Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Trump Isyaratkan Keputusan soal Venezuela setelah Dapat Laporan Militer Tingkat Tinggi

Thalatie K Yani
16/11/2025 06:44
Trump Isyaratkan Keputusan soal Venezuela setelah Dapat Laporan Militer Tingkat Tinggi
Presiden Donald Trump mengisyaratkan menentukan langkah terkait Venezuela setelah menerima beberapa briefing militer tingkat tinggi.(Media Sosial X)

PRESIDEN Donald Trump mengisyaratkan telah menentukan langkah terkait situasi di Venezuela. Hal itu setelah menerima beberapa pengarahan tingkat tinggi dan melihat meningkatnya pengerahan kekuatan militer Amerika Serikat di kawasan tersebut.

Menurut empat sumber kepada CNN, pejabat-kejabat senior memberikan berbagai opsi operasi militer di dalam wilayah Venezuela kepada Trump pekan ini. Langkah tersebut dipertimbangkan di tengah kemungkinan kampanye berskala lebih besar yang berpotensi menargetkan Presiden Nicolás Maduro. Sementara itu, militer AS telah menempatkan lebih dari selusin kapal perang dan sekitar 15.000 personel di kawasan Karibia sebagai bagian dari operasi yang diberi nama “Operation Southern Spear” oleh Pentagon.

Berbicara kepada wartawan di Air Force One pada Jumat, Trump menegaskan ia semakin yakin terhadap arah kebijakan yang akan ditempuh untuk menekan arus migrasi dan perdagangan narkoba. Serta kemungkinan perubahan rezim di Venezuela.

“Saya kira saya sudah membuat keputusan - ya. Maksud saya, saya tidak bisa memberi tahu Anda apa itu, tapi saya kira saya sudah,” ujar Trump ketika ditanya tentang briefing tersebut.

Opsi yang Disampaikan kepada Presiden

Pada Rabu, Menteri Pertahanan Pete Hegseth dan Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine memberikan presentasi awal kepada Trump. Keesokan harinya, tim keamanan nasional yang lebih besar, termasuk Menteri Luar Negeri Marco Rubio, kembali menggelar pertemuan di Situation Room.

Dalam kedua pertemuan itu, Trump dan para pejabat meninjau opsi target, termasuk serangan udara terhadap fasilitas militer atau pemerintah, rute perdagangan narkoba, hingga opsi langsung yang menargetkan Maduro. CNN sebelumnya melaporkan Trump mempertimbangkan serangan terhadap fasilitas produksi kokaina di Venezuela.

Namun, Trump juga membuka kemungkinan untuk tidak melakukan tindakan sama sekali. Bulan lalu ia menyebut telah memberi wewenang kepada CIA untuk beroperasi di negara tersebut, meski pejabat pemerintahan sebelumnya mengatakan kepada anggota legislatif belum ada justifikasi hukum untuk menyerang target di darat.

Trump, menurut sumber, tetap berhati-hati terhadap tindakan yang berpotensi gagal atau membahayakan personel militer AS.

Kekuatan Militer AS di Kawasan

Angkatan Laut AS meningkatkan kehadirannya di Karibia dalam beberapa minggu terakhir, termasuk melancarkan lebih dari 20 serangan terhadap kapal yang diduga digunakan untuk penyelundupan narkoba.

Kapal induk terbesar di dunia, USS Gerald R. Ford, tiba di wilayah tersebut awal pekan ini bersama lebih dari selusin kapal perang lain serta pengerahan 10 pesawat tempur F-35 ke Puerto Rico.

Venezuela menanggapi dengan mengumumkan “mobilisasi besar-besaran” pasukan dan perlengkapan militernya.

Risiko dan Peringatan

Para analis menilai perubahan rezim di Venezuela akan membawa risiko besar. Meski berpotensi memberi keuntungan politik dan diplomatik bagi Trump, rencana tersebut juga berpotensi memicu perlawanan bersenjata dan konflik berkepanjangan.

Dari Caracas, Maduro memperingatkan bahwa intervensi militer AS bisa menciptakan kondisi seperti “Gaza lain,” “Afghanistan baru,” atau “Vietnam lagi.”

“Hentikan tangan gila yang memerintahkan pemboman, pembunuhan dan membawa perang ke Amerika Selatan, ke Karibia. Hentikan perang. Tidak untuk perang,” ujar Maduro.

Selain risiko geopolitik, keterlibatan militer yang berkepanjangan dinilai dapat memicu ketegangan di basis politik Trump, yang selama ini mendukung kebijakan menjauh dari perang luar negeri. (CNN/Z-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya