita tidak membutuhkan perang di sini. Masalah Venezuela bersifat politik, dan harus diselesaikan melalui jalur politik,” kata Lula. (The Guardian/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya